<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Wajah Baru 2 Pelabuhan Terdampak Gempa di Palu 2018</title><description>Rehabilitasi dan rekonstruksi dua pelabuhan terdampak gempa di Palu, Sulawesi Tengah sudah rampung dikerjakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/26/470/2988351/ini-wajah-baru-2-pelabuhan-terdampak-gempa-di-palu-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/26/470/2988351/ini-wajah-baru-2-pelabuhan-terdampak-gempa-di-palu-2018"/><item><title>Ini Wajah Baru 2 Pelabuhan Terdampak Gempa di Palu 2018</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/26/470/2988351/ini-wajah-baru-2-pelabuhan-terdampak-gempa-di-palu-2018</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/26/470/2988351/ini-wajah-baru-2-pelabuhan-terdampak-gempa-di-palu-2018</guid><pubDate>Selasa 26 Maret 2024 12:07 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/26/470/2988351/ini-wajah-baru-2-pelabuhan-terdampak-gempa-di-palu-2018-gelIIRibDY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wajah baru pelabuhan terdampak gempa palu (Foto: Kemenhub)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/26/470/2988351/ini-wajah-baru-2-pelabuhan-terdampak-gempa-di-palu-2018-gelIIRibDY.jpg</image><title>Wajah baru pelabuhan terdampak gempa palu (Foto: Kemenhub)</title></images><description>


JAKARTA - Rehabilitasi dan rekonstruksi dua pelabuhan terdampak gempa di Palu, Sulawesi Tengah sudah rampung dikerjakan. Pelabuhan-pelabuhan yang telah direhabilitasi dan direkonstruksi adalah Pelabuhan Pantoloan dan Pelabuhan Wani.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, menyatakan bahwa pembangunan ini adalah salah satu langkah strategis untuk mendukung pemulihan ekonomi dan infrastruktur pasca bencana alam yang menghantam wilayah Sulawesi Tengah.

BACA JUGA:
Pelabuhan Merak Dijamin Tak Lagi Jadi Biang Kerok Macet Saat Mudik Lebaran 2024, Intip Persiapannya

&quot;Kedua pelabuhan tersebut rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 27 Maret mendatang. Ini menjadi tonggak penting dalam memulihkan perekonomian di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, serta daerah-daerah lainnya yang berperan sebagai penyangga ibukota Provinsi Sulawesi Tengah,&quot; ujar Antoni dalam keterangan resminya, Senin (26/3/2024).
Adapun fasilitas-fasilitas tersebut meliputi pembongkaran/replacement struktur eksisting yang rusak dan pekerjaan pembangunan fasilitas pelabuhan sisi laut dan sisi darat seperti pembangunan dermaga beserta Apron dermaga, area cargo multipurpose, terminal penumpang, gedung kantor KSOP berserta fasilitas publik lainnya.

BACA JUGA:
Rakor Angkutan Lebaran 2024, Kakorlantas Paparkan Strategi Keluar Masuk Pelabuhan

Rekonstruksi pada Pelabuhan Wani terdiri dari pembangunan dermaga sepanjang 150 meter, trestle sepanjang 28 meter, gedung kantor wilker, garasi kapal negara, dan masjid. Pelabuhan Wani memiliki kapasitas layanan eksisting kargo sebesar 82.000 ton per tahun dan mampu melayani kapal terbesar 6.000 DWT.Sedangkan untuk Pelabuhan Pantoloan, rehabilitasi trestle sepanjang  93 meter, dermaga sepanjang 169 meter, perpanjangan struktur atas  dermaga, dan gedung kantor KSOP seluas 1.500 meter persegi. Pelabuhan  Pantoloan memiliki kapasitas layanan eksisting peti kemas sebesar  160.000 TEUs per tahun dan mampu melayani kapal terbesar 30.000 DWT.
Antoni menegaskan keberadaan dua pelabuhan ini di Kawasan Teluk Palu  sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian di wilayah Sulawesi  Tengah, khususnya di Kota Palu dan Kabupaten Donggala serta daerah  kabupaten lainnya sebagai penunjang ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.
Meski demikian, secara nasional tujuan dari pembangunan ini adalah  untuk meningkatkan kapasitas layanan pelabuhan sebagai pusat simpul  aktifitas dan konektivitas logistik serta sebagai penyangga Kawasan Ibu  Kota Nusantara (IKN).
&quot;Kami berharap pelabuhan-pelabuhan yang telah direvitalisasi akan  menjadi tulang punggung dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan  konektivitas wilayah Sulawesi Tengah,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Rehabilitasi dan rekonstruksi dua pelabuhan terdampak gempa di Palu, Sulawesi Tengah sudah rampung dikerjakan. Pelabuhan-pelabuhan yang telah direhabilitasi dan direkonstruksi adalah Pelabuhan Pantoloan dan Pelabuhan Wani.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, menyatakan bahwa pembangunan ini adalah salah satu langkah strategis untuk mendukung pemulihan ekonomi dan infrastruktur pasca bencana alam yang menghantam wilayah Sulawesi Tengah.

BACA JUGA:
Pelabuhan Merak Dijamin Tak Lagi Jadi Biang Kerok Macet Saat Mudik Lebaran 2024, Intip Persiapannya

&quot;Kedua pelabuhan tersebut rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 27 Maret mendatang. Ini menjadi tonggak penting dalam memulihkan perekonomian di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, serta daerah-daerah lainnya yang berperan sebagai penyangga ibukota Provinsi Sulawesi Tengah,&quot; ujar Antoni dalam keterangan resminya, Senin (26/3/2024).
Adapun fasilitas-fasilitas tersebut meliputi pembongkaran/replacement struktur eksisting yang rusak dan pekerjaan pembangunan fasilitas pelabuhan sisi laut dan sisi darat seperti pembangunan dermaga beserta Apron dermaga, area cargo multipurpose, terminal penumpang, gedung kantor KSOP berserta fasilitas publik lainnya.

BACA JUGA:
Rakor Angkutan Lebaran 2024, Kakorlantas Paparkan Strategi Keluar Masuk Pelabuhan

Rekonstruksi pada Pelabuhan Wani terdiri dari pembangunan dermaga sepanjang 150 meter, trestle sepanjang 28 meter, gedung kantor wilker, garasi kapal negara, dan masjid. Pelabuhan Wani memiliki kapasitas layanan eksisting kargo sebesar 82.000 ton per tahun dan mampu melayani kapal terbesar 6.000 DWT.Sedangkan untuk Pelabuhan Pantoloan, rehabilitasi trestle sepanjang  93 meter, dermaga sepanjang 169 meter, perpanjangan struktur atas  dermaga, dan gedung kantor KSOP seluas 1.500 meter persegi. Pelabuhan  Pantoloan memiliki kapasitas layanan eksisting peti kemas sebesar  160.000 TEUs per tahun dan mampu melayani kapal terbesar 30.000 DWT.
Antoni menegaskan keberadaan dua pelabuhan ini di Kawasan Teluk Palu  sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian di wilayah Sulawesi  Tengah, khususnya di Kota Palu dan Kabupaten Donggala serta daerah  kabupaten lainnya sebagai penunjang ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.
Meski demikian, secara nasional tujuan dari pembangunan ini adalah  untuk meningkatkan kapasitas layanan pelabuhan sebagai pusat simpul  aktifitas dan konektivitas logistik serta sebagai penyangga Kawasan Ibu  Kota Nusantara (IKN).
&quot;Kami berharap pelabuhan-pelabuhan yang telah direvitalisasi akan  menjadi tulang punggung dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan  konektivitas wilayah Sulawesi Tengah,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
