<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teknologi Canggih Rice Transplanter yang Bisa Bantu Petani</title><description>Para petani kini semakin dimudahkan dengan berkembangnya teknologi, salah satunya rice transplanter untuk menanam benih padi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/30/320/2988393/teknologi-canggih-rice-transplanter-yang-bisa-bantu-petani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/30/320/2988393/teknologi-canggih-rice-transplanter-yang-bisa-bantu-petani"/><item><title>Teknologi Canggih Rice Transplanter yang Bisa Bantu Petani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/30/320/2988393/teknologi-canggih-rice-transplanter-yang-bisa-bantu-petani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/30/320/2988393/teknologi-canggih-rice-transplanter-yang-bisa-bantu-petani</guid><pubDate>Sabtu 30 Maret 2024 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Syifa Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/26/320/2988393/teknologi-canggih-rice-transplanter-yang-bisa-bantu-petani-ggZb3bl1gi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teknologi canggih yang bisa bantu petani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/26/320/2988393/teknologi-canggih-rice-transplanter-yang-bisa-bantu-petani-ggZb3bl1gi.jpg</image><title>Teknologi canggih yang bisa bantu petani (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xOS8xLzE3ODU0OC81L3g4dXhiYjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Para petani kini semakin dimudahkan dengan berkembangnya teknologi, salah satunya rice transplanter untuk menanam benih padi.
&quot;SobatTani, teknologi yang kian canggih semakin memudahkan pekerjaan manusia dalam bidang apapun, termasuk bidang pertanian. Alsintan atau Alat Mesin Pertanian, salah satunya rice transplanter memudahkan para petani untuk menanam dan memanen padi,&quot; tulis laman Instagram resmi Kementerian Pertanian, dikutip Sabtu (30/3/2024).

BACA JUGA:
Cek Harga Bawang hingga Beras, Jokowi Tak Mau Petani Dirugikan


Rice transplanter adalah alat penanam padi yang digunakan untuk menanam benih padi yang sudah disemai pada area khusus dengan umur tertentu sampai dengan kondisi siap tanam.
Alat tersebut dirancang untuk dapat bekerja di lahan berlumpur sehingga memudahkan petani dalam proses menanam hingga panen.
Tak hanya itu, rice transplanter juga mampu memperkirakan jarak yang tepat antar padi untuk bertumbuh. Mesin ini menerapkan jarak 20x25cm. Jarak tersebut lebiu sempit dibandingkan jika ditanam manusia yang membutuhkan hingga 30x30cm. Hal ini membuat para petani semakin bisa memanfaatkan lahan yang dimiliki.

BACA JUGA:
Kabar Baik bagi Petani, Mentan Pastikan Menkeu Keluarkan SK Tambahan Pupuk


Terdapat dua jenis rice transplanter, yaitu:

Riding Rice Transplanter

Memiliki sistem operasional yang tidak jauh berbeda dengan tipe operator dorong. Hal yang membedakan adalah, petani bisa mengendarai alat ini seperti sebuah kendaraan mini, sehingga tenaga yang dikeluarkan lebih sedikit.

