<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral! Singgih Shahara Open Donasi untuk Berobat Ibu, Raup Rp250 Juta tapi Dipakai Buat Pinjol</title><description>Nama Singgih Shahara menjadi sorotan di media sosial.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985875/viral-singgih-shahara-open-donasi-untuk-berobat-ibu-raup-rp250-juta-tapi-dipakai-buat-pinjol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985875/viral-singgih-shahara-open-donasi-untuk-berobat-ibu-raup-rp250-juta-tapi-dipakai-buat-pinjol"/><item><title>Viral! Singgih Shahara Open Donasi untuk Berobat Ibu, Raup Rp250 Juta tapi Dipakai Buat Pinjol</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985875/viral-singgih-shahara-open-donasi-untuk-berobat-ibu-raup-rp250-juta-tapi-dipakai-buat-pinjol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985875/viral-singgih-shahara-open-donasi-untuk-berobat-ibu-raup-rp250-juta-tapi-dipakai-buat-pinjol</guid><pubDate>Rabu 20 Maret 2024 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/20/320/2985875/viral-singgih-shahara-open-donasi-untuk-berobat-ibu-raup-rp250-juta-tapi-dipakai-buat-pinjol-KINOOd5kmo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral Singgih Shahara pakai uang donasi untuk bayar pinjol (Foto: Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/20/320/2985875/viral-singgih-shahara-open-donasi-untuk-berobat-ibu-raup-rp250-juta-tapi-dipakai-buat-pinjol-KINOOd5kmo.jpg</image><title>Viral Singgih Shahara pakai uang donasi untuk bayar pinjol (Foto: Twitter)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMS8xLzE3NDUyNC81L3g4cTRxZGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Nama Singgih Shahara menjadi sorotan di media sosial. Singgih Shahara melakukan penyelewengan dana donasi yang dia kumpulkan untuk pengobatan ibu dan anaknya.
Penggalangan dana donasi online yang dilakukan Singgih Shahara sudah berlangsung selama beberapa tahun. Salah satu akun X, mengungkap bahwa uang donasi yang diterima Singgih Shahara mencapai Rp200 juta.

BACA JUGA:
Veri AFI Akui Pernah Jadi Korban Kecurangan Pinjol, Padahal Baru Satu Kali Klik


&amp;ldquo;Guys, udah mencapai Rp223.501.801 dan donatur tercatat sebanyak 408 orang hingga detik ini. Ntar gue coba untuk filterin versi Twitter dan direct transfer ya,&amp;rdquo; tulis akun wahkerensih, Rabu (20/3/2024).
Awalnya, netizen curiga dengan aksi Singgih karena dia membuka open donasi sejak 2022 sampai sekarang. Singgih mengaku biaya untuk cuci darah ibunya tidak ditanggung oleh BPJS.

BACA JUGA:
Benarkah Motif Sekeluarga Tewas Lompat dari Apartemen Terjerat Pinjol? Ini Kata Polisi


Selain melalui media sosial X, Singgih diduga membuka open donasi di sejumlah platform seperti di akun KitaBisa. Namun baru-baru ini, terkuak bahwa pengobatan dari ibu Singgih ditangguh sepenuhnya oleh BPJS.
Hal ini diungkap oleh akun @bangwilddss yang mengungkap Singgih mendapatkan donasi hingga Rp250 juta. Kemudian hanya Rp50 juta yang digunakan Singgih untuk pengobatan ibu dan anaknya.
Sementara sisanya ia alokasikan untuk kebutuhan hidup, seperti bayar kontrakan sebesar Rp30 juta untuk kontrakan selama 3 tahun, serta melunasi utang pinjaman online.
Ditambahkan oleh akun tersebut, pihak-pihak yang melakukan  investigasi mandiri terhadap sepak terjang Singgih sudah melakukan  pelaporan ke pihak kepolsian, di Polsek Candisari, Semarang untuk proses  mediasi penyelesaian kasus ini.
Kasus penggalangan dana ini pun langsung ditindaklanjuti oleh  KitaBisa. Tim Kitabisa sudah bertemu langsung dengan Singgih Shahara  untuk konfirmasi dan validasi tentang galang dana yang dibuat di  Kitabisa.
&amp;ldquo;Seperti yang kami sudah verifikasi sebelumnya di galang dana ybs,  benar bahwa ibu dan anak Singgih dalam kondisi sakit dan perlu  pengobatan,&amp;rdquo; tulis akun KitaBisa.
Adapun sebagian dari donasi yang terkumpul melalui Kitabisa telah  digunakan untuk pengobatan dan biaya penunjang pengobatan seperti  pembelian susu, mainan untuk terapi anak, transportasi rumah sakit dan  pembayaran kontrakan untuk Singgih dan keluarganya.
Kepada KitaBisa, Singgih mengaku sisa sebagian lain penggunaan dana  yang sudah dicairkan dari Kitabisa tidak bisa dia pertanggungjawabkan  karena tidak bisa memberikan bukti penggunaan donasi, dengan alasan nota  terbuang dan sebagian donasi digunakan untuk memenuhi kehidupan  sehari-hari.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMS8xLzE3NDUyNC81L3g4cTRxZGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Nama Singgih Shahara menjadi sorotan di media sosial. Singgih Shahara melakukan penyelewengan dana donasi yang dia kumpulkan untuk pengobatan ibu dan anaknya.
Penggalangan dana donasi online yang dilakukan Singgih Shahara sudah berlangsung selama beberapa tahun. Salah satu akun X, mengungkap bahwa uang donasi yang diterima Singgih Shahara mencapai Rp200 juta.

