<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alfamidi (MIDI) Raup Laba Rp516,65 Miliar di 2023</title><description>MIDI meraup laba bersih sebesar Rp516,65 miliar di sepanjang tahun 2023. Angka itu naik 29,51% dari tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/24/278/2987563/alfamidi-midi-raup-laba-rp516-65-miliar-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/24/278/2987563/alfamidi-midi-raup-laba-rp516-65-miliar-di-2023"/><item><title>Alfamidi (MIDI) Raup Laba Rp516,65 Miliar di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/24/278/2987563/alfamidi-midi-raup-laba-rp516-65-miliar-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/24/278/2987563/alfamidi-midi-raup-laba-rp516-65-miliar-di-2023</guid><pubDate>Minggu 24 Maret 2024 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/24/278/2987563/alfamidi-midi-raup-laba-rp516-65-miliar-di-2023-3c9wleJPKw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba MIDI 2023 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/24/278/2987563/alfamidi-midi-raup-laba-rp516-65-miliar-di-2023-3c9wleJPKw.jpg</image><title>Laba MIDI 2023 (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMi8xLzE3ODY2OC81L3g4dmUxajI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) meraup laba bersih sebesar Rp516,65 miliar di sepanjang tahun 2023. Angka itu naik 29,51% dari tahun 2022 lalu yang sebesar Rp308,74 miliar.
Sejalan dengan laba, pendapatan bersih perseroan juga mengalami kenaikan 11,05% menjadi Rp17,35 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp15,62 triliun. Secara rinci, pendapatan makanan tercatat sebesar Rp10,44 triliun, produk makanan segar mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,41 triliun, serta produk non makanan mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,48 triliun.

BACA JUGA:
Deretan 10 Saham Top Losers Minggu Ini

Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp12,84 triliun, naik dari sebelumnya sebesar Rp11,67 triliun. Kemudian, beban penjualan dan distribusi tercatat sebesar Rp3,66 triliun, serta beban umum dan administrasi sebesar Rp414,30 miliar.
Per Desember 2023, total nilai aset pengelola gerai Alfamidi ini tercatat sebesar Rp7,78 triliun, naik 12,75% dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar Rp6,90 triliun. Adapun, liabilitas perseroan sebesar Rp3,87 triliun dan ekuitas sebesar Rp3,91 triliun.

BACA JUGA:
10 Saham Terbaik di Pekan Ini, SONA Melesat 142,86%&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sepanjang tahun 2024 ini, perseroan berencana menambah 200 gerai Alfamidi di tahun 2024. Adapun, hingga November 2023 perseroan telah mengelola sebanyak 2.220 gerai Alfamidi.Target penambahan gerai ini sejalan dengan optimisme perseroan dengan prospek bisnis ritel di tahun depan. Perseroan pun memiliki perencanaan yang matang untuk pengembangan bisnisnya ke depan.
Tak hanya gerai Alfamidi, perseroan juga berencana menambah 250 gerai Lawson di tahun 2024. Sebanyak 50 gerai akan dibangun dengan format stand-alone dan 200 gerai lainnya bakal dibangun dengan format store-in-store.
Lebih lanjut, di tahun 2024 mendatang perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp1,4 triliun, yang di antaranya akan dialokasikan untuk pembangunan gerai Alfamidi dan Lawson. Sumber dana belanja modal tahun depan akan berasal dari internal kas perseroan dan hasil penerbitan saham baru melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMi8xLzE3ODY2OC81L3g4dmUxajI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) meraup laba bersih sebesar Rp516,65 miliar di sepanjang tahun 2023. Angka itu naik 29,51% dari tahun 2022 lalu yang sebesar Rp308,74 miliar.
Sejalan dengan laba, pendapatan bersih perseroan juga mengalami kenaikan 11,05% menjadi Rp17,35 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp15,62 triliun. Secara rinci, pendapatan makanan tercatat sebesar Rp10,44 triliun, produk makanan segar mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,41 triliun, serta produk non makanan mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,48 triliun.

BACA JUGA:
Deretan 10 Saham Top Losers Minggu Ini

Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp12,84 triliun, naik dari sebelumnya sebesar Rp11,67 triliun. Kemudian, beban penjualan dan distribusi tercatat sebesar Rp3,66 triliun, serta beban umum dan administrasi sebesar Rp414,30 miliar.
Per Desember 2023, total nilai aset pengelola gerai Alfamidi ini tercatat sebesar Rp7,78 triliun, naik 12,75% dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar Rp6,90 triliun. Adapun, liabilitas perseroan sebesar Rp3,87 triliun dan ekuitas sebesar Rp3,91 triliun.

BACA JUGA:
10 Saham Terbaik di Pekan Ini, SONA Melesat 142,86%&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sepanjang tahun 2024 ini, perseroan berencana menambah 200 gerai Alfamidi di tahun 2024. Adapun, hingga November 2023 perseroan telah mengelola sebanyak 2.220 gerai Alfamidi.Target penambahan gerai ini sejalan dengan optimisme perseroan dengan prospek bisnis ritel di tahun depan. Perseroan pun memiliki perencanaan yang matang untuk pengembangan bisnisnya ke depan.
Tak hanya gerai Alfamidi, perseroan juga berencana menambah 250 gerai Lawson di tahun 2024. Sebanyak 50 gerai akan dibangun dengan format stand-alone dan 200 gerai lainnya bakal dibangun dengan format store-in-store.
Lebih lanjut, di tahun 2024 mendatang perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp1,4 triliun, yang di antaranya akan dialokasikan untuk pembangunan gerai Alfamidi dan Lawson. Sumber dana belanja modal tahun depan akan berasal dari internal kas perseroan dan hasil penerbitan saham baru melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.</content:encoded></item></channel></rss>
