<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ojol hingga Kurir Paket Wajib Dapat THR Lebaran 2024</title><description>Pekerja seperti ojol hingga kurir pengantar paket wajib mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dari para pemberi kerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/320/2984943/ojol-hingga-kurir-paket-wajib-dapat-thr-lebaran-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/320/2984943/ojol-hingga-kurir-paket-wajib-dapat-thr-lebaran-2024"/><item><title>Ojol hingga Kurir Paket Wajib Dapat THR Lebaran 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/320/2984943/ojol-hingga-kurir-paket-wajib-dapat-thr-lebaran-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/320/2984943/ojol-hingga-kurir-paket-wajib-dapat-thr-lebaran-2024</guid><pubDate>Senin 18 Maret 2024 19:55 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/18/320/2984943/ojol-hingga-kurir-paket-wajib-dapat-thr-lebaran-2024-xU1ceARoZ3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ojol hingga kurir paket wajib dapat THR (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/18/320/2984943/ojol-hingga-kurir-paket-wajib-dapat-thr-lebaran-2024-xU1ceARoZ3.jpg</image><title>Ojol hingga kurir paket wajib dapat THR (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xOC8xLzE3ODQ3MS81L3g4dXNja3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pekerja seperti ojol hingga kurir pengantar paket wajib mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dari para pemberi kerja. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK.04/III/2024 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2024 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
&quot;Sebagaimana telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah telah mengatur adanya pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan,&quot; ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam konferensi pers di Kantornya, Senin (18/3/2024).

BACA JUGA:
Pekerja Harian Lepas Dapat THR Lebaran 2024, Begini Penghitungannya


Pada kesempatan tersebut, Ida menjelaskan pemberian THR juga bertujuan meringankan beban biaya kebutuhan masyarakat. Mengingat konsumsi masyarakat pada musim lebaran cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode normalnya.
&quot;Pemberian THR keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Menaker ke Pengusaha: THR Lebaran 2024 Wajib Dibayar 100%! Ini Aturan Lengkap, Jadwal hingga Besarannya 


Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI JSK) Indah Anggoro Putri mengatakan lewat SE tersebut juga mengatur soal pembayaran bagi para pekerja lepas, seperti Ojol dan kurir platform belanja online.
&quot;Ojol termasuk yang kami himbau untuk dibayarkan. Karena masuk dalam walaupun hubungan kerjanya masuk kemitraan, tapi masuk kategori PKWT. Jadi ikut dalam coverage SE THR ini,&quot; sambung Indah.
Dalam SE tersebut dijelaskan, bagi pekerja/buruh yang bekerja  berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, maka penghitungan pembayaran  THR yaitu, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau  lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rerata upah yang diterima  dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
Sedangkan bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12  bulan, upah 1 bulan THR dihitung berdasarkan rerata upah yang diterima  tiap bulan selama masa kerja.
&quot;Dan kami sudah jalin komunikasi dengan para direksi, manajemen Ojol  khususnya yang bekerja dengan platform digital, termasuk kurir-kurir  logistik untuk juga dibayarkan juga tercakup dalam SE THR ini,&quot; pungkas  Indah.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xOC8xLzE3ODQ3MS81L3g4dXNja3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pekerja seperti ojol hingga kurir pengantar paket wajib mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dari para pemberi kerja. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK.04/III/2024 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2024 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
&quot;Sebagaimana telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah telah mengatur adanya pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan,&quot; ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam konferensi pers di Kantornya, Senin (18/3/2024).

BACA JUGA:
Pekerja Harian Lepas Dapat THR Lebaran 2024, Begini Penghitungannya


Pada kesempatan tersebut, Ida menjelaskan pemberian THR juga bertujuan meringankan beban biaya kebutuhan masyarakat. Mengingat konsumsi masyarakat pada musim lebaran cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode normalnya.
&quot;Pemberian THR keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Menaker ke Pengusaha: THR Lebaran 2024 Wajib Dibayar 100%! Ini Aturan Lengkap, Jadwal hingga Besarannya 


Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI JSK) Indah Anggoro Putri mengatakan lewat SE tersebut juga mengatur soal pembayaran bagi para pekerja lepas, seperti Ojol dan kurir platform belanja online.
&quot;Ojol termasuk yang kami himbau untuk dibayarkan. Karena masuk dalam walaupun hubungan kerjanya masuk kemitraan, tapi masuk kategori PKWT. Jadi ikut dalam coverage SE THR ini,&quot; sambung Indah.
Dalam SE tersebut dijelaskan, bagi pekerja/buruh yang bekerja  berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, maka penghitungan pembayaran  THR yaitu, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau  lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rerata upah yang diterima  dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
Sedangkan bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12  bulan, upah 1 bulan THR dihitung berdasarkan rerata upah yang diterima  tiap bulan selama masa kerja.
&quot;Dan kami sudah jalin komunikasi dengan para direksi, manajemen Ojol  khususnya yang bekerja dengan platform digital, termasuk kurir-kurir  logistik untuk juga dibayarkan juga tercakup dalam SE THR ini,&quot; pungkas  Indah.</content:encoded></item></channel></rss>
