<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Hitung THR Prorata jika Masa Kerja Kurang dari Setahun</title><description>Cara hitung THR Prorata jika masa kerja kurang dari setahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985484/cara-hitung-thr-prorata-jika-masa-kerja-kurang-dari-setahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985484/cara-hitung-thr-prorata-jika-masa-kerja-kurang-dari-setahun"/><item><title>Cara Hitung THR Prorata jika Masa Kerja Kurang dari Setahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985484/cara-hitung-thr-prorata-jika-masa-kerja-kurang-dari-setahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985484/cara-hitung-thr-prorata-jika-masa-kerja-kurang-dari-setahun</guid><pubDate>Rabu 20 Maret 2024 03:35 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/19/320/2985484/cara-hitung-thr-prorata-jika-masa-kerja-kurang-dari-setahun-pdh6hUUynh.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Cara menghitung THR Prorata (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/19/320/2985484/cara-hitung-thr-prorata-jika-masa-kerja-kurang-dari-setahun-pdh6hUUynh.jpeg</image><title>Cara menghitung THR Prorata (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xOC8xLzE3ODQ3MS81L3g4dXNja3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Cara hitung THR Prorata jika masa kerja kurang dari setahun. Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) wajib dilakukan perusahaan kepada karyawannya.
Hal itu seperti yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK.04/III/2024 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2024 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

BACA JUGA:
Taspen Cairkan THR Pensiunan PNS Mulai 22 Maret 2024


SE tersebut sudah diformulasikan tata cara penghitungan pemberian THR kepada para pekerja lepas maupun pekerja kontrak. Baik dengan umur kerja 1 bulan lebih, maupun di atas 1 tahun mempunyai bayaran THR yang tidak sama.
Berikut cara menghitung THR prorata jika masa kerja kurang dari setahun. Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, maka penghitungan pembayaran THR yaitu, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rerata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

BACA JUGA:
Ini Syarat Pekerja yang Dapat THR Lebaran 2024


Sedangkan bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan THR dihitung berdasarkan rerata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
Untuk pekerja atau buruh yang menerima upah dengan sistem satuan hasil maka perhitungan upah satu bulan didasarkan pada upah rata-rata 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
Kemnaker mengimbau para perusahaan agar menaati tenggat waktu yang  sudah diberikan untuk pembayaran THR paling lambat H-7 lebaran, dan  sudah bisa mulai disalurkan sejak saat ini.
SE Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK.04/III/2024 juga mengatur  soal pembayaran bagi para pekerja lepas, seperti Ojol dan kurir platform  belanja online.
Dalam SE tersebut dijelaskan, bagi pekerja/buruh yang bekerja  berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, maka penghitungan pembayaran  THR yaitu, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau  lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rerata upah yang diterima  dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
Sedangkan bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12  bulan, upah 1 bulan THR dihitung berdasarkan rerata upah yang diterima  tiap bulan selama masa kerja.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xOC8xLzE3ODQ3MS81L3g4dXNja3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Cara hitung THR Prorata jika masa kerja kurang dari setahun. Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) wajib dilakukan perusahaan kepada karyawannya.
Hal itu seperti yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK.04/III/2024 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2024 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

BACA JUGA:
Taspen Cairkan THR Pensiunan PNS Mulai 22 Maret 2024


SE tersebut sudah diformulasikan tata cara penghitungan pemberian THR kepada para pekerja lepas maupun pekerja kontrak. Baik dengan umur kerja 1 bulan lebih, maupun di atas 1 tahun mempunyai bayaran THR yang tidak sama.
Berikut cara menghitung THR prorata jika masa kerja kurang dari setahun. Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, maka penghitungan pembayaran THR yaitu, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rerata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

BACA JUGA:
Ini Syarat Pekerja yang Dapat THR Lebaran 2024


Sedangkan bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan THR dihitung berdasarkan rerata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
Untuk pekerja atau buruh yang menerima upah dengan sistem satuan hasil maka perhitungan upah satu bulan didasarkan pada upah rata-rata 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
Kemnaker mengimbau para perusahaan agar menaati tenggat waktu yang  sudah diberikan untuk pembayaran THR paling lambat H-7 lebaran, dan  sudah bisa mulai disalurkan sejak saat ini.
SE Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK.04/III/2024 juga mengatur  soal pembayaran bagi para pekerja lepas, seperti Ojol dan kurir platform  belanja online.
Dalam SE tersebut dijelaskan, bagi pekerja/buruh yang bekerja  berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, maka penghitungan pembayaran  THR yaitu, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau  lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rerata upah yang diterima  dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
Sedangkan bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12  bulan, upah 1 bulan THR dihitung berdasarkan rerata upah yang diterima  tiap bulan selama masa kerja.</content:encoded></item></channel></rss>
