<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jepang Naikkan Suku Bunga, BI: Tidak Ada Pengaruhnya</title><description>Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) menaikkan suku bunga acuannya pada Selasa (19/3/2024).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985973/jepang-naikkan-suku-bunga-bi-tidak-ada-pengaruhnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985973/jepang-naikkan-suku-bunga-bi-tidak-ada-pengaruhnya"/><item><title>Jepang Naikkan Suku Bunga, BI: Tidak Ada Pengaruhnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985973/jepang-naikkan-suku-bunga-bi-tidak-ada-pengaruhnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2985973/jepang-naikkan-suku-bunga-bi-tidak-ada-pengaruhnya</guid><pubDate>Rabu 20 Maret 2024 20:17 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/20/320/2985973/jepang-naikkan-suku-bunga-bi-tidak-ada-pengaruhnya-o4OfgtEaIS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Dampak kenaikan suku bunga Jepang ke RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/20/320/2985973/jepang-naikkan-suku-bunga-bi-tidak-ada-pengaruhnya-o4OfgtEaIS.jpeg</image><title>Dampak kenaikan suku bunga Jepang ke RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNC8xMC8xNjgwNzMvNS94OG1pamxt&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) menaikkan suku bunga acuannya pada Selasa (19/3/2024). Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, sejauh ini efek dari keputusan BoJ tidak berpengaruh terhadap pasar keuangan maupun rupiah.
&quot;Kami tidak melihat kebijakan BoJ berpengaruh besar terhadap pergerakan inflow-outflow maupun berkaitan dengan nilai tukar, karena ujung-ujungnya nilai tukar berbagai negara ditentukan kekuatan nilai tukar dolar yang masih cukup kuat. Itu yang menjadi suatu elemen tekanan terhadap nilai tukar meningkat,&quot; jelas Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulan Maret 2024 di Jakarta, Rabu (20/3/2024).

BACA JUGA:
Begini Cara Tukar Uang Baru Lebaran di Bank Indonesia 


Pasar keuangan Indonesia, lanjut Perry, memang mengalami tekanan arus modal keluar (capital outflow). Namun itu bukan karena keputusan BoJ.
&quot;Ketidakpastian pasar global masih tinggi, sehingga terjadi outflow di SBN. Sebagian karena dolar yang masih cukup kuat,&quot; tambah Perry.

BACA JUGA:
Tarik Nasabah Baru, Maybank Indonesia Gelar Maybank Marathon Bali 2024


Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menambahkan, sejauh ini belum ada dampak signifikan di pasar akibat keputusan BoJ. Bahkan kenaikan suku bunga di Jepang tidak membuat mata uang yen menguat.
&quot;Bahkan tertutup oleh pengaruh dolar AS yang thats why trennya menguat dalam beberapa hari ini,&quot; ujar Destry.
Menurut Destry, usai Jepang menaikkan suku bunga dan melonggarkan limit untuk yield, BI melihat dampaknya justru ke yen.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNC8xMC8xNjgwNzMvNS94OG1pamxt&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) menaikkan suku bunga acuannya pada Selasa (19/3/2024). Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, sejauh ini efek dari keputusan BoJ tidak berpengaruh terhadap pasar keuangan maupun rupiah.
&quot;Kami tidak melihat kebijakan BoJ berpengaruh besar terhadap pergerakan inflow-outflow maupun berkaitan dengan nilai tukar, karena ujung-ujungnya nilai tukar berbagai negara ditentukan kekuatan nilai tukar dolar yang masih cukup kuat. Itu yang menjadi suatu elemen tekanan terhadap nilai tukar meningkat,&quot; jelas Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulan Maret 2024 di Jakarta, Rabu (20/3/2024).

BACA JUGA:
Begini Cara Tukar Uang Baru Lebaran di Bank Indonesia 


Pasar keuangan Indonesia, lanjut Perry, memang mengalami tekanan arus modal keluar (capital outflow). Namun itu bukan karena keputusan BoJ.
&quot;Ketidakpastian pasar global masih tinggi, sehingga terjadi outflow di SBN. Sebagian karena dolar yang masih cukup kuat,&quot; tambah Perry.

BACA JUGA:
Tarik Nasabah Baru, Maybank Indonesia Gelar Maybank Marathon Bali 2024


Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menambahkan, sejauh ini belum ada dampak signifikan di pasar akibat keputusan BoJ. Bahkan kenaikan suku bunga di Jepang tidak membuat mata uang yen menguat.
&quot;Bahkan tertutup oleh pengaruh dolar AS yang thats why trennya menguat dalam beberapa hari ini,&quot; ujar Destry.
Menurut Destry, usai Jepang menaikkan suku bunga dan melonggarkan limit untuk yield, BI melihat dampaknya justru ke yen.</content:encoded></item></channel></rss>
