<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>195 Proyek Strategis Nasional Rp1.519 Triliun Rampung, Ini Daftarnya</title><description>Sebanyak 195 Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp1.519 triliun telah selesai dibangun dan telah beroperasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/320/2984933/195-proyek-strategis-nasional-rp1-519-triliun-rampung-ini-daftarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/320/2984933/195-proyek-strategis-nasional-rp1-519-triliun-rampung-ini-daftarnya"/><item><title>195 Proyek Strategis Nasional Rp1.519 Triliun Rampung, Ini Daftarnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/320/2984933/195-proyek-strategis-nasional-rp1-519-triliun-rampung-ini-daftarnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/320/2984933/195-proyek-strategis-nasional-rp1-519-triliun-rampung-ini-daftarnya</guid><pubDate>Senin 18 Maret 2024 19:35 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/18/320/2984933/195-proyek-strategis-nasional-rp1-519-triliun-rampung-ini-daftarnya-AbDc9xGCPS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">195 PSN sudah dibangun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/18/320/2984933/195-proyek-strategis-nasional-rp1-519-triliun-rampung-ini-daftarnya-AbDc9xGCPS.jpeg</image><title>195 PSN sudah dibangun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 195 Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp1.519 triliun telah selesai dibangun dan telah beroperasi. Hal itu merupakan capaian sejak 2016 sampai dengan Februari 2024.
&amp;ldquo;Secara kumulatif dari 2016 sampai dengan Februari 2024, sudah selesai 195 PSN dan beroperasi penuh dengan nilai sebesar Rp 1.519 triliun. Sedangkan 77 proyek dan 13 proyek dalam tahap konstruksi atau produksi sebagian atau beroperasi sebagian nilainya Rp2.960,7 triliun,&quot; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers setelah rapat di Istana Negara, Senin (18/3/2024).

BACA JUGA:
Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Dicoret dari PSN, Begini Reaksi KCIC

Airlangga yang juga Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menjelaskan, 77 PSN dan 13 PSN dalam tahap konstruksi atau beroperasi sebagian senilai Rp2.960,7 triliun.
Lebih lanjut Airlangga menjelaskan, terdapat 41 PSN yang ditargetkan selesai di 2024.

BACA JUGA:
6 Fakta PSN di Masa Akhir Jabatan Jokowi dan 12 Proyek Dicoret

Rinciannya:
a. Januari sampai Maret: 5 proyek selesai
b. April sampai September: 24 proyek selesai
c. Oktober sampai Desember: 12 proyek selesai
d. April sampai Desember: 36 proyek selesaiMenurut Airlangga, ada beberapa isu yang dilaporkan, utamanya terkait pengadaan tata ruang.
&quot;Tadi sudah dibahas dan hingga akhir 2024 dibutuhkan dukungan seluruh stakeholder,&quot; kata Airlangga.
Secara spesifik, ada PSN yang dibahas secara khusus, yaitu Tol  Gilimanuk-Mengwi. Statusnya sekarang dari unsolicited (diprakarsai badan  usaha) menjadi solicited (diprakarsai pemerintah). Kemudian, menurut  Airlangga, pengembangan PSN di kawasan industri pupuk Fakfak.
Menurut Airlangga, ada masalah di KLHK dan tanah ulayat yang  dilaporkan. Selanjutnya terkait kawasan industri terpadu Batang. Hal itu  berkaitan dengan harga gas USD6 dolar di mana nantinya akan ada rapat  khusus.
&amp;ldquo;Dan juga dilaporkan ke pak presiden ada 14 PSN baru periodenya  dilakukan oleh swasta atau pembiayaan dari swasta, menciptakan lapangan  kerja dan tidak membutuhkan APBN. Dan ini disetujui oleh presiden dan  ada PSN baru penyesuaian nomenklatur dan perubahan dari ruang lingkup  PSN itu sendiri,&quot; ujar Airlangga.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 195 Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp1.519 triliun telah selesai dibangun dan telah beroperasi. Hal itu merupakan capaian sejak 2016 sampai dengan Februari 2024.
&amp;ldquo;Secara kumulatif dari 2016 sampai dengan Februari 2024, sudah selesai 195 PSN dan beroperasi penuh dengan nilai sebesar Rp 1.519 triliun. Sedangkan 77 proyek dan 13 proyek dalam tahap konstruksi atau produksi sebagian atau beroperasi sebagian nilainya Rp2.960,7 triliun,&quot; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers setelah rapat di Istana Negara, Senin (18/3/2024).

BACA JUGA:
Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Dicoret dari PSN, Begini Reaksi KCIC

Airlangga yang juga Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menjelaskan, 77 PSN dan 13 PSN dalam tahap konstruksi atau beroperasi sebagian senilai Rp2.960,7 triliun.
Lebih lanjut Airlangga menjelaskan, terdapat 41 PSN yang ditargetkan selesai di 2024.

BACA JUGA:
6 Fakta PSN di Masa Akhir Jabatan Jokowi dan 12 Proyek Dicoret

Rinciannya:
a. Januari sampai Maret: 5 proyek selesai
b. April sampai September: 24 proyek selesai
c. Oktober sampai Desember: 12 proyek selesai
d. April sampai Desember: 36 proyek selesaiMenurut Airlangga, ada beberapa isu yang dilaporkan, utamanya terkait pengadaan tata ruang.
&quot;Tadi sudah dibahas dan hingga akhir 2024 dibutuhkan dukungan seluruh stakeholder,&quot; kata Airlangga.
Secara spesifik, ada PSN yang dibahas secara khusus, yaitu Tol  Gilimanuk-Mengwi. Statusnya sekarang dari unsolicited (diprakarsai badan  usaha) menjadi solicited (diprakarsai pemerintah). Kemudian, menurut  Airlangga, pengembangan PSN di kawasan industri pupuk Fakfak.
Menurut Airlangga, ada masalah di KLHK dan tanah ulayat yang  dilaporkan. Selanjutnya terkait kawasan industri terpadu Batang. Hal itu  berkaitan dengan harga gas USD6 dolar di mana nantinya akan ada rapat  khusus.
&amp;ldquo;Dan juga dilaporkan ke pak presiden ada 14 PSN baru periodenya  dilakukan oleh swasta atau pembiayaan dari swasta, menciptakan lapangan  kerja dan tidak membutuhkan APBN. Dan ini disetujui oleh presiden dan  ada PSN baru penyesuaian nomenklatur dan perubahan dari ruang lingkup  PSN itu sendiri,&quot; ujar Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
