<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyaluran Gas Murah untuk Industri Pupuk Terus Turun, Ini Kata ESDM</title><description>ESDM mengungkapkan alasan penyaluran gas dalam program Harga Gas Bumi Tertentu</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/03/320/2992205/penyaluran-gas-murah-untuk-industri-pupuk-terus-turun-ini-kata-esdm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/03/320/2992205/penyaluran-gas-murah-untuk-industri-pupuk-terus-turun-ini-kata-esdm"/><item><title>Penyaluran Gas Murah untuk Industri Pupuk Terus Turun, Ini Kata ESDM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/03/320/2992205/penyaluran-gas-murah-untuk-industri-pupuk-terus-turun-ini-kata-esdm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/03/320/2992205/penyaluran-gas-murah-untuk-industri-pupuk-terus-turun-ini-kata-esdm</guid><pubDate>Rabu 03 April 2024 21:19 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/03/320/2992205/penyaluran-gas-murah-untuk-industri-pupuk-terus-turun-ini-kata-esdm-WhncEVWp7b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gas Murah untuk Industri Menurun. (Foto: Okezone.com/PGN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/03/320/2992205/penyaluran-gas-murah-untuk-industri-pupuk-terus-turun-ini-kata-esdm-WhncEVWp7b.jpg</image><title>Gas Murah untuk Industri Menurun. (Foto: Okezone.com/PGN)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan alasan penyaluran gas dalam program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) menurun dalam 5 tahun terakhir bagi industri pupuk.
&quot;Bila kita melihat lebih jauh mengenai realisasi HGBT dalam 5 tahun terakhir terdapat kecenderungan penurunan registrasi untuk industri walaupun tidak begitu besar,&quot; jelas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tutuka Ariadji saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (3/4/2024).

BACA JUGA:
Menperin Absen, Menteri ESDM: Rapat Gas Industri Murah Ngalor Ngidul

Diungkapkan Tutuka, tidak optimalnya serapan gas pada industri pupuk ini disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya pasokan dari sektor hulu migas yang mengalami kendala operasional.
&quot;Ada keterbatasan kemampuan pasokan hulu dan adanya maintenance (pemeliharaan) di sisi hulu migas yang dikelola SKK Migas,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Menperin Ungkap Cara Turunkan Harga Kendaraan Listrik hingga 30%&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, dipengaruhi pula dari sisi industri pupuk itu sendiri yakni adanya perbaikan dan kendala operasi pabrik sehingga membuat serapan pembeli yang kurang optimal.
&quot;Tidak optimalnya serapan volume oleh pengguna gas bumi tertentu khususnya bidang pupuk, antara lain karena mayoritas serapan pembeli yang kurang optimal karena maintenance dan kendala operasional pabrik,&quot; tuturnya.Sebagai informasi, pada 2020 realisasi HGBT sempat meningkat menjadi 738 BBTUD atau 87,5 persen dari total volume yang tersedia mencapai 842,26 BBTUD.
Lalu pada 2021, realisasinya sempat meningkat menjadi sebesar 738 BBTUD atau 87,5 persen dari total volume yang tersedia mencapai 842,26 BBTUD. Kemudian pada 2022 realisasi serapan HGBT turun menjadi sebanyak 708 BBTUD atau 82,8 persen dari volume yang tersedia sebesar 855,06 BBTUD.
Namun pada 2023, realisasi HGBT ke industri pupuk hanya sebesar 686,28 BBTUD atau 84,3 persen dari total volume tersedia sebanyak 814,06 BBTUD.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan alasan penyaluran gas dalam program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) menurun dalam 5 tahun terakhir bagi industri pupuk.
&quot;Bila kita melihat lebih jauh mengenai realisasi HGBT dalam 5 tahun terakhir terdapat kecenderungan penurunan registrasi untuk industri walaupun tidak begitu besar,&quot; jelas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tutuka Ariadji saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (3/4/2024).

BACA JUGA:
Menperin Absen, Menteri ESDM: Rapat Gas Industri Murah Ngalor Ngidul

Diungkapkan Tutuka, tidak optimalnya serapan gas pada industri pupuk ini disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya pasokan dari sektor hulu migas yang mengalami kendala operasional.
&quot;Ada keterbatasan kemampuan pasokan hulu dan adanya maintenance (pemeliharaan) di sisi hulu migas yang dikelola SKK Migas,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Menperin Ungkap Cara Turunkan Harga Kendaraan Listrik hingga 30%&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, dipengaruhi pula dari sisi industri pupuk itu sendiri yakni adanya perbaikan dan kendala operasi pabrik sehingga membuat serapan pembeli yang kurang optimal.
&quot;Tidak optimalnya serapan volume oleh pengguna gas bumi tertentu khususnya bidang pupuk, antara lain karena mayoritas serapan pembeli yang kurang optimal karena maintenance dan kendala operasional pabrik,&quot; tuturnya.Sebagai informasi, pada 2020 realisasi HGBT sempat meningkat menjadi 738 BBTUD atau 87,5 persen dari total volume yang tersedia mencapai 842,26 BBTUD.
Lalu pada 2021, realisasinya sempat meningkat menjadi sebesar 738 BBTUD atau 87,5 persen dari total volume yang tersedia mencapai 842,26 BBTUD. Kemudian pada 2022 realisasi serapan HGBT turun menjadi sebanyak 708 BBTUD atau 82,8 persen dari volume yang tersedia sebesar 855,06 BBTUD.
Namun pada 2023, realisasi HGBT ke industri pupuk hanya sebesar 686,28 BBTUD atau 84,3 persen dari total volume tersedia sebanyak 814,06 BBTUD.</content:encoded></item></channel></rss>
