<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Rp328,9 Triliun hingga Maret 2024</title><description>Realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) hingga 15 Maret 2024 mencapai Rp328,9 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/25/320/2987861/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp328-9-triliun-hingga-maret-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/25/320/2987861/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp328-9-triliun-hingga-maret-2024"/><item><title>Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Rp328,9 Triliun hingga Maret 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/25/320/2987861/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp328-9-triliun-hingga-maret-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/25/320/2987861/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp328-9-triliun-hingga-maret-2024</guid><pubDate>Senin 25 Maret 2024 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/25/320/2987861/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp328-9-triliun-hingga-maret-2024-Mhmo6ZWUDh.png" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi Belanja Pemerintah Pusat (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/25/320/2987861/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp328-9-triliun-hingga-maret-2024-Mhmo6ZWUDh.png</image><title>Realisasi Belanja Pemerintah Pusat (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) hingga 15 Maret 2024 mencapai Rp328,9 triliun dalam APBN 2024. Artinya 13,3% dari pagu sudah dibelanjakan bulan Maret 2024.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, belanja dari kementerian/lembaga mencapai Rp165,4 triliun atau 15,2% dari pagu.
&quot;Belanja pemerintah pusat ini adalah 13,3% dari pagu anggaran kementerian/lembaga dan pemerintah pusat maksudnya dan ini tumbuh 17% dari tahun lalu,&quot; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBNKITA Edisi Maret 2024, Senin (25/3/2024).

BACA JUGA:Sri Mulyani Curhat ke DPR: Surplus APBN Merosot Tajam&amp;nbsp;


Untuk Belanja K/L Rp165,4 triliun atau 15,2% dari pagu kementerian dan lembaga, terutama penyaluran bansos dan pelaksanaan pemilu yang memang frontloading di depan.
Belanja non K/L mencapai Rp163,4 triliun atau 11,9% dari pagu, terutama untuk pembayaran subsidi energi dan pembayaran manfaat pensiun.
&quot;Kalau kita lihat memang terlihat di 2024 untuk 2,5 bulan pertama sampai dengan 15 Maret realisasi belanja kita lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yaitu tumbuhnya 17% yang tahun lalu tinggi juga di 10%,&quot; katanya.

BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut APBN Bisa Pulih Tanpa Korbankan Kinerja Ekonomi&amp;nbsp;


Dalam APBN 2024, Sri Mulyani merencanakan belanja negara senilai Rp3.325,1 triliun yang terdiri dari belanja K/L sebesar Rp1.090,8 triliun, belanja non-K/L sebesar Rp1.376,7 triliun, serta Transfer ke Daerah (TKD) sejumlah Rp857,6 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) hingga 15 Maret 2024 mencapai Rp328,9 triliun dalam APBN 2024. Artinya 13,3% dari pagu sudah dibelanjakan bulan Maret 2024.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, belanja dari kementerian/lembaga mencapai Rp165,4 triliun atau 15,2% dari pagu.
&quot;Belanja pemerintah pusat ini adalah 13,3% dari pagu anggaran kementerian/lembaga dan pemerintah pusat maksudnya dan ini tumbuh 17% dari tahun lalu,&quot; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBNKITA Edisi Maret 2024, Senin (25/3/2024).

BACA JUGA:Sri Mulyani Curhat ke DPR: Surplus APBN Merosot Tajam&amp;nbsp;


Untuk Belanja K/L Rp165,4 triliun atau 15,2% dari pagu kementerian dan lembaga, terutama penyaluran bansos dan pelaksanaan pemilu yang memang frontloading di depan.
Belanja non K/L mencapai Rp163,4 triliun atau 11,9% dari pagu, terutama untuk pembayaran subsidi energi dan pembayaran manfaat pensiun.
&quot;Kalau kita lihat memang terlihat di 2024 untuk 2,5 bulan pertama sampai dengan 15 Maret realisasi belanja kita lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yaitu tumbuhnya 17% yang tahun lalu tinggi juga di 10%,&quot; katanya.

BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut APBN Bisa Pulih Tanpa Korbankan Kinerja Ekonomi&amp;nbsp;


Dalam APBN 2024, Sri Mulyani merencanakan belanja negara senilai Rp3.325,1 triliun yang terdiri dari belanja K/L sebesar Rp1.090,8 triliun, belanja non-K/L sebesar Rp1.376,7 triliun, serta Transfer ke Daerah (TKD) sejumlah Rp857,6 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