BACA JUGA:
Veri AFI Akui Pernah Jadi Korban Kecurangan Pinjol, Padahal Baru Satu Kali Klik


&amp;ldquo;Guys, udah mencapai Rp223.501.801 dan donatur tercatat sebanyak 408 orang hingga detik ini. Ntar gue coba untuk filterin versi Twitter dan direct transfer ya,&amp;rdquo; tulis akun wahkerensih, Rabu (20/3/2024).
Awalnya, netizen curiga dengan aksi Singgih karena dia membuka open donasi sejak 2022 sampai sekarang. Singgih mengaku biaya untuk cuci darah ibunya tidak ditanggung oleh BPJS.

BACA JUGA:
Benarkah Motif Sekeluarga Tewas Lompat dari Apartemen Terjerat Pinjol? Ini Kata Polisi


Selain melalui media sosial X, Singgih diduga membuka open donasi di sejumlah platform seperti di akun KitaBisa. Namun baru-baru ini, terkuak bahwa pengobatan dari ibu Singgih ditangguh sepenuhnya oleh BPJS.
Hal ini diungkap oleh akun @bangwilddss yang mengungkap Singgih mendapatkan donasi hingga Rp250 juta. Kemudian hanya Rp50 juta yang digunakan Singgih untuk pengobatan ibu dan anaknya.
Sementara sisanya ia alokasikan untuk kebutuhan hidup, seperti bayar kontrakan sebesar Rp30 juta untuk kontrakan selama 3 tahun, serta melunasi utang pinjaman online.
Ditambahkan oleh akun tersebut, pihak-pihak yang melakukan  investigasi mandiri terhadap sepak terjang Singgih sudah melakukan  pelaporan ke pihak kepolsian, di Polsek Candisari, Semarang untuk proses  mediasi penyelesaian kasus ini.
Kasus penggalangan dana ini pun langsung ditindaklanjuti oleh  KitaBisa. Tim Kitabisa sudah bertemu langsung dengan Singgih Shahara  untuk konfirmasi dan validasi tentang galang dana yang dibuat di  Kitabisa.
&amp;ldquo;Seperti yang kami sudah verifikasi sebelumnya di galang dana ybs,  benar bahwa ibu dan anak Singgih dalam kondisi sakit dan perlu  pengobatan,&amp;rdquo; tulis akun KitaBisa.
Adapun sebagian dari donasi yang terkumpul melalui Kitabisa telah  digunakan untuk pengobatan dan biaya penunjang pengobatan seperti  pembelian susu, mainan untuk terapi anak, transportasi rumah sakit dan  pembayaran kontrakan untuk Singgih dan keluarganya.
Kepada KitaBisa, Singgih mengaku sisa sebagian lain penggunaan dana  yang sudah dicairkan dari Kitabisa tidak bisa dia pertanggungjawabkan  karena tidak bisa memberikan bukti penggunaan donasi, dengan alasan nota  terbuang dan sebagian donasi digunakan untuk memenuhi kehidupan  sehari-hari.
</content:encoded></item></channel></rss>
