<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumlah Penumpang di Semua Angkutan Transportasi Turun Gegara Cuaca Ekstrem</title><description>BPS menyampaikan tarif angkutan udara atau harga tiket pesawat pada Maret 2024 mengalami deflasi karena beberapa faktor penyebab</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/01/320/2991040/jumlah-penumpang-di-semua-angkutan-transportasi-turun-gegara-cuaca-ekstrem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/01/320/2991040/jumlah-penumpang-di-semua-angkutan-transportasi-turun-gegara-cuaca-ekstrem"/><item><title>Jumlah Penumpang di Semua Angkutan Transportasi Turun Gegara Cuaca Ekstrem</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/01/320/2991040/jumlah-penumpang-di-semua-angkutan-transportasi-turun-gegara-cuaca-ekstrem</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/01/320/2991040/jumlah-penumpang-di-semua-angkutan-transportasi-turun-gegara-cuaca-ekstrem</guid><pubDate>Senin 01 April 2024 15:11 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/01/320/2991040/jumlah-penumpang-di-semua-angkutan-transportasi-turun-gegara-cuaca-ekstrem-dCn7ru5oLS.png" expression="full" type="image/jpeg">Cuaca Ekstrem Bikin Jumlah Penumpang Angkutan Umum Turun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/01/320/2991040/jumlah-penumpang-di-semua-angkutan-transportasi-turun-gegara-cuaca-ekstrem-dCn7ru5oLS.png</image><title>Cuaca Ekstrem Bikin Jumlah Penumpang Angkutan Umum Turun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan tarif angkutan udara atau harga tiket pesawat pada Maret 2024 mengalami deflasi karena beberapa faktor penyebab.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, angkutan udara yang mengalami deflasi 0,97% karena belum banyak masyarakat yang akan mudik.

BACA JUGA:
Menhub Siap Sanksi Maskapai yang Jual Tiket Pesawat Kemahalan

&quot;Ada beberapa penyebabnya, tentunya pertama karena bulan Maret masih sedikit masyarakat yang belum menggunakan angkutan udara dari sisi permintaan dan dari sisi supply memang banyak maskapai yang tidak naikkan tarifnya. Jadi ini adalah mekanisme supply demand dan bahkan ada yang berikan tarif udara lebih rendah dibandingkan Februari,&quot; jelas Amalia dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (1/4/2024).
Kedua ada provinsi-provinsi yang menaikkan jumlah rute dan frekuensi penerbangan. Amalia melihat ini tentunya sangat baik menekan tarif angkutan udara, contohnya Bangka Belitung untuk bandara Pangkal Pinang, jumlah penerbangan Jakarta-Bali frekuensinya semakin banyak.

BACA JUGA:
Pesanan Tiket Pesawat Melonjak di H-4 dan H-3 Lebaran 2024

Ketiga, BPS mengungkapkan ada dampak dari kebijakan pemerintah untuk menurunkan tarif angkutan udara di daerah destinasi pariwisata super prioritas (DPSP), di antaranya, Labuan Bajo, Bali, hingga Lombok.&amp;ldquo;Hal ini tentunya menyelaraskan untuk mendorong masyarakat bisa berwisata ke daerah destinasi pariwisata super prioritas,&amp;rdquo; ujarnya.
Rinciannya, terdapat 20 provinsi yang mengalami deflasi tarif angkutan udara. Lalu, sebanyak 17 provinsi mengalami inflasi tarif angkutan udara, seperti Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Tengah, sedangkan 1 provinsi lainnya dilaporkan stabil.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan tarif angkutan udara atau harga tiket pesawat pada Maret 2024 mengalami deflasi karena beberapa faktor penyebab.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, angkutan udara yang mengalami deflasi 0,97% karena belum banyak masyarakat yang akan mudik.

BACA JUGA:
Menhub Siap Sanksi Maskapai yang Jual Tiket Pesawat Kemahalan

&quot;Ada beberapa penyebabnya, tentunya pertama karena bulan Maret masih sedikit masyarakat yang belum menggunakan angkutan udara dari sisi permintaan dan dari sisi supply memang banyak maskapai yang tidak naikkan tarifnya. Jadi ini adalah mekanisme supply demand dan bahkan ada yang berikan tarif udara lebih rendah dibandingkan Februari,&quot; jelas Amalia dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (1/4/2024).
Kedua ada provinsi-provinsi yang menaikkan jumlah rute dan frekuensi penerbangan. Amalia melihat ini tentunya sangat baik menekan tarif angkutan udara, contohnya Bangka Belitung untuk bandara Pangkal Pinang, jumlah penerbangan Jakarta-Bali frekuensinya semakin banyak.

BACA JUGA:
Pesanan Tiket Pesawat Melonjak di H-4 dan H-3 Lebaran 2024

Ketiga, BPS mengungkapkan ada dampak dari kebijakan pemerintah untuk menurunkan tarif angkutan udara di daerah destinasi pariwisata super prioritas (DPSP), di antaranya, Labuan Bajo, Bali, hingga Lombok.&amp;ldquo;Hal ini tentunya menyelaraskan untuk mendorong masyarakat bisa berwisata ke daerah destinasi pariwisata super prioritas,&amp;rdquo; ujarnya.
Rinciannya, terdapat 20 provinsi yang mengalami deflasi tarif angkutan udara. Lalu, sebanyak 17 provinsi mengalami inflasi tarif angkutan udara, seperti Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Tengah, sedangkan 1 provinsi lainnya dilaporkan stabil.</content:encoded></item></channel></rss>
