<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Jagung Disetop, Begini Kata Dirut Bulog</title><description>Bayu Krisnamurthi menyatakan sisa impor jagung tahun ini tidak akan dilanjutkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/19/320/2985067/impor-jagung-disetop-begini-kata-dirut-bulog</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/19/320/2985067/impor-jagung-disetop-begini-kata-dirut-bulog"/><item><title>Impor Jagung Disetop, Begini Kata Dirut Bulog</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/19/320/2985067/impor-jagung-disetop-begini-kata-dirut-bulog</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/19/320/2985067/impor-jagung-disetop-begini-kata-dirut-bulog</guid><pubDate>Selasa 19 Maret 2024 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/19/320/2985067/impor-jagung-disetop-begini-kata-dirut-bulog-QqDpfFVnUf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Setop Impor Jagung. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/19/320/2985067/impor-jagung-disetop-begini-kata-dirut-bulog-QqDpfFVnUf.jpg</image><title>Setop Impor Jagung. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNi8xLzE3ODM4Mi81L3g4dWw2NDA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyatakan sisa impor jagung tahun ini tidak akan dilanjutkan. Hal ini dilakukan apabila pemerintah menghendaki perusahaan menghentikan impor komoditas tersebut.
Adapun, Kementerian Pertanian (Kementan) melarang adanya impor jagung, kebijakan ini mulai diterapkan pekan ini. Sebagai gantinya, Bulog diminta menyerap 500.000 ton jagung di dalam negeri, sejalan dengan proyeksi panen raya yang baik.

BACA JUGA:
Keran Impor Ditutup, Bulog dan Pengusaha Ternak Diminta Serap 500 Ribu Ton Jagung Petani

&amp;ldquo;Pada saat sekarang pemerintah menghentikan ya kita berhenti (impor),&amp;rdquo; ujar Bayu dikutip Selasa (19/3/2024).
Bulog memang mengantongi izin untuk melaksanakan impor jagung selama satu tahun. Aksi korporasi itu untuk memenuhi kebutuhan para peternak. Bayu mengaku, sepanjang Januari-Februari 2024 pihaknya telah mendatangkan jagung dari negara mitra.
Kendati tidak menyebut berapa jumlah yang sudah didatangkan, menurutnya komoditas tersebut sudah disalurkan ke peternak di beberapa daerah.

BACA JUGA:
Indonesia Setop Impor Jagung, Ternyata Ini Alasannya

&amp;ldquo;Pelarangan impor untuk jagung baru keluar minggu ini, keluar sekarang, jadi yang kemarin Januari-Februari sudah ada beberapa shipment jagung dan itu atas permintaan pemerintah dan masyarakat karena harga jagung terlalu mahal di Januari-Februari,&amp;rdquo; paparnya.&amp;ldquo;Seluruh peternak menjerit karena pakannya terlalu mahal, jadi yang diimpor oleh Bulog adalah jagung yang dipakai untuk membantu peternak kecil, layer, dan juga peternak pabrik pakan, ternak untuk broiler,&amp;rdquo; lanjut dia.
Menurutnya, larangan impor saat ini masuk akal lantaran panen jagung di Tanah Air diperkirakan mencukupi kebutuhan nasional. Namun, impor bisa kembali dilakukan bila Indonesia dihadapkan dengan musim paceklik.
&amp;ldquo;Jadi kita tunggu musim panen sekarang, nanti kalau musim paceklik lagi jangan-jangan para peternak kita membutuhkan jagung lagi, jadi pada waktu itu kita adakan lagi (impor),&amp;rdquo; tukas Bayu.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNi8xLzE3ODM4Mi81L3g4dWw2NDA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyatakan sisa impor jagung tahun ini tidak akan dilanjutkan. Hal ini dilakukan apabila pemerintah menghendaki perusahaan menghentikan impor komoditas tersebut.
Adapun, Kementerian Pertanian (Kementan) melarang adanya impor jagung, kebijakan ini mulai diterapkan pekan ini. Sebagai gantinya, Bulog diminta menyerap 500.000 ton jagung di dalam negeri, sejalan dengan proyeksi panen raya yang baik.

BACA JUGA:
Keran Impor Ditutup, Bulog dan Pengusaha Ternak Diminta Serap 500 Ribu Ton Jagung Petani

&amp;ldquo;Pada saat sekarang pemerintah menghentikan ya kita berhenti (impor),&amp;rdquo; ujar Bayu dikutip Selasa (19/3/2024).
Bulog memang mengantongi izin untuk melaksanakan impor jagung selama satu tahun. Aksi korporasi itu untuk memenuhi kebutuhan para peternak. Bayu mengaku, sepanjang Januari-Februari 2024 pihaknya telah mendatangkan jagung dari negara mitra.
Kendati tidak menyebut berapa jumlah yang sudah didatangkan, menurutnya komoditas tersebut sudah disalurkan ke peternak di beberapa daerah.

BACA JUGA:
Indonesia Setop Impor Jagung, Ternyata Ini Alasannya

&amp;ldquo;Pelarangan impor untuk jagung baru keluar minggu ini, keluar sekarang, jadi yang kemarin Januari-Februari sudah ada beberapa shipment jagung dan itu atas permintaan pemerintah dan masyarakat karena harga jagung terlalu mahal di Januari-Februari,&amp;rdquo; paparnya.&amp;ldquo;Seluruh peternak menjerit karena pakannya terlalu mahal, jadi yang diimpor oleh Bulog adalah jagung yang dipakai untuk membantu peternak kecil, layer, dan juga peternak pabrik pakan, ternak untuk broiler,&amp;rdquo; lanjut dia.
Menurutnya, larangan impor saat ini masuk akal lantaran panen jagung di Tanah Air diperkirakan mencukupi kebutuhan nasional. Namun, impor bisa kembali dilakukan bila Indonesia dihadapkan dengan musim paceklik.
&amp;ldquo;Jadi kita tunggu musim panen sekarang, nanti kalau musim paceklik lagi jangan-jangan para peternak kita membutuhkan jagung lagi, jadi pada waktu itu kita adakan lagi (impor),&amp;rdquo; tukas Bayu.</content:encoded></item></channel></rss>
