<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biang Kerok Utama Inflasi Maret 2024: Harga Telur dan Daging Ayam</title><description>Biang kerok utama Inflasi Maret mulai dari harga telur dan daging ayam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/01/320/2990919/biang-kerok-utama-inflasi-maret-2024-harga-telur-dan-daging-ayam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/01/320/2990919/biang-kerok-utama-inflasi-maret-2024-harga-telur-dan-daging-ayam"/><item><title>Biang Kerok Utama Inflasi Maret 2024: Harga Telur dan Daging Ayam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/01/320/2990919/biang-kerok-utama-inflasi-maret-2024-harga-telur-dan-daging-ayam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/01/320/2990919/biang-kerok-utama-inflasi-maret-2024-harga-telur-dan-daging-ayam</guid><pubDate>Senin 01 April 2024 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/01/320/2990919/biang-kerok-utama-inflasi-maret-2024-harga-telur-dan-daging-ayam-PuERtR3o7L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyebab inflasi Maret 2024 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/01/320/2990919/biang-kerok-utama-inflasi-maret-2024-harga-telur-dan-daging-ayam-PuERtR3o7L.jpg</image><title>Penyebab inflasi Maret 2024 (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yOC8xLzE3ODkwMy81L3g4dnhkN2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Biang kerok utama Inflasi Maret mulai dari harga telur dan daging ayam. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan telur dan daging ayam ras penyumbang utama andil inflasi Maret 2024 yang bertepatan dengan Ramadan.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, harga telur ayam ras dan daging ayam ras masih mengalami inflasi yang relatif tinggi bahkan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

BACA JUGA:
Tekanan Inflasi Beras Mereda, Harga Sudah Murah?


&quot;Hal ini tentunya salah satu faktor penyebabnya adalah meningkatnya permintaan pada bulan Ramadan, artinya ada tekanan dari sisi permintaan,&quot; kata Amalia dalam rilis BPS di Jakarta, Senin (1/4/2024).
Namun, seiring dengan peningkatan potensi produksi jagung pada Maret 2024 di mana produksi ini cukup tinggi di Maret 2024, artinya dari sisi suplai sendiri untuk harga pakan beras dan jagung sudah mengalami penurunan.

BACA JUGA:
Harga Ayam, Beras hingga Cabai Jadi Penyumbang Inflasi Maret 2024


&quot;Dan selanjutnya diharapkan nantinya akan berdampak pada harga pakan ternak dan juga terhadap harga daging ayam ras dan telur ayam ras di bulan-bulan berikutnya,&quot; jelasnya.
Sebagai informasi, inflasi Maret 2024 secara bulan ke bulan sebesar  0,52% terhadap Februari 2024 atau terjadi peningkatan Indeks Harga  Konsumen (IHK) dari 105,58 pada Februari 2024 menjadi 106,13 pada Maret  2024. Sementara itu secara year on year (yoy) terjadi inflasi sebesar  3,05%.
Adapun kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar pada  Maret 2024 adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan laju inflasi  sebesar 1,42% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,41%.
Dengan komoditas penyumbang utama inflasi ini adalah telur ayam ras  dengan andil inflasi sebesar 0,09%, daging ayam ras dengan andil inflasi  sebesar 0,09%, beras dengan andil inflasi sebesar 0,09%, cabai rawit  dengan andil inflasi 0,02%, serta bawang putih dengan andil inflasi  sebesar 0,02%.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yOC8xLzE3ODkwMy81L3g4dnhkN2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Biang kerok utama Inflasi Maret mulai dari harga telur dan daging ayam. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan telur dan daging ayam ras penyumbang utama andil inflasi Maret 2024 yang bertepatan dengan Ramadan.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, harga telur ayam ras dan daging ayam ras masih mengalami inflasi yang relatif tinggi bahkan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

BACA JUGA:
Tekanan Inflasi Beras Mereda, Harga Sudah Murah?


&quot;Hal ini tentunya salah satu faktor penyebabnya adalah meningkatnya permintaan pada bulan Ramadan, artinya ada tekanan dari sisi permintaan,&quot; kata Amalia dalam rilis BPS di Jakarta, Senin (1/4/2024).
Namun, seiring dengan peningkatan potensi produksi jagung pada Maret 2024 di mana produksi ini cukup tinggi di Maret 2024, artinya dari sisi suplai sendiri untuk harga pakan beras dan jagung sudah mengalami penurunan.

BACA JUGA:
Harga Ayam, Beras hingga Cabai Jadi Penyumbang Inflasi Maret 2024


&quot;Dan selanjutnya diharapkan nantinya akan berdampak pada harga pakan ternak dan juga terhadap harga daging ayam ras dan telur ayam ras di bulan-bulan berikutnya,&quot; jelasnya.
Sebagai informasi, inflasi Maret 2024 secara bulan ke bulan sebesar  0,52% terhadap Februari 2024 atau terjadi peningkatan Indeks Harga  Konsumen (IHK) dari 105,58 pada Februari 2024 menjadi 106,13 pada Maret  2024. Sementara itu secara year on year (yoy) terjadi inflasi sebesar  3,05%.
Adapun kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar pada  Maret 2024 adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan laju inflasi  sebesar 1,42% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,41%.
Dengan komoditas penyumbang utama inflasi ini adalah telur ayam ras  dengan andil inflasi sebesar 0,09%, daging ayam ras dengan andil inflasi  sebesar 0,09%, beras dengan andil inflasi sebesar 0,09%, cabai rawit  dengan andil inflasi 0,02%, serta bawang putih dengan andil inflasi  sebesar 0,02%.</content:encoded></item></channel></rss>
