<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Masih Mahal, Emak-Emak Rela Antre 1 Jam demi Beras Murah</title><description>Mahalnya harga beras di Kota Malang membuat pemerintah daerah terus melakukan operasi pasar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/26/320/2988341/harga-masih-mahal-emak-emak-rela-antre-1-jam-demi-beras-murah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/26/320/2988341/harga-masih-mahal-emak-emak-rela-antre-1-jam-demi-beras-murah"/><item><title>Harga Masih Mahal, Emak-Emak Rela Antre 1 Jam demi Beras Murah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/26/320/2988341/harga-masih-mahal-emak-emak-rela-antre-1-jam-demi-beras-murah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/26/320/2988341/harga-masih-mahal-emak-emak-rela-antre-1-jam-demi-beras-murah</guid><pubDate>Selasa 26 Maret 2024 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/26/320/2988341/harga-masih-mahal-emak-emak-rela-antre-1-jam-demi-beras-murah-eeunVwC4c7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Emak-emak antre beras murah (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/26/320/2988341/harga-masih-mahal-emak-emak-rela-antre-1-jam-demi-beras-murah-eeunVwC4c7.jpg</image><title>Emak-emak antre beras murah (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yNC80LzE3ODc1MS81L3g4dmp5M3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KOTA MALANG - Mahalnya harga beras di Kota Malang membuat pemerintah daerah terus melakukan operasi pasar. Operasi pasar dengan komoditi beras kembali digelar pada Selasa (26/3/2024) di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Di operasi pasar kali ini ada 5.000 kilogram atau 5 ton beras SPHP Bulog disiapkan. Masing-masing warga dapat membeli dua kemasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sejumlah 5 kilogram, dengan harga dua kemasan sejumlah Rp102 ribu.

BACA JUGA:
Jokowi Tak Menyangkal Ada Kenaikan Harga Beras Cs Jelang Lebaran


Tampak warga sudah antre sejak pukul 07.30 WIB, Selasa pagi. Mereka datang dari Kelurahan Arjowinangun dan sekitarnya, langsung berebut antre untuk mendapatkan kupon.
Warga rela antri di bawah teriknya matahari. Beberapa warga yang didominasi emak-emak itu bahkan membawa anak-anak kecil untuk antre. Nyaris satu jam jatah operasi pasar 5 ton beras itu ludes terjual dengan cepat.

BACA JUGA:
Harga Beras Masih Mahal pada Ramadhan Tahun Ini


Da'iyah, salah seorang warga menuturkan, operasi pasar kali ini baru pertama kali ia dapat. Di sini ia bisa membeli beras seharga Rp102 ribu atau jika dikalkulasikan mencapai Rp51.000 untuk kemasan 5 kilogram.
&quot;Di sini dapat murah, dapat Rp102 ribu. Kalau di luar beras masih mahal, harganya Rp75 ribu,&quot; kata Da'iyah, warga Kelurahan Arjowinangun.
Demi mendapatkan beras murah itu, perempuan berusia 53 tahun ini rela  antre sejak pukul 08.00 WIB, atau kurang lebih satu jam. &quot;Ya senang  dapat beras murah, meski antreannya sejak jam 8, sudah satu jam antre,&quot;  ujarnya.
Sementara itu, Khoiriyah mengatakan, bahwa ia bersyukur bisa mendapat  beras murah seharga Rp 102 ribu untuk dua kemasan, seberat 5 kilogram.  Harga ini disebutnya tidak bisa didapat jika harga beras di pasaran.
&quot;Berasnya murah di sini. Kalau di luar nggak bisa dapat segini.  Rencana kita pakai sehari-hari untuk kebutuhan makan,&quot; kata Khoiriyah.
Apalagi kata Khoiriyah, mahalnya harga beras juga diiringi  harga-harga lain. Bahkan nyaris sebagian besar harga sembako seperti  telur, minyak goreng, gula, dan daging juga mengalami kenaikan.
&quot;Semuanya ini naik, telur naik, minyak goreng, gula, daging semuanya  mahal. Susah kita sekarang, mau lebaran harga-harga mahal,&quot; tuturnya.
Murahnya harga beras di operasi pasar itu juga diakui oleh Juwariyah,  yang mengaku rela antre sekitar 1,5 jam lalu demi mendapat beras  seharga Rp 51.000 per 5 kilogram.
&quot;Antre dari pagi tadi, sudah lebih satu jam. Ya demi beras murah ini,  kalau di pasar nggak dapat, paling murah 75 (ribu). Ya harapannya  stabil saja, kan mau pergantian presiden juga,&quot; bebernya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yNC80LzE3ODc1MS81L3g4dmp5M3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KOTA MALANG - Mahalnya harga beras di Kota Malang membuat pemerintah daerah terus melakukan operasi pasar. Operasi pasar dengan komoditi beras kembali digelar pada Selasa (26/3/2024) di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Di operasi pasar kali ini ada 5.000 kilogram atau 5 ton beras SPHP Bulog disiapkan. Masing-masing warga dapat membeli dua kemasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sejumlah 5 kilogram, dengan harga dua kemasan sejumlah Rp102 ribu.

