<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aliran Modal Asing Masuk RI Tembus Rp22 Triliun di Tengah Ketidakpastian</title><description>Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa aliran masuk modal asing, khususnya investasi portofolio.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985828/aliran-modal-asing-masuk-ri-tembus-rp22-triliun-di-tengah-ketidakpastian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985828/aliran-modal-asing-masuk-ri-tembus-rp22-triliun-di-tengah-ketidakpastian"/><item><title>Aliran Modal Asing Masuk RI Tembus Rp22 Triliun di Tengah Ketidakpastian</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985828/aliran-modal-asing-masuk-ri-tembus-rp22-triliun-di-tengah-ketidakpastian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985828/aliran-modal-asing-masuk-ri-tembus-rp22-triliun-di-tengah-ketidakpastian</guid><pubDate>Rabu 20 Maret 2024 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/20/320/2985828/aliran-modal-asing-masuk-ri-tembus-rp22-triliun-di-tengah-ketidakpastian-04n52uJ3s4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aliran modal asing masuk RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/20/320/2985828/aliran-modal-asing-masuk-ri-tembus-rp22-triliun-di-tengah-ketidakpastian-04n52uJ3s4.jpg</image><title>Aliran modal asing masuk RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xOS8xLzE3ODU0NC81L3g4dXgxeWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa aliran masuk modal asing, khususnya investasi portofolio.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, aliran dana masuk atau capital inflow hingga 18 Maret 2024 senilai USD1,4 miliar atau setara Rp22,01 triliun (kurs Rp15.724).
&quot;Meskipun sempat terjadi outflow pada bulan Maret 2024 dipicu masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulan Maret 2024 di Jakarta, Rabu (20/3/2024).

BACA JUGA:
Inflasi Capai 2,75%, Gubernur BI Klaim Masih Stabil


Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mendukung ketahanan eksternal.  Prospek neraca transaksi berjalan triwulan I 2024 sedikit menurun, dipengaruhi oleh menipisnya surplus neraca perdagangan barang.

BACA JUGA:
Proyeksi Ekonomi Global Mulai Pulih, Gubernur BI Singgung Suku Bunga The Fed


Pada Februari 2024, neraca perdagangan mencatatkan surplus sebesar USD0,9 miliar, menurun dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar USD2,0 miliar.
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Februari 2024 tetap tinggi sebesar USD144,0 miliar, setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
&quot;Secara keseluruhan, NPI 2024 diprakirakan tetap baik dan mencatatkan  surplus dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar  0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB,&quot; ungkap Perry.
Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan  melanjutkan surplus didukung oleh aliran masuk modal asing yang  dipengaruhi persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian  nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xOS8xLzE3ODU0NC81L3g4dXgxeWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa aliran masuk modal asing, khususnya investasi portofolio.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, aliran dana masuk atau capital inflow hingga 18 Maret 2024 senilai USD1,4 miliar atau setara Rp22,01 triliun (kurs Rp15.724).
&quot;Meskipun sempat terjadi outflow pada bulan Maret 2024 dipicu masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulan Maret 2024 di Jakarta, Rabu (20/3/2024).

BACA JUGA:
Inflasi Capai 2,75%, Gubernur BI Klaim Masih Stabil


Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mendukung ketahanan eksternal.  Prospek neraca transaksi berjalan triwulan I 2024 sedikit menurun, dipengaruhi oleh menipisnya surplus neraca perdagangan barang.

BACA JUGA:
Proyeksi Ekonomi Global Mulai Pulih, Gubernur BI Singgung Suku Bunga The Fed


Pada Februari 2024, neraca perdagangan mencatatkan surplus sebesar USD0,9 miliar, menurun dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar USD2,0 miliar.
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Februari 2024 tetap tinggi sebesar USD144,0 miliar, setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
&quot;Secara keseluruhan, NPI 2024 diprakirakan tetap baik dan mencatatkan  surplus dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar  0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB,&quot; ungkap Perry.
Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan  melanjutkan surplus didukung oleh aliran masuk modal asing yang  dipengaruhi persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian  nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.</content:encoded></item></channel></rss>