Walking Rice Transplanter

Memiliki cara operasional petani yang menggunakan alat ini juga ikut berjalan secara perlahan tepat di belakang mesin sembari mengarahkan kerapihan dalam penanaman di suatu area persawahan.
Tipe ini memiliki dua jenis, yaitu sistem tanam tegel dan jajar legowo.
Terdapat perbedaan antara tipe operator dorong dan operator menyetir, di antaranya:
-Pada tipe dorong operator berjalan perlahan di belakang mesin  penanam, sedangkan tipe menyetir operator berada di depan untuk menyetir  dan mengendarai mesin tanam.
- Pada tipe dorong kapasitas kecil 4 jam per hektar dan 6 jam per  hektar untuk sistem Indo Jarwo, sedangkan tipe menyetir kapasitas besar 2  jam per hektar.
- Pada tipe dorong bisa dilakukan oleh seorang operator, sedangkan  tipe menyetir dilakukan oleh 2 orang, operator dan tenaga penanam.
- Pada tipe dorong daya tampung rak sedikit sedangkan tipe menyetir daya tampung rak lebih banyak.
- Pada tipe dorong dalam satu baris terdiri dari satu mata alat  tanam, sedangkan tipe menyetir dalam satu baris terdiri dari dua mata  alat tanam yang berputar.
- Pada tipe dorong penggunaan bahan bakar lebih sedikit, sedangkan tipe menyetir penggunaan bahan bakar lebih banyak.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xOS8xLzE3ODU0OC81L3g4dXhiYjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Para petani kini semakin dimudahkan dengan berkembangnya teknologi, salah satunya rice transplanter untuk menanam benih padi.
&quot;SobatTani, teknologi yang kian canggih semakin memudahkan pekerjaan manusia dalam bidang apapun, termasuk bidang pertanian. Alsintan atau Alat Mesin Pertanian, salah satunya rice transplanter memudahkan para petani untuk menanam dan memanen padi,&quot; tulis laman Instagram resmi Kementerian Pertanian, dikutip Sabtu (30/3/2024).

BACA JUGA:
Cek Harga Bawang hingga Beras, Jokowi Tak Mau Petani Dirugikan


Rice transplanter adalah alat penanam padi yang digunakan untuk menanam benih padi yang sudah disemai pada area khusus dengan umur tertentu sampai dengan kondisi siap tanam.
Alat tersebut dirancang untuk dapat bekerja di lahan berlumpur sehingga memudahkan petani dalam proses menanam hingga panen.
Tak hanya itu, rice transplanter juga mampu memperkirakan jarak yang tepat antar padi untuk bertumbuh. Mesin ini menerapkan jarak 20x25cm. Jarak tersebut lebiu sempit dibandingkan jika ditanam manusia yang membutuhkan hingga 30x30cm. Hal ini membuat para petani semakin bisa memanfaatkan lahan yang dimiliki.

BACA JUGA:
Kabar Baik bagi Petani, Mentan Pastikan Menkeu Keluarkan SK Tambahan Pupuk


Terdapat dua jenis rice transplanter, yaitu:

Riding Rice Transplanter

Memiliki sistem operasional yang tidak jauh berbeda dengan tipe operator dorong. Hal yang membedakan adalah, petani bisa mengendarai alat ini seperti sebuah kendaraan mini, sehingga tenaga yang dikeluarkan lebih sedikit.

Walking Rice Transplanter

Memiliki cara operasional petani yang menggunakan alat ini juga ikut berjalan secara perlahan tepat di belakang mesin sembari mengarahkan kerapihan dalam penanaman di suatu area persawahan.
Tipe ini memiliki dua jenis, yaitu sistem tanam tegel dan jajar legowo.
Terdapat perbedaan antara tipe operator dorong dan operator menyetir, di antaranya:
-Pada tipe dorong operator berjalan perlahan di belakang mesin  penanam, sedangkan tipe menyetir operator berada di depan untuk menyetir  dan mengendarai mesin tanam.
- Pada tipe dorong kapasitas kecil 4 jam per hektar dan 6 jam per  hektar untuk sistem Indo Jarwo, sedangkan tipe menyetir kapasitas besar 2  jam per hektar.
- Pada tipe dorong bisa dilakukan oleh seorang operator, sedangkan  tipe menyetir dilakukan oleh 2 orang, operator dan tenaga penanam.
- Pada tipe dorong daya tampung rak sedikit sedangkan tipe menyetir daya tampung rak lebih banyak.
- Pada tipe dorong dalam satu baris terdiri dari satu mata alat  tanam, sedangkan tipe menyetir dalam satu baris terdiri dari dua mata  alat tanam yang berputar.
- Pada tipe dorong penggunaan bahan bakar lebih sedikit, sedangkan tipe menyetir penggunaan bahan bakar lebih banyak.</content:encoded></item></channel></rss>
