<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ICDX Ungkap Upaya Perkembangan Komoditi Syariah di Indonesia</title><description>Bursa perdagangan ICDX mengungkapkan upaya Indonesia dalam mengembangkan komoditi syariah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/320/2984979/icdx-ungkap-upaya-perkembangan-komoditi-syariah-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/320/2984979/icdx-ungkap-upaya-perkembangan-komoditi-syariah-di-indonesia"/><item><title>ICDX Ungkap Upaya Perkembangan Komoditi Syariah di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/320/2984979/icdx-ungkap-upaya-perkembangan-komoditi-syariah-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/320/2984979/icdx-ungkap-upaya-perkembangan-komoditi-syariah-di-indonesia</guid><pubDate>Senin 18 Maret 2024 21:17 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/18/320/2984979/icdx-ungkap-upaya-perkembangan-komoditi-syariah-di-indonesia-TPGoh5XnwM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ICDX ungkap perkembangan komoditi syariah di Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/18/320/2984979/icdx-ungkap-upaya-perkembangan-komoditi-syariah-di-indonesia-TPGoh5XnwM.jpg</image><title>ICDX ungkap perkembangan komoditi syariah di Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMi8xOS8xNzUwMzgvNS94OHFoM3lk&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa perdagangan ICDX mengungkapkan upaya Indonesia dalam mengembangkan komoditi syariah. Hal ini disampaikan dalam Talk Show ICDX yang bertema &quot;Menjelajahi Dinamika Komoditi Syariah: Peluang dan Tantangannya&quot;.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama ICDX Nursalam menyampaikan perkembangan komoditi syariah mulai meningkat sejak 2021. Saat ini, perkembangan tersebut terus berlanjut dengan bergabungnya 8 lembaga keuangan syariah.

BACA JUGA:
Strategi ICDX Edukasi Masyarakat soal Transaksi Multilateral


&amp;ldquo;Transaksi Komoditi Syariah di Indonesia Commodity &amp;amp; Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) makin diminati masyarakat. Hal ini terlihat dari peserta serta nilai transaksi yang terus bertambah. Sejak pertama kali transaksi di tahun 2021, hingga saat ini jumlah peserta dan transaksi terus mengalami peningkatan. Data hingga saat ini, jumlah peserta transaksi komoditi syariah di ICDX mencapai 8 peserta Lembaga Keuangan Syariah,&quot; ujar Nursalam, Senin (18/3/2024).

BACA JUGA:
Edukasi Masyarakat, Ini Cara ICDX Libatkan Media soal Perdagangan Berjangka Komoditi


Dia menyebutkan peningkatan jumlah peserta transaksi komoditi syariah tersebut berbanding lurus dengan nilai transaksi yang terjadi. Pada 2024 sampai dengan Februari, total transaksi komoditi syariah di ICDX mencapai 224 miliar. Hal tersebut dimanfaatkan untuk subrogasi.
Lebih lanjut, di tahun 2023 total transaksi komoditi syariah di ICDX  mencapai Rp1,2 triliun, dan di tahun 2022 tercatat transaksi sebesar  Rp785 miliar. Hal tersebut membuat Nursalam optimis akan perkembangan  yang kian melesat ini.
&amp;ldquo;Kami optimis ke depan transaksi komoditi syariah akan terus  berkembang dan mengalami pertumbuhan signifikan. Indonesia dengan jumlah  penduduk muslim terbesar di dunia tentunya akan menjadi salah satu  faktor pendorong utama terkait peningkatan transaksi komoditi syariah,&quot;  tuturnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMi8xOS8xNzUwMzgvNS94OHFoM3lk&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa perdagangan ICDX mengungkapkan upaya Indonesia dalam mengembangkan komoditi syariah. Hal ini disampaikan dalam Talk Show ICDX yang bertema &quot;Menjelajahi Dinamika Komoditi Syariah: Peluang dan Tantangannya&quot;.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama ICDX Nursalam menyampaikan perkembangan komoditi syariah mulai meningkat sejak 2021. Saat ini, perkembangan tersebut terus berlanjut dengan bergabungnya 8 lembaga keuangan syariah.

BACA JUGA:
Strategi ICDX Edukasi Masyarakat soal Transaksi Multilateral


&amp;ldquo;Transaksi Komoditi Syariah di Indonesia Commodity &amp;amp; Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) makin diminati masyarakat. Hal ini terlihat dari peserta serta nilai transaksi yang terus bertambah. Sejak pertama kali transaksi di tahun 2021, hingga saat ini jumlah peserta dan transaksi terus mengalami peningkatan. Data hingga saat ini, jumlah peserta transaksi komoditi syariah di ICDX mencapai 8 peserta Lembaga Keuangan Syariah,&quot; ujar Nursalam, Senin (18/3/2024).

BACA JUGA:
Edukasi Masyarakat, Ini Cara ICDX Libatkan Media soal Perdagangan Berjangka Komoditi


Dia menyebutkan peningkatan jumlah peserta transaksi komoditi syariah tersebut berbanding lurus dengan nilai transaksi yang terjadi. Pada 2024 sampai dengan Februari, total transaksi komoditi syariah di ICDX mencapai 224 miliar. Hal tersebut dimanfaatkan untuk subrogasi.
Lebih lanjut, di tahun 2023 total transaksi komoditi syariah di ICDX  mencapai Rp1,2 triliun, dan di tahun 2022 tercatat transaksi sebesar  Rp785 miliar. Hal tersebut membuat Nursalam optimis akan perkembangan  yang kian melesat ini.
&amp;ldquo;Kami optimis ke depan transaksi komoditi syariah akan terus  berkembang dan mengalami pertumbuhan signifikan. Indonesia dengan jumlah  penduduk muslim terbesar di dunia tentunya akan menjadi salah satu  faktor pendorong utama terkait peningkatan transaksi komoditi syariah,&quot;  tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
