<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Migrasi TikTok ke Tokopedia Hampir Rampung, Jangan Lupakan Bantu UMKM</title><description>Proses migrasi Tiktok shop ke Tokopedia hampir rampung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2986001/migrasi-tiktok-ke-tokopedia-hampir-rampung-jangan-lupakan-bantu-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2986001/migrasi-tiktok-ke-tokopedia-hampir-rampung-jangan-lupakan-bantu-umkm"/><item><title>Migrasi TikTok ke Tokopedia Hampir Rampung, Jangan Lupakan Bantu UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2986001/migrasi-tiktok-ke-tokopedia-hampir-rampung-jangan-lupakan-bantu-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/20/320/2986001/migrasi-tiktok-ke-tokopedia-hampir-rampung-jangan-lupakan-bantu-umkm</guid><pubDate>Rabu 20 Maret 2024 21:18 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/20/320/2986001/migrasi-tiktok-ke-tokopedia-hampir-rampung-jangan-lupakan-bantu-umkm-GtC6QSPriB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proses migrasi Tiktok ke Tokopedia jangan lupakan UMKM (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/20/320/2986001/migrasi-tiktok-ke-tokopedia-hampir-rampung-jangan-lupakan-bantu-umkm-GtC6QSPriB.jpg</image><title>Proses migrasi Tiktok ke Tokopedia jangan lupakan UMKM (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xOC80LzE3NzM4MC81L3g4c3Z6aGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Proses migrasi TikTok shop ke Tokopedia hampir rampung. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal menilai digitalisasi UMKM harus didukung agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
&quot;Ekonomi digital sudah menjadi keniscayaan. Kalau kita enggak rangkul ya kita semakin tertinggal,&quot; kata Hekal, Rabu (20/3/2024).

BACA JUGA:
Migrasi TikTok-Tokopedia Hampir Rampung, Jangan Sampai Beda Aturan Rugikan UMKM


Menurutnya, semua pihak harus fokus membantu UMKM beradaptasi dengan teknologi agar dapat berperan lebih besar dalam ekonomi digital. Hekal menyebut integrasi atau migrasi ini sebagai respons atas penutupan kegiatan jualan Tiktok via media sosial, setelah lahirnya Permendag nomor 30. Tiktok sebelumnya hanya memiliki izin sebagai platform sosial media lalu mengakuisisi Tokopedia yang sudah memiliki lisensi sebagai pelaksana e-commerce.
Setelah menjalin kemitraan strategis, Tiktok dan Tokopedia kemudian melakukan integrasi dan migrasi sistem agar sesuai dengan peraturan pemerintah. Selain memberikan apresiasi kepada para pihak, Hekal juga mengajak publik untuk ikut memantau proses ini dalam rangka menjaga keberlangsungan bisnis para UMKM.

BACA JUGA:
5 Fakta DPR Minta Pemerintah Atur TikTok dan Contoh dari AS


Hekal tak memungkiri perkembangan bisnis e-commerce berdampak langsung terhadap pelaku usaha konvensional. Bisa dibilang, jauh sebelum Tiktok hadir, fenomena online shop dan platform e-commerce selalu berbenturan dengan nasib pedagang offline.
&quot;Saya rasa ada kekhawatiran yang klasik, yaitu matinya tempat jualan konvensional,&quot; kata dia.
Padahal, kata Hekal, penjualan online akan terus berkembang dan  semakin meningkat. Ini sudah kehendak zaman yang tidak bisa dilawan.  Untuk itu dirinya mendorong pemerintah dan DPR memikirkan agar integrasi  Tiktok dan Tokopedia memberikan manfaat sebesar besarnya bagi publik,  terutama untuk UMKM yang selama ini belum tersentuh teknologi.
&quot;Untuk manusianya bagaimana upskilling dan reskilling, dan untuk  infrastruktur lama seperti pertokoan dan lain-lain bagaimana untuk  upgrading refunctioning refocusing,&quot; kata dia.
Dia juga mengingatkan agar produk-produk yang dipromosikan di Tiktok  shop dan Tokopedia lebih mengutamakan barang dalam negeri ketimbang  barang impor.
&quot;UMKM ini juga jangan cuma masukin barang impor luar. Utamakan produksi lokal,&quot; tegas Hekal.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xOC80LzE3NzM4MC81L3g4c3Z6aGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Proses migrasi TikTok shop ke Tokopedia hampir rampung. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal menilai digitalisasi UMKM harus didukung agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
&quot;Ekonomi digital sudah menjadi keniscayaan. Kalau kita enggak rangkul ya kita semakin tertinggal,&quot; kata Hekal, Rabu (20/3/2024).

BACA JUGA:
Migrasi TikTok-Tokopedia Hampir Rampung, Jangan Sampai Beda Aturan Rugikan UMKM


Menurutnya, semua pihak harus fokus membantu UMKM beradaptasi dengan teknologi agar dapat berperan lebih besar dalam ekonomi digital. Hekal menyebut integrasi atau migrasi ini sebagai respons atas penutupan kegiatan jualan Tiktok via media sosial, setelah lahirnya Permendag nomor 30. Tiktok sebelumnya hanya memiliki izin sebagai platform sosial media lalu mengakuisisi Tokopedia yang sudah memiliki lisensi sebagai pelaksana e-commerce.
Setelah menjalin kemitraan strategis, Tiktok dan Tokopedia kemudian melakukan integrasi dan migrasi sistem agar sesuai dengan peraturan pemerintah. Selain memberikan apresiasi kepada para pihak, Hekal juga mengajak publik untuk ikut memantau proses ini dalam rangka menjaga keberlangsungan bisnis para UMKM.

BACA JUGA:
5 Fakta DPR Minta Pemerintah Atur TikTok dan Contoh dari AS


Hekal tak memungkiri perkembangan bisnis e-commerce berdampak langsung terhadap pelaku usaha konvensional. Bisa dibilang, jauh sebelum Tiktok hadir, fenomena online shop dan platform e-commerce selalu berbenturan dengan nasib pedagang offline.
&quot;Saya rasa ada kekhawatiran yang klasik, yaitu matinya tempat jualan konvensional,&quot; kata dia.
Padahal, kata Hekal, penjualan online akan terus berkembang dan  semakin meningkat. Ini sudah kehendak zaman yang tidak bisa dilawan.  Untuk itu dirinya mendorong pemerintah dan DPR memikirkan agar integrasi  Tiktok dan Tokopedia memberikan manfaat sebesar besarnya bagi publik,  terutama untuk UMKM yang selama ini belum tersentuh teknologi.
&quot;Untuk manusianya bagaimana upskilling dan reskilling, dan untuk  infrastruktur lama seperti pertokoan dan lain-lain bagaimana untuk  upgrading refunctioning refocusing,&quot; kata dia.
Dia juga mengingatkan agar produk-produk yang dipromosikan di Tiktok  shop dan Tokopedia lebih mengutamakan barang dalam negeri ketimbang  barang impor.
&quot;UMKM ini juga jangan cuma masukin barang impor luar. Utamakan produksi lokal,&quot; tegas Hekal.</content:encoded></item></channel></rss>
