<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Iri! Ternyata Ini Penyebab RI Tak Bisa Gratiskan Tol saat Mudik Lebaran, Beda dengan Malaysia</title><description>Asosiasi Tol Indonesia mengeluhkan soal pemberian diskon tarif tol</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/03/320/2992210/jangan-iri-ternyata-ini-penyebab-ri-tak-bisa-gratiskan-tol-saat-mudik-lebaran-beda-dengan-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/03/320/2992210/jangan-iri-ternyata-ini-penyebab-ri-tak-bisa-gratiskan-tol-saat-mudik-lebaran-beda-dengan-malaysia"/><item><title>Jangan Iri! Ternyata Ini Penyebab RI Tak Bisa Gratiskan Tol saat Mudik Lebaran, Beda dengan Malaysia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/03/320/2992210/jangan-iri-ternyata-ini-penyebab-ri-tak-bisa-gratiskan-tol-saat-mudik-lebaran-beda-dengan-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/03/320/2992210/jangan-iri-ternyata-ini-penyebab-ri-tak-bisa-gratiskan-tol-saat-mudik-lebaran-beda-dengan-malaysia</guid><pubDate>Rabu 03 April 2024 21:37 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/03/320/2992210/jangan-iri-ternyata-ini-penyebab-ri-tak-bisa-gratiskan-tol-saat-mudik-lebaran-beda-dengan-malaysia-AICSAHlh6L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskon Tarif Tol untuk Mudik Lebaran 2024. (Foto:okezone.com/Jasa Marga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/03/320/2992210/jangan-iri-ternyata-ini-penyebab-ri-tak-bisa-gratiskan-tol-saat-mudik-lebaran-beda-dengan-malaysia-AICSAHlh6L.jpg</image><title>Diskon Tarif Tol untuk Mudik Lebaran 2024. (Foto:okezone.com/Jasa Marga)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Tol Indonesia mengeluhkan soal pemberian diskon tarif tol jika harus diberikan lebih besar selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2024.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Tol Indonesia sekaligus Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Subakti Syukur saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (3/4/2024). Sebab menurutnya pemberian diskon tarif yang lebih besar pengaruhnya terhadap iklim investasi di Jalan Tol.

BACA JUGA:
Diskon Tarif Tol 20% Mudik Lebaran 2024 Resmi Berlaku Hari Ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kita ini diskusi pak di ATI, kebetulan saya ketuanya, susah sekali ngasih diskon ini. Kalau Jasa Marga sudah mendahului 20% yang lain malah ada yang gak mau, akhirnya karena di endorse terus dengan Pemerintah akhirnya semua 20%,&quot; ujar Subakti, Rabu (3/4/2024).

BACA JUGA:
Kabar Gembira! Beli Kamera INSTAX Mini 99 di Shopee Mall Bisa Dapat Diskon dan Hadiah Gratis!

Subakti juga membandingkan dengan kondisi di Malaysia yang memberikan diskon tarif hingga menggratiskan tarif tol. Menurutnya, Malaysia mampu memberikan diskon tarif yang lebih besar karena ada semacam dana yang ditanggung oleh Pemerintah dan dibayarkan kepada Badan Usaha Jalan Tol.&quot;Nah kalau di Malaysia itu 2 hari kemarin gratis itu pemerintah mengkompensasi sebesar 37,6 juta ringgit atau kalau dirupiahkan sebesar Rp126,3 miliar,&quot; kata Subakti Syukur.
&quot;Kalau mau mungkin misalnya kita mau beri diskon agak besar 50% misalnya, (ATI) berapa persen, dan pemerintah berapa persen gitu lho. Tapi dipilih harinya, lajur mana, bisa kalau begitu,&quot; sambungnya.
Sehingga menurut Subakti jika seluruhnya ditanggung oleh BUJT bebannya terlalu berat. Karena di satu sisi Badan Usaha juga memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan pendapatan perseroan.
&quot;Tapi kalau ditanggung kita semua ini agak repot juga kita diskusinya pak, karena kita juga kan ada milik public juga, apalagi sekarang ada asing masuk ke tol lagi, tidak semua milik BUMN, mungkin itu kalau yang untuk gratis, ya paling memungkinkan ya sharing lah,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Tol Indonesia mengeluhkan soal pemberian diskon tarif tol jika harus diberikan lebih besar selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2024.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Tol Indonesia sekaligus Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Subakti Syukur saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (3/4/2024). Sebab menurutnya pemberian diskon tarif yang lebih besar pengaruhnya terhadap iklim investasi di Jalan Tol.

BACA JUGA:
Diskon Tarif Tol 20% Mudik Lebaran 2024 Resmi Berlaku Hari Ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kita ini diskusi pak di ATI, kebetulan saya ketuanya, susah sekali ngasih diskon ini. Kalau Jasa Marga sudah mendahului 20% yang lain malah ada yang gak mau, akhirnya karena di endorse terus dengan Pemerintah akhirnya semua 20%,&quot; ujar Subakti, Rabu (3/4/2024).

BACA JUGA:
Kabar Gembira! Beli Kamera INSTAX Mini 99 di Shopee Mall Bisa Dapat Diskon dan Hadiah Gratis!

Subakti juga membandingkan dengan kondisi di Malaysia yang memberikan diskon tarif hingga menggratiskan tarif tol. Menurutnya, Malaysia mampu memberikan diskon tarif yang lebih besar karena ada semacam dana yang ditanggung oleh Pemerintah dan dibayarkan kepada Badan Usaha Jalan Tol.&quot;Nah kalau di Malaysia itu 2 hari kemarin gratis itu pemerintah mengkompensasi sebesar 37,6 juta ringgit atau kalau dirupiahkan sebesar Rp126,3 miliar,&quot; kata Subakti Syukur.
&quot;Kalau mau mungkin misalnya kita mau beri diskon agak besar 50% misalnya, (ATI) berapa persen, dan pemerintah berapa persen gitu lho. Tapi dipilih harinya, lajur mana, bisa kalau begitu,&quot; sambungnya.
Sehingga menurut Subakti jika seluruhnya ditanggung oleh BUJT bebannya terlalu berat. Karena di satu sisi Badan Usaha juga memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan pendapatan perseroan.
&quot;Tapi kalau ditanggung kita semua ini agak repot juga kita diskusinya pak, karena kita juga kan ada milik public juga, apalagi sekarang ada asing masuk ke tol lagi, tidak semua milik BUMN, mungkin itu kalau yang untuk gratis, ya paling memungkinkan ya sharing lah,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