BACA JUGA:
Jokowi Tak Menyangkal Ada Kenaikan Harga Beras Cs Jelang Lebaran


Tampak warga sudah antre sejak pukul 07.30 WIB, Selasa pagi. Mereka datang dari Kelurahan Arjowinangun dan sekitarnya, langsung berebut antre untuk mendapatkan kupon.
Warga rela antri di bawah teriknya matahari. Beberapa warga yang didominasi emak-emak itu bahkan membawa anak-anak kecil untuk antre. Nyaris satu jam jatah operasi pasar 5 ton beras itu ludes terjual dengan cepat.

BACA JUGA:
Harga Beras Masih Mahal pada Ramadhan Tahun Ini


Da'iyah, salah seorang warga menuturkan, operasi pasar kali ini baru pertama kali ia dapat. Di sini ia bisa membeli beras seharga Rp102 ribu atau jika dikalkulasikan mencapai Rp51.000 untuk kemasan 5 kilogram.
&quot;Di sini dapat murah, dapat Rp102 ribu. Kalau di luar beras masih mahal, harganya Rp75 ribu,&quot; kata Da'iyah, warga Kelurahan Arjowinangun.
Demi mendapatkan beras murah itu, perempuan berusia 53 tahun ini rela  antre sejak pukul 08.00 WIB, atau kurang lebih satu jam. &quot;Ya senang  dapat beras murah, meski antreannya sejak jam 8, sudah satu jam antre,&quot;  ujarnya.
Sementara itu, Khoiriyah mengatakan, bahwa ia bersyukur bisa mendapat  beras murah seharga Rp 102 ribu untuk dua kemasan, seberat 5 kilogram.  Harga ini disebutnya tidak bisa didapat jika harga beras di pasaran.
&quot;Berasnya murah di sini. Kalau di luar nggak bisa dapat segini.  Rencana kita pakai sehari-hari untuk kebutuhan makan,&quot; kata Khoiriyah.
Apalagi kata Khoiriyah, mahalnya harga beras juga diiringi  harga-harga lain. Bahkan nyaris sebagian besar harga sembako seperti  telur, minyak goreng, gula, dan daging juga mengalami kenaikan.
&quot;Semuanya ini naik, telur naik, minyak goreng, gula, daging semuanya  mahal. Susah kita sekarang, mau lebaran harga-harga mahal,&quot; tuturnya.
Murahnya harga beras di operasi pasar itu juga diakui oleh Juwariyah,  yang mengaku rela antre sekitar 1,5 jam lalu demi mendapat beras  seharga Rp 51.000 per 5 kilogram.
&quot;Antre dari pagi tadi, sudah lebih satu jam. Ya demi beras murah ini,  kalau di pasar nggak dapat, paling murah 75 (ribu). Ya harapannya  stabil saja, kan mau pergantian presiden juga,&quot; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
