<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cek Panen Raya di Sigi, Jokowi: Hasilnya Bagus</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecek panen raya di Desa Pandere, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/27/320/2988909/cek-panen-raya-di-sigi-jokowi-hasilnya-bagus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/27/320/2988909/cek-panen-raya-di-sigi-jokowi-hasilnya-bagus"/><item><title>Cek Panen Raya di Sigi, Jokowi: Hasilnya Bagus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/27/320/2988909/cek-panen-raya-di-sigi-jokowi-hasilnya-bagus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/27/320/2988909/cek-panen-raya-di-sigi-jokowi-hasilnya-bagus</guid><pubDate>Rabu 27 Maret 2024 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/27/320/2988909/cek-panen-raya-di-sigi-jokowi-hasilnya-bagus-GBnnMHl13b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi cek panen raya (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/27/320/2988909/cek-panen-raya-di-sigi-jokowi-hasilnya-bagus-GBnnMHl13b.jpg</image><title>Presiden Jokowi cek panen raya (Foto: Setpres)</title></images><description>


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecek panen raya di Desa Pandere, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Presiden menyebut hasil panen di wilayah tersebut menunjukkan hasil yang baik.
&quot;Ya saya ingin melihat panen besar yang ada di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dan hasilnya saya lihat bagus, per hektare bisa 6-6,2 ton per hektarenya, artinya baik,&quot; ungkap Presiden Jokowi mengenai hasil panen.

BACA JUGA:
Jokowi Resmikan Rekonstruksi 2 Pelabuhan di Palu yang Hancur akibat Gempa dan Tsunami

Presiden menekankan pentingnya mempercepat proses penanaman kembali pascapanen, dengan memanfaatkan teknologi mekanisasi modern. Ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di daerah tersebut.
&quot;Ini oleh Pak Mentan didorong untuk mempercepat penanaman kembali sehingga setelah dipanen langsung diolah tanahnya dengan traktor, dengan mesin-mesin yang mekanisasi yang lebih modern, dan ini akan mempercepat dimulainya penanaman kembali,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
 Potret Jokowi Nobar Bareng Menteri, Saksikan Timnas Libas Vietnam 3-0

Di kesempatan berbeda, Sampurno, seorang petani lokal, berbagi pengalaman tentang panen di Pandere, Kabupaten Sigi, dengan luas tanah pertanian yang mencapai 200 hektare. &quot;Satu hektarenya kadang ada 5 ton, kadang ada 6 ton. Bagus kalau 5-6 ton itu bagus,&quot; kata Sampurno, menggambarkan potensi hasil panen yang tinggi.
Petani di Sigi bisa melakukan panen hingga tiga kali setahun, meski ada beberapa kendala seperti ketersediaan pupuk dan bibit.&quot;Harapan kita petani di sini perhatian dari pemerintah, pupuknya,  bibitnya harus diperhatikan, dengan pengairannya,&quot; ungkap Sampurno,  menyatakan kebutuhan untuk dukungan lebih lanjut dari pemerintah.
Kunjungan Presiden Jokowi tersebut tidak hanya menunjukkan dukungan  pemerintah terhadap sektor pertanian, tetapi juga komitmen untuk  memajukan teknologi dan infrastruktur yang mendukung produktivitas dan  keberlanjutan sektor tersebut di Indonesia.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan tersebut yaitu  Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi  Sadikin, Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi, Gubernur Sulawesi Tengah  Rusdy Mastura, dan Bupati Sigi Mohamad Irwan.</description><content:encoded>


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecek panen raya di Desa Pandere, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Presiden menyebut hasil panen di wilayah tersebut menunjukkan hasil yang baik.
&quot;Ya saya ingin melihat panen besar yang ada di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dan hasilnya saya lihat bagus, per hektare bisa 6-6,2 ton per hektarenya, artinya baik,&quot; ungkap Presiden Jokowi mengenai hasil panen.

BACA JUGA:
Jokowi Resmikan Rekonstruksi 2 Pelabuhan di Palu yang Hancur akibat Gempa dan Tsunami

Presiden menekankan pentingnya mempercepat proses penanaman kembali pascapanen, dengan memanfaatkan teknologi mekanisasi modern. Ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di daerah tersebut.
&quot;Ini oleh Pak Mentan didorong untuk mempercepat penanaman kembali sehingga setelah dipanen langsung diolah tanahnya dengan traktor, dengan mesin-mesin yang mekanisasi yang lebih modern, dan ini akan mempercepat dimulainya penanaman kembali,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
 Potret Jokowi Nobar Bareng Menteri, Saksikan Timnas Libas Vietnam 3-0

Di kesempatan berbeda, Sampurno, seorang petani lokal, berbagi pengalaman tentang panen di Pandere, Kabupaten Sigi, dengan luas tanah pertanian yang mencapai 200 hektare. &quot;Satu hektarenya kadang ada 5 ton, kadang ada 6 ton. Bagus kalau 5-6 ton itu bagus,&quot; kata Sampurno, menggambarkan potensi hasil panen yang tinggi.
Petani di Sigi bisa melakukan panen hingga tiga kali setahun, meski ada beberapa kendala seperti ketersediaan pupuk dan bibit.&quot;Harapan kita petani di sini perhatian dari pemerintah, pupuknya,  bibitnya harus diperhatikan, dengan pengairannya,&quot; ungkap Sampurno,  menyatakan kebutuhan untuk dukungan lebih lanjut dari pemerintah.
Kunjungan Presiden Jokowi tersebut tidak hanya menunjukkan dukungan  pemerintah terhadap sektor pertanian, tetapi juga komitmen untuk  memajukan teknologi dan infrastruktur yang mendukung produktivitas dan  keberlanjutan sektor tersebut di Indonesia.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan tersebut yaitu  Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi  Sadikin, Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi, Gubernur Sulawesi Tengah  Rusdy Mastura, dan Bupati Sigi Mohamad Irwan.</content:encoded></item></channel></rss>
