<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabar Lion Air IPO Rp7 Triliun, Rusdi Kirana: Tak Jadi Prioritas</title><description>Initial Public Offering (IPO) tidak menjadi prioritas utama bagi Lion Air di tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/21/320/2986502/kabar-lion-air-ipo-rp7-triliun-rusdi-kirana-tak-jadi-prioritas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/21/320/2986502/kabar-lion-air-ipo-rp7-triliun-rusdi-kirana-tak-jadi-prioritas"/><item><title>Kabar Lion Air IPO Rp7 Triliun, Rusdi Kirana: Tak Jadi Prioritas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/21/320/2986502/kabar-lion-air-ipo-rp7-triliun-rusdi-kirana-tak-jadi-prioritas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/21/320/2986502/kabar-lion-air-ipo-rp7-triliun-rusdi-kirana-tak-jadi-prioritas</guid><pubDate>Kamis 21 Maret 2024 20:45 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/21/320/2986502/kabar-lion-air-ipo-rp7-triliun-rusdi-kirana-tak-jadi-prioritas-3FP4KrTuJo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO tidak menjadi prioritas Lion Air tahun ini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/21/320/2986502/kabar-lion-air-ipo-rp7-triliun-rusdi-kirana-tak-jadi-prioritas-3FP4KrTuJo.jpg</image><title>IPO tidak menjadi prioritas Lion Air tahun ini (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMi8xLzE3NzU0My81L3g4dDR0ejI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Initial Public Offering (IPO) tidak menjadi prioritas utama bagi Lion Air di tahun ini. Sebab Lion Air masih berfokus untuk menguatkan SDM sebelum menjadi perusahaan terbuka.
Pendiri Lion Air Rusdi Kirana mengaku saat ini kondisi keuangan perusahaan masih cukup solid, dan bahkan masih sanggup untuk melakukan beberapa ekspansi bisnis ke depannya. Sehingga pencarian dana lewat pasar modal itu masih belum menjadi opsi yang menarik.

BACA JUGA:
Prabowo-Gibran Ditetapkan Pemenang Pilpres 2024, Ini Harapan Bos Lion Air


&quot;(Lion IPO) belum ya, itu tidak menjadi prioritas utama kami, (IPO incar dana Rp7 triliun) kekecilan, kalau segitu tidak usah lah, ini lion group perusahaan swasta terbesar sedunia,&quot; ujar Rusdi di kompleks Batam Aero Technic, Kepulauan Riau, Kamis (21/3/2024).
Menurutnya penguatan SDM menjadi fokus utama perusahaan untuk keberlangsungan usaha ke depannya. Hal itu tengah dicapai dengan kerjasama lembaga pendidikan dengan Kirana Academy, dan terintegrasi langsung dengan industri.

BACA JUGA:
Reaksi Pendiri Lion Air Jawab Teguran KPPU soal Harga Tiket Pesawat


&quot;(Tahun depan IPO) doain, kalau saya tidak prioritas IPO karena masih ada punya duit, mau beli pesawat banyak orang yang menawarkan, sekarang ada 317 pesawat, modal kerja ada, prioritas kita adalah human kapital,&quot; sambung Rusdi.
Sebelumnya, PT Lion Mentari Airlines mengakui mempertimbangkan  pencarian modal melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Dikutip dari  Bloomberg, Jumat (12/1) pilihan untuk melakukan penawaran umum perdana  atau initial public offering (IPO) rencananya akan menghimpun dana  sebesar USD500 juta atau setara dengan Rp7,7 triliun.
Diketahui maskapai swasta terbesar di Indonesia itu sedang bekerja  sama dengan penasihat keuangan untuk segera mengeksekusi rencana IPO.  Sumber tersebut menerangkan ada potensi terlaksana pada akhir tahun  2024.
Sumber itu menyebut Lion Air berpeluang meraih dana segar sebesar 300  juta hingga 500 juta dolar AS. Adapun pertimbangan terkait jumlah saham  yang ditawarkan maupun jadwal IPO masih bisa berubah, kata sumber  tersebut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMi8xLzE3NzU0My81L3g4dDR0ejI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Initial Public Offering (IPO) tidak menjadi prioritas utama bagi Lion Air di tahun ini. Sebab Lion Air masih berfokus untuk menguatkan SDM sebelum menjadi perusahaan terbuka.
Pendiri Lion Air Rusdi Kirana mengaku saat ini kondisi keuangan perusahaan masih cukup solid, dan bahkan masih sanggup untuk melakukan beberapa ekspansi bisnis ke depannya. Sehingga pencarian dana lewat pasar modal itu masih belum menjadi opsi yang menarik.

BACA JUGA:
Prabowo-Gibran Ditetapkan Pemenang Pilpres 2024, Ini Harapan Bos Lion Air


&quot;(Lion IPO) belum ya, itu tidak menjadi prioritas utama kami, (IPO incar dana Rp7 triliun) kekecilan, kalau segitu tidak usah lah, ini lion group perusahaan swasta terbesar sedunia,&quot; ujar Rusdi di kompleks Batam Aero Technic, Kepulauan Riau, Kamis (21/3/2024).
Menurutnya penguatan SDM menjadi fokus utama perusahaan untuk keberlangsungan usaha ke depannya. Hal itu tengah dicapai dengan kerjasama lembaga pendidikan dengan Kirana Academy, dan terintegrasi langsung dengan industri.

BACA JUGA:
Reaksi Pendiri Lion Air Jawab Teguran KPPU soal Harga Tiket Pesawat


&quot;(Tahun depan IPO) doain, kalau saya tidak prioritas IPO karena masih ada punya duit, mau beli pesawat banyak orang yang menawarkan, sekarang ada 317 pesawat, modal kerja ada, prioritas kita adalah human kapital,&quot; sambung Rusdi.
Sebelumnya, PT Lion Mentari Airlines mengakui mempertimbangkan  pencarian modal melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Dikutip dari  Bloomberg, Jumat (12/1) pilihan untuk melakukan penawaran umum perdana  atau initial public offering (IPO) rencananya akan menghimpun dana  sebesar USD500 juta atau setara dengan Rp7,7 triliun.
Diketahui maskapai swasta terbesar di Indonesia itu sedang bekerja  sama dengan penasihat keuangan untuk segera mengeksekusi rencana IPO.  Sumber tersebut menerangkan ada potensi terlaksana pada akhir tahun  2024.
Sumber itu menyebut Lion Air berpeluang meraih dana segar sebesar 300  juta hingga 500 juta dolar AS. Adapun pertimbangan terkait jumlah saham  yang ditawarkan maupun jadwal IPO masih bisa berubah, kata sumber  tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
