<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pedagang Keluhan Akses Modal, Jokowi: Skema Pembiayaan Macam-Macam</title><description>Presiden Jokowi menanggapi keluhan sebagian masyarakat mengenai sulitnya akses modal Kredit Usaha Rakyat (KUR).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/21/320/2986461/pedagang-keluhan-akses-modal-jokowi-skema-pembiayaan-macam-macam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/21/320/2986461/pedagang-keluhan-akses-modal-jokowi-skema-pembiayaan-macam-macam"/><item><title>Pedagang Keluhan Akses Modal, Jokowi: Skema Pembiayaan Macam-Macam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/21/320/2986461/pedagang-keluhan-akses-modal-jokowi-skema-pembiayaan-macam-macam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/21/320/2986461/pedagang-keluhan-akses-modal-jokowi-skema-pembiayaan-macam-macam</guid><pubDate>Kamis 21 Maret 2024 18:59 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/21/320/2986461/pedagang-keluhan-akses-modal-jokowi-skema-pembiayaan-macam-macam-gaUU7a4sMR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi minta masyarakat manfaatkan ragam skema pembiayaan (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/21/320/2986461/pedagang-keluhan-akses-modal-jokowi-skema-pembiayaan-macam-macam-gaUU7a4sMR.jpg</image><title>Jokowi minta masyarakat manfaatkan ragam skema pembiayaan (Foto: Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMS80LzE3ODYyNC81L3g4djcxaDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi menanggapi keluhan sebagian masyarakat mengenai sulitnya akses modal Kredit Usaha Rakyat (KUR). Presiden menekankan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai skema pembiayaan untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah.
&quot;Sebetulnya kita ini kan punya skema yang macam-macam. Untuk yang sampai Rp500 juta ada yang namanya KUR bunganya pun hanya 6 persen per tahun, KUR bisa Rp25 juta sampai Rp500 juta ke bank pemerintah,&quot; kata Presiden usai kunjungi Pasar Sungai Ringin, Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (21/3/2024).

BACA JUGA:
Pakai Kartu Kredit MNC Bank, Nikmati Kebersamaan di Bulan Ramadhan 2024


Presiden menjelaskan bahwa selain KUR, ada berbagai pilihan lain dalam pembiayaan, misalnya program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar. Program tersebut menyediakan pinjaman hingga Rp10 juta yang dirancang untuk usaha mikro dengan sistem yang memudahkan peminjaman.

BACA JUGA:
2 Prodi Fisip UNS Terakreditasi Internasional dari AQAS


&quot;Yang kedua, kita juga punya yang namanya PNM Mekaar itu yang untuk pinjaman sampai Rp10 juta, dua juta, lima juta, tujuh juta dengan sistem gandeng renteng, ada semuanya,&quot; jelasnya.
Lebih lanjut, Presiden juga menyebut program UMi yang menyediakan pinjaman lebih kecil lagi untuk mendukung usaha yang sangat kecil atau ultra mikro. Presiden menegaskan bahwa program-program tersebut dirancang untuk dapat diakses tanpa agunan, memudahkan para pelaku usaha kecil untuk mendapatkan dukungan modal.
Namun, Presiden Jokowi mengakui bahwa perlu upaya lebih lanjut untuk  mengedukasi masyarakat tentang cara mengakses berbagai fasilitas  pembiayaan yang telah disediakan oleh pemerintah tersebut.
&quot;Hanya masyarakat mungkin belum terinformasi dengan baik. Ini  sebetulnya bisa ke bank, bisa ke lembaga PNM Mekaar, bisa ke UMi, banyak  sekali yang bisa asal usahanya produktif, tanpa agunan. Yang untuk PNM  Mekaar dan UMi itu tanpa agunan,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMS80LzE3ODYyNC81L3g4djcxaDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi menanggapi keluhan sebagian masyarakat mengenai sulitnya akses modal Kredit Usaha Rakyat (KUR). Presiden menekankan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai skema pembiayaan untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah.
&quot;Sebetulnya kita ini kan punya skema yang macam-macam. Untuk yang sampai Rp500 juta ada yang namanya KUR bunganya pun hanya 6 persen per tahun, KUR bisa Rp25 juta sampai Rp500 juta ke bank pemerintah,&quot; kata Presiden usai kunjungi Pasar Sungai Ringin, Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (21/3/2024).

BACA JUGA:
Pakai Kartu Kredit MNC Bank, Nikmati Kebersamaan di Bulan Ramadhan 2024


Presiden menjelaskan bahwa selain KUR, ada berbagai pilihan lain dalam pembiayaan, misalnya program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar. Program tersebut menyediakan pinjaman hingga Rp10 juta yang dirancang untuk usaha mikro dengan sistem yang memudahkan peminjaman.

BACA JUGA:
2 Prodi Fisip UNS Terakreditasi Internasional dari AQAS


&quot;Yang kedua, kita juga punya yang namanya PNM Mekaar itu yang untuk pinjaman sampai Rp10 juta, dua juta, lima juta, tujuh juta dengan sistem gandeng renteng, ada semuanya,&quot; jelasnya.
Lebih lanjut, Presiden juga menyebut program UMi yang menyediakan pinjaman lebih kecil lagi untuk mendukung usaha yang sangat kecil atau ultra mikro. Presiden menegaskan bahwa program-program tersebut dirancang untuk dapat diakses tanpa agunan, memudahkan para pelaku usaha kecil untuk mendapatkan dukungan modal.
Namun, Presiden Jokowi mengakui bahwa perlu upaya lebih lanjut untuk  mengedukasi masyarakat tentang cara mengakses berbagai fasilitas  pembiayaan yang telah disediakan oleh pemerintah tersebut.
&quot;Hanya masyarakat mungkin belum terinformasi dengan baik. Ini  sebetulnya bisa ke bank, bisa ke lembaga PNM Mekaar, bisa ke UMi, banyak  sekali yang bisa asal usahanya produktif, tanpa agunan. Yang untuk PNM  Mekaar dan UMi itu tanpa agunan,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
