<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Pastikan Tambahan Anggaran Rp5,8 Triliun Segera Cair</title><description>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman  memastikan tambahan anggaran Rp5,83 triliun segera terealisasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/21/320/2986421/mentan-pastikan-tambahan-anggaran-rp5-8-triliun-segera-cair</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/21/320/2986421/mentan-pastikan-tambahan-anggaran-rp5-8-triliun-segera-cair"/><item><title>Mentan Pastikan Tambahan Anggaran Rp5,8 Triliun Segera Cair</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/21/320/2986421/mentan-pastikan-tambahan-anggaran-rp5-8-triliun-segera-cair</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/21/320/2986421/mentan-pastikan-tambahan-anggaran-rp5-8-triliun-segera-cair</guid><pubDate>Kamis 21 Maret 2024 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/21/320/2986421/mentan-pastikan-tambahan-anggaran-rp5-8-triliun-segera-cair-wZe7xBL2SB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Amran pastikan tambahan anggaran untuk antisipasi krisis pangan segera cair (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/21/320/2986421/mentan-pastikan-tambahan-anggaran-rp5-8-triliun-segera-cair-wZe7xBL2SB.jpg</image><title>Mentan Amran pastikan tambahan anggaran untuk antisipasi krisis pangan segera cair (Foto: Kementan)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMS80LzE3ODYwNi81L3g4djZqNGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan tambahan anggaran Rp5,83 triliun untuk peningkatan produksi pangan dan antisipasi krisis pangan akibat El Nino sudah disetujui dan aman. Saat meninjau area pompanisasi di Kabupaten Grobogan, Mentan Amran menyampaikan, tambahan anggaran tersebut dilakukan untuk mendukung upaya khusus percepatan tanam dan peningkatan produksi padi dan jagung.

BACA JUGA:
Chief Talk Okezone: Mentan Sebut Hidupnya Suatu Negara Ditentukan oleh Pangan


&amp;ldquo;Ada tambahan ABT (Anggaran Belanja Tambahan) Rp5,8 Triliun, jadi ada hikmah dibalik El Nino, petani mendapatkan insentif berupa pompa, benih, bibit unggul untuk padi dan jagung&amp;rdquo; beber Mentan Amran di Desa Bringin, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Kamis (20/3/2024).
Selanjutnya Mentan Amran mengatakan penambahan anggaran pupuk bersubsidi juga sudah disetujui Presiden Joko Widodo dan diharapkan dapat segera terealisasi. Hal ini juga disusul kabar akan terbitnya surat keputusan Menteri Keuangan, tentang anggaran biaya tambahan pupuk bersubsidi 2024, sebesar Rp14 triliun dalam waktu dekat.

BACA JUGA:
Chief Talk Okezone: Mentan Bicara soal Indonesia Darurat Pangan


&amp;ldquo;Ini berita baik untuk petani, mudah - mudahan dalam waktu dekat, SK pupuk segera keluar, yang dulunya kuota pupuk bersubsidi hanya 50% yaitu 4,7 juta ton, sekarang ini sudah disetujui Bapak Presiden, naik menjadi 9,5 juta ton, dalam waktu dekat SK nya turun, dan kami tindak lanjuti ke Gubernur dan Bupati se Indonesia&amp;rdquo; terang Mentan Amran.
Dalam setiap kesempatan Mentan Amran mengatakan saat ini, Indonesia  dalam kondisi darurat pangan. Anggaran tambahan baik untuk peningkatan  produksi pangan maupun penambahan kuota pupuk bersubsidi diharapkan  dapat menjadi langkah strategis pemerintah Indonesia dalam  mengantisipasi dampak fenomena alam El Nino dan perubahan iklim yang  melanda hampir seluruh dunia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMS80LzE3ODYwNi81L3g4djZqNGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan tambahan anggaran Rp5,83 triliun untuk peningkatan produksi pangan dan antisipasi krisis pangan akibat El Nino sudah disetujui dan aman. Saat meninjau area pompanisasi di Kabupaten Grobogan, Mentan Amran menyampaikan, tambahan anggaran tersebut dilakukan untuk mendukung upaya khusus percepatan tanam dan peningkatan produksi padi dan jagung.

BACA JUGA:
Chief Talk Okezone: Mentan Sebut Hidupnya Suatu Negara Ditentukan oleh Pangan


&amp;ldquo;Ada tambahan ABT (Anggaran Belanja Tambahan) Rp5,8 Triliun, jadi ada hikmah dibalik El Nino, petani mendapatkan insentif berupa pompa, benih, bibit unggul untuk padi dan jagung&amp;rdquo; beber Mentan Amran di Desa Bringin, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Kamis (20/3/2024).
Selanjutnya Mentan Amran mengatakan penambahan anggaran pupuk bersubsidi juga sudah disetujui Presiden Joko Widodo dan diharapkan dapat segera terealisasi. Hal ini juga disusul kabar akan terbitnya surat keputusan Menteri Keuangan, tentang anggaran biaya tambahan pupuk bersubsidi 2024, sebesar Rp14 triliun dalam waktu dekat.

BACA JUGA:
Chief Talk Okezone: Mentan Bicara soal Indonesia Darurat Pangan


&amp;ldquo;Ini berita baik untuk petani, mudah - mudahan dalam waktu dekat, SK pupuk segera keluar, yang dulunya kuota pupuk bersubsidi hanya 50% yaitu 4,7 juta ton, sekarang ini sudah disetujui Bapak Presiden, naik menjadi 9,5 juta ton, dalam waktu dekat SK nya turun, dan kami tindak lanjuti ke Gubernur dan Bupati se Indonesia&amp;rdquo; terang Mentan Amran.
Dalam setiap kesempatan Mentan Amran mengatakan saat ini, Indonesia  dalam kondisi darurat pangan. Anggaran tambahan baik untuk peningkatan  produksi pangan maupun penambahan kuota pupuk bersubsidi diharapkan  dapat menjadi langkah strategis pemerintah Indonesia dalam  mengantisipasi dampak fenomena alam El Nino dan perubahan iklim yang  melanda hampir seluruh dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
