<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun IKN dengan Penggusuran Rumah Warga? Ini Faktanya</title><description>Pemerintah memastikan pembangunan IKN Nusantara dilakukan tanpa penggusuran warga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/470/2984910/bangun-ikn-dengan-penggusuran-rumah-warga-ini-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/470/2984910/bangun-ikn-dengan-penggusuran-rumah-warga-ini-faktanya"/><item><title>Bangun IKN dengan Penggusuran Rumah Warga? Ini Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/470/2984910/bangun-ikn-dengan-penggusuran-rumah-warga-ini-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/18/470/2984910/bangun-ikn-dengan-penggusuran-rumah-warga-ini-faktanya</guid><pubDate>Senin 18 Maret 2024 18:27 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/18/470/2984910/bangun-ikn-dengan-penggusuran-rumah-warga-ini-faktanya-X40sbwPcIm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan IKN dilakukan tanpa ada penggusuran (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/18/470/2984910/bangun-ikn-dengan-penggusuran-rumah-warga-ini-faktanya-X40sbwPcIm.jpg</image><title>Pembangunan IKN dilakukan tanpa ada penggusuran (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMy8xLzE3ODI4NC81L3g4dWM4MjY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah memastikan pembangunan IKN Nusantara dilakukan tanpa penggusuran warga di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono menanggapi pertanyaan politisi PAN Guspardi Gaus dalam rapat kerja Komisi II DPR RI dengan OIKN di Jakarta, Senin (18/3/2024).
Gaus meminta klarifikasi Bambang atas pemberitaan di media terkait surat OIKN kepada 200 warga di Kecamatan Sepaku yang meminta mereka membongkar bangunan mereka di lokasi pembangunan IKN.

BACA JUGA:
 DPR Usul DKJ Jadi Ibu Kota Legislasi, Kemendagri: Jangan Biarkan Kami Saja di IKN


&amp;ldquo;Tidak ada penggusuran yang semena-mena. Saya sebagai warga Sepaku &amp;mdash;KTP saya dan istri sudah menjadi warga Sepaku&amp;mdash;melihat mereka sebagai warga saya, sehingga kalau ada sesuatu yang tidak berpihak kepada mereka, pada tempatnyalah saya untuk memberikan ruang kepada mereka,&amp;rdquo; kata Bambang dilansir dari Antara.
Bambang menjelaskan bahwa keributan yang terjadi beberapa waktu lalu diharapkan menjadi yang terakhir. Apa yang dilakukan OIKN adalah untuk menjaga tata ruang yang baik di kawasan tersebut.

BACA JUGA:
6 Fakta Rumah Menteri IKN dan Tak Ada Kerja Lambat di IKN


&amp;ldquo;Bapak, ibu bisa melihat bagaimana euforia pembangunan di kawasan ini, sehingga ada kecenderungan mereka yang membangun tidak mengikuti aturan yang ada. Jadi, izinkan kami tetap menata sesuai tata ruang dan tentu saja itu tidak termasuk apa yang diwartakan sebagai penggusuran. Saya kira kami jauh dari kata penggusuran,&amp;rdquo; tegasnya.
Dia juga menyampaikan rencananya untuk mengembangkan salah satu daerah di lokasi pembangunan yang akan difungsikan sebagai living museum heritage.
Menurutnya, daerah yang merupakan wilayah masyarakat adat itu awalnya  akan dipindahkan karena proyek pengendalian banjir. Namun, melalui  diskusi dan sosialisasi yang baik, solusi teknologi ditemukan sehingga  masyarakat adat yang tinggal di sana tidak perlu dipindahkan.
&amp;ldquo;Ini akan menjadi salah satu kawasan percontohan bagaimana kami  memperlakukan saudara-saudara kita di lapangan. Bagaimana mereka bisa  hidup lebih baik, lebih sejahtera, itu yang kami carikan.
Kalau dari mereka akan ada membuka usaha, akan kami sediakan  tempatnya tapi itu akan kami tata dengan satu kawasan yang benar-benar  humanis. Itu janji kami,&amp;rdquo; pungkas Bambang.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMy8xLzE3ODI4NC81L3g4dWM4MjY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah memastikan pembangunan IKN Nusantara dilakukan tanpa penggusuran warga di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono menanggapi pertanyaan politisi PAN Guspardi Gaus dalam rapat kerja Komisi II DPR RI dengan OIKN di Jakarta, Senin (18/3/2024).
Gaus meminta klarifikasi Bambang atas pemberitaan di media terkait surat OIKN kepada 200 warga di Kecamatan Sepaku yang meminta mereka membongkar bangunan mereka di lokasi pembangunan IKN.

BACA JUGA:
 DPR Usul DKJ Jadi Ibu Kota Legislasi, Kemendagri: Jangan Biarkan Kami Saja di IKN


&amp;ldquo;Tidak ada penggusuran yang semena-mena. Saya sebagai warga Sepaku &amp;mdash;KTP saya dan istri sudah menjadi warga Sepaku&amp;mdash;melihat mereka sebagai warga saya, sehingga kalau ada sesuatu yang tidak berpihak kepada mereka, pada tempatnyalah saya untuk memberikan ruang kepada mereka,&amp;rdquo; kata Bambang dilansir dari Antara.
Bambang menjelaskan bahwa keributan yang terjadi beberapa waktu lalu diharapkan menjadi yang terakhir. Apa yang dilakukan OIKN adalah untuk menjaga tata ruang yang baik di kawasan tersebut.

BACA JUGA:
6 Fakta Rumah Menteri IKN dan Tak Ada Kerja Lambat di IKN


&amp;ldquo;Bapak, ibu bisa melihat bagaimana euforia pembangunan di kawasan ini, sehingga ada kecenderungan mereka yang membangun tidak mengikuti aturan yang ada. Jadi, izinkan kami tetap menata sesuai tata ruang dan tentu saja itu tidak termasuk apa yang diwartakan sebagai penggusuran. Saya kira kami jauh dari kata penggusuran,&amp;rdquo; tegasnya.
Dia juga menyampaikan rencananya untuk mengembangkan salah satu daerah di lokasi pembangunan yang akan difungsikan sebagai living museum heritage.
Menurutnya, daerah yang merupakan wilayah masyarakat adat itu awalnya  akan dipindahkan karena proyek pengendalian banjir. Namun, melalui  diskusi dan sosialisasi yang baik, solusi teknologi ditemukan sehingga  masyarakat adat yang tinggal di sana tidak perlu dipindahkan.
&amp;ldquo;Ini akan menjadi salah satu kawasan percontohan bagaimana kami  memperlakukan saudara-saudara kita di lapangan. Bagaimana mereka bisa  hidup lebih baik, lebih sejahtera, itu yang kami carikan.
Kalau dari mereka akan ada membuka usaha, akan kami sediakan  tempatnya tapi itu akan kami tata dengan satu kawasan yang benar-benar  humanis. Itu janji kami,&amp;rdquo; pungkas Bambang.</content:encoded></item></channel></rss>
