<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Tiket Pesawat Naik Jelang Lebaran, Kemenhub Sebut Belum Ada Pelanggaran</title><description>Adita Irawati mengaku belum menemukan maskapai yang menaikan harga tiket diluar ketentuan Tarif Batas Atas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/25/320/2988137/harga-tiket-pesawat-naik-jelang-lebaran-kemenhub-sebut-belum-ada-pelanggaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/25/320/2988137/harga-tiket-pesawat-naik-jelang-lebaran-kemenhub-sebut-belum-ada-pelanggaran"/><item><title>Harga Tiket Pesawat Naik Jelang Lebaran, Kemenhub Sebut Belum Ada Pelanggaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/25/320/2988137/harga-tiket-pesawat-naik-jelang-lebaran-kemenhub-sebut-belum-ada-pelanggaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/25/320/2988137/harga-tiket-pesawat-naik-jelang-lebaran-kemenhub-sebut-belum-ada-pelanggaran</guid><pubDate>Senin 25 Maret 2024 20:16 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/25/320/2988137/harga-tiket-pesawat-naik-jelang-lebaran-kemenhub-sebut-belum-ada-pelanggaran-7flmaYO9L8.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Tiket Pesawat pada Mudik Lebaran (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/25/320/2988137/harga-tiket-pesawat-naik-jelang-lebaran-kemenhub-sebut-belum-ada-pelanggaran-7flmaYO9L8.jfif</image><title>Tiket Pesawat pada Mudik Lebaran (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMi8xLzE3ODY2OC81L3g4dmUxajI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengaku belum menemukan maskapai yang menaikan harga tiket diluar ketentuan Tarif Batas Atas (TBA) jelang mudik lebaran 2024.
Adita menjelaskan, kondisi naiknya harga tiket pada beberapa maskapai saat ini dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Pasalnya pada awal Tahun kemarin harga tiket masih rendah dan saat ini naik seiring permintaan yang menguat.

BACA JUGA:
Daftar 7 Ruas Tol Baru Beroperasi Secara Gratis pada Mudik Lebaran 2024

&quot;Kita liat sekarang rata-rata sudah diujung TBA. Keliatan naik drastis itu karena habis low season kemaren. Januari semua harganya masih murah, terus begitu masuk high season, demand naik otomatis mekanismenya maskapai naikin harga sampai batas terbatas,&quot; ujar Adita dalam konferensi pers di Kantor Kominfo, Senin (25/3/2024).
Kemudian lebih lanjut, kenaikan tarif maskapai mulai terjadi pergerakan setidaknya untuk penerbangan pada periode H-7 lebaran hingga H+7 lebaran. Meski demikian belum ditemukan maskapai yang melanggar aturan.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Realisasi Transfer ke Daerah Tembus Rp141,4 Triliun

&quot;Sudah ada (kenaikan tarif), tapi seperti yang sudah disampaikan, belum ada indikasi pelanggaran. Tapi maskapai menaruh (harga) di dekat batas atas,&quot; lanjut Adita.Menurutnya, salah satu faktor yang membuat tarif tiket pesawat menjadi lebih kompetitif disebabkan karena banyaknya maskapai yang terbang dengan tujuan yang sama.
&quot;Kadang tergantung dari kompetisi, ada rute yang kompetisinya ketat banget. Kalau ketat, mekanisme pasar akan main pasti. Mereka akan liat juga maskapai sebelah kasih harga berapa. Itu kenapa kita kasi koridor supaya mekanisme pasar bisa tetap bekerja disitu,&quot; kata Adita.
&quot;Tergantung gemuk rutenya. Kalau makin gemuk, demand makin tinggi, harganya akan makin tinggi juga,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMi8xLzE3ODY2OC81L3g4dmUxajI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengaku belum menemukan maskapai yang menaikan harga tiket diluar ketentuan Tarif Batas Atas (TBA) jelang mudik lebaran 2024.
Adita menjelaskan, kondisi naiknya harga tiket pada beberapa maskapai saat ini dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Pasalnya pada awal Tahun kemarin harga tiket masih rendah dan saat ini naik seiring permintaan yang menguat.

BACA JUGA:
Daftar 7 Ruas Tol Baru Beroperasi Secara Gratis pada Mudik Lebaran 2024

&quot;Kita liat sekarang rata-rata sudah diujung TBA. Keliatan naik drastis itu karena habis low season kemaren. Januari semua harganya masih murah, terus begitu masuk high season, demand naik otomatis mekanismenya maskapai naikin harga sampai batas terbatas,&quot; ujar Adita dalam konferensi pers di Kantor Kominfo, Senin (25/3/2024).
Kemudian lebih lanjut, kenaikan tarif maskapai mulai terjadi pergerakan setidaknya untuk penerbangan pada periode H-7 lebaran hingga H+7 lebaran. Meski demikian belum ditemukan maskapai yang melanggar aturan.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Realisasi Transfer ke Daerah Tembus Rp141,4 Triliun

&quot;Sudah ada (kenaikan tarif), tapi seperti yang sudah disampaikan, belum ada indikasi pelanggaran. Tapi maskapai menaruh (harga) di dekat batas atas,&quot; lanjut Adita.Menurutnya, salah satu faktor yang membuat tarif tiket pesawat menjadi lebih kompetitif disebabkan karena banyaknya maskapai yang terbang dengan tujuan yang sama.
&quot;Kadang tergantung dari kompetisi, ada rute yang kompetisinya ketat banget. Kalau ketat, mekanisme pasar akan main pasti. Mereka akan liat juga maskapai sebelah kasih harga berapa. Itu kenapa kita kasi koridor supaya mekanisme pasar bisa tetap bekerja disitu,&quot; kata Adita.
&quot;Tergantung gemuk rutenya. Kalau makin gemuk, demand makin tinggi, harganya akan makin tinggi juga,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
