<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Garuda Tegaskan Tak Ada Kartel Tiket Pesawat</title><description>Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra menemui  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/02/320/2991617/bos-garuda-tegaskan-tak-ada-kartel-tiket-pesawat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/02/320/2991617/bos-garuda-tegaskan-tak-ada-kartel-tiket-pesawat"/><item><title>Bos Garuda Tegaskan Tak Ada Kartel Tiket Pesawat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/02/320/2991617/bos-garuda-tegaskan-tak-ada-kartel-tiket-pesawat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/02/320/2991617/bos-garuda-tegaskan-tak-ada-kartel-tiket-pesawat</guid><pubDate>Rabu 03 April 2024 04:22 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/02/320/2991617/bos-garuda-tegaskan-tak-ada-kartel-tiket-pesawat-GnOHCD5Lbe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirut Garuda penuhi panggilan KPPU (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/02/320/2991617/bos-garuda-tegaskan-tak-ada-kartel-tiket-pesawat-GnOHCD5Lbe.jpg</image><title>Dirut Garuda penuhi panggilan KPPU (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wMS80LzE3OTA2Ny81L3g4dzQwb3c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra menemui  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk membahas isu kenaikan harga tiket pesawat pada mudik Lebaran 2024.
Irfan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjelaskan kepada KPPU terkait alasan penting mengapa perusahaannya  menetapkan harga tiket pesawat yang tinggi. Namun, dia menegaskan tidak ada praktik kartel atau tindak  memanipulasi harga.

BACA JUGA:
Dirut Garuda: Kenaikan Harga Tiket Cuma Gosip Murahan Saja


&amp;ldquo;Sudah (bertemu KPPU), tim kita sudah menghadap, sudah menjelaskan dasar-dasar kita ambil keputusan soal harga tiket. Yang jelas kita tak ada kartel,&amp;rdquo; kata Irfan, dikutip Rabu (3/4/2024).
Menurutnya, Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan nasional yang terbuka dengan kompetisi yang sehat. Sehingga, dia meyakini tidak melakukan kartel terkait harga pesawat saat ini.

BACA JUGA:
Garuda-Citilink Siapkan 570 Penerbangan Arus Mudik Lebaran 2024


&amp;ldquo;Kami termasuk perusahaan yang terbuka untuk kompetisi yang sehat. Mudah-mudahan cukup, tapi kalau belum ya kita tentu saja punya kewajiban penuhi panggilan lagi,&amp;rdquo; tuturnya.
Dalam hal ini, Irfan memang membantah isu kenaikan harga tiket pesawat saat mudik Lebaran 2024. Dia menyebut harga tiket pesawat masih sesuai dengan ketentuan tarif batas atas (TBA).
Terlebih emiten bersandi saham GIAA ini mengaku tidak menaikan tarif  tiket pesawat sejak 2019. Hal itulah yang membuat Irfan menegaskan bahwa  isu kenaikan tarif tiket pesawat hanyalah &amp;lsquo;gosip murahan saja&amp;rsquo;.
&amp;ldquo;Nah ini sudah dari 2019 kita gak pernah naik (harga tiket), TBA kita  tidak pernah naik. Engga (tidak naik), itu gosip murahan saja,&amp;rdquo;  ujarnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa maskapai penerbangan nasional  dibatasi dengan peraturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berupa  tarif batas atas. Ketentuan ini telah dipertimbangkan berdasarkan  komponen yang masuk dalam biaya produksi, termasuk biaya avtur atau  bahan bakar.
Contohnya, saat terjadi kenaikan harga avtur, namun tidak ada  pengecualian, maka harga tiket tidak dapat dinaikan. Dia menegaskan,  harga tiket pesawat Garuda Indonesia yang dijual saat ini sudah mengacu  pada TBA.
&quot;Kami ini kan airlines, maskapai kami dibatasi dengan peraturan  Kementerian Perhubungan yang menyatakan ada batas atas. Nah, batas atas  itu termasuk di dalamnya ada avtur, jadi kalau ada avtur naik, selama  tidak ada pengecualian nggak boleh naik,&amp;rdquo; tutup dia.
Baca Selengkapnya: Temui KPPU, Bos Garuda Indonesia Tegaskan Tak Ada Kartel Tiket Pesawat</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wMS80LzE3OTA2Ny81L3g4dzQwb3c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra menemui  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk membahas isu kenaikan harga tiket pesawat pada mudik Lebaran 2024.
Irfan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjelaskan kepada KPPU terkait alasan penting mengapa perusahaannya  menetapkan harga tiket pesawat yang tinggi. Namun, dia menegaskan tidak ada praktik kartel atau tindak  memanipulasi harga.

BACA JUGA:
Dirut Garuda: Kenaikan Harga Tiket Cuma Gosip Murahan Saja


&amp;ldquo;Sudah (bertemu KPPU), tim kita sudah menghadap, sudah menjelaskan dasar-dasar kita ambil keputusan soal harga tiket. Yang jelas kita tak ada kartel,&amp;rdquo; kata Irfan, dikutip Rabu (3/4/2024).
Menurutnya, Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan nasional yang terbuka dengan kompetisi yang sehat. Sehingga, dia meyakini tidak melakukan kartel terkait harga pesawat saat ini.

BACA JUGA:
Garuda-Citilink Siapkan 570 Penerbangan Arus Mudik Lebaran 2024


&amp;ldquo;Kami termasuk perusahaan yang terbuka untuk kompetisi yang sehat. Mudah-mudahan cukup, tapi kalau belum ya kita tentu saja punya kewajiban penuhi panggilan lagi,&amp;rdquo; tuturnya.
Dalam hal ini, Irfan memang membantah isu kenaikan harga tiket pesawat saat mudik Lebaran 2024. Dia menyebut harga tiket pesawat masih sesuai dengan ketentuan tarif batas atas (TBA).
Terlebih emiten bersandi saham GIAA ini mengaku tidak menaikan tarif  tiket pesawat sejak 2019. Hal itulah yang membuat Irfan menegaskan bahwa  isu kenaikan tarif tiket pesawat hanyalah &amp;lsquo;gosip murahan saja&amp;rsquo;.
&amp;ldquo;Nah ini sudah dari 2019 kita gak pernah naik (harga tiket), TBA kita  tidak pernah naik. Engga (tidak naik), itu gosip murahan saja,&amp;rdquo;  ujarnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa maskapai penerbangan nasional  dibatasi dengan peraturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berupa  tarif batas atas. Ketentuan ini telah dipertimbangkan berdasarkan  komponen yang masuk dalam biaya produksi, termasuk biaya avtur atau  bahan bakar.
Contohnya, saat terjadi kenaikan harga avtur, namun tidak ada  pengecualian, maka harga tiket tidak dapat dinaikan. Dia menegaskan,  harga tiket pesawat Garuda Indonesia yang dijual saat ini sudah mengacu  pada TBA.
&quot;Kami ini kan airlines, maskapai kami dibatasi dengan peraturan  Kementerian Perhubungan yang menyatakan ada batas atas. Nah, batas atas  itu termasuk di dalamnya ada avtur, jadi kalau ada avtur naik, selama  tidak ada pengecualian nggak boleh naik,&amp;rdquo; tutup dia.
Baca Selengkapnya: Temui KPPU, Bos Garuda Indonesia Tegaskan Tak Ada Kartel Tiket Pesawat</content:encoded></item></channel></rss>
