<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nilai Tukar Petani Maret 2024 Turun, Ini Penyebabnya</title><description>BPS melaporkan nilai tukar petani (NTP) pada  Maret 2024 tercatat 119,39 atau turun 1,31% dibandingkan Februari 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/01/320/2990942/nilai-tukar-petani-maret-2024-turun-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/01/320/2990942/nilai-tukar-petani-maret-2024-turun-ini-penyebabnya"/><item><title>Nilai Tukar Petani Maret 2024 Turun, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/01/320/2990942/nilai-tukar-petani-maret-2024-turun-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/01/320/2990942/nilai-tukar-petani-maret-2024-turun-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Senin 01 April 2024 13:10 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/01/320/2990942/nilai-tukar-petani-maret-2024-turun-ini-penyebabnya-51sxK6wbhR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai tukar petani turun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/01/320/2990942/nilai-tukar-petani-maret-2024-turun-ini-penyebabnya-51sxK6wbhR.jpg</image><title>Nilai tukar petani turun (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMi80LzE3ODY1OS81L3g4dmN3azg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai tukar petani (NTP) pada Maret 2024 tercatat 119,39 atau turun 1,31% dibandingkan Februari 2024.

BACA JUGA:
BMKG: 500 Juta Petani Dunia Terancam Perubahan Iklim


Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,46%. Sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan 0,86%.

BACA JUGA:
Duel dengan Buaya, Petani di Muna Barat Luka-Luka hingga Dirawat di Rumah Sakit


&quot;Komoditas yang dominan mempengaruhi penurunan indeks yang diterima petani adalah gabah, jagung dan cabai merah,&quot; kata Amalia dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (1/4/2024).
Peningkatan NTP tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR) yang naik sebesar 2,87%. Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 3,83%, lebih besar dari indeks harga yang diterima petani yang mengalami kenaikan 0,93%.
Komoditas yang dominan mempengaruhi kenaikan indeks harga yang  diterima petani untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat adalah kelapa  sawit, karet dan kakao.
Adapun untuk penurunan NTP terdalam terjadi pada subsektor pada  tanaman pangan (NTPP) yang turun sebesar 5,01%. Penurunan ini terjadi  karena It turun sebesar 1,45% sementara Ib mengalami kenaikan 0,90%.  Komoditas yang mempengaruhi penurunan It adalah gabah, jagung dan kacang  tanah.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMi80LzE3ODY1OS81L3g4dmN3azg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai tukar petani (NTP) pada Maret 2024 tercatat 119,39 atau turun 1,31% dibandingkan Februari 2024.

BACA JUGA:
BMKG: 500 Juta Petani Dunia Terancam Perubahan Iklim


Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,46%. Sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan 0,86%.

BACA JUGA:
Duel dengan Buaya, Petani di Muna Barat Luka-Luka hingga Dirawat di Rumah Sakit


&quot;Komoditas yang dominan mempengaruhi penurunan indeks yang diterima petani adalah gabah, jagung dan cabai merah,&quot; kata Amalia dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (1/4/2024).
Peningkatan NTP tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR) yang naik sebesar 2,87%. Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 3,83%, lebih besar dari indeks harga yang diterima petani yang mengalami kenaikan 0,93%.
Komoditas yang dominan mempengaruhi kenaikan indeks harga yang  diterima petani untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat adalah kelapa  sawit, karet dan kakao.
Adapun untuk penurunan NTP terdalam terjadi pada subsektor pada  tanaman pangan (NTPP) yang turun sebesar 5,01%. Penurunan ini terjadi  karena It turun sebesar 1,45% sementara Ib mengalami kenaikan 0,90%.  Komoditas yang mempengaruhi penurunan It adalah gabah, jagung dan kacang  tanah.</content:encoded></item></channel></rss>
