<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waskita Kebut 7 Proyek IKN, Mulai dari Jalan Tol hingga Gedung Kemenko</title><description>PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengebut pembangunan mega proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/03/470/2991921/waskita-kebut-7-proyek-ikn-mulai-dari-jalan-tol-hingga-gedung-kemenko</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/03/470/2991921/waskita-kebut-7-proyek-ikn-mulai-dari-jalan-tol-hingga-gedung-kemenko"/><item><title>Waskita Kebut 7 Proyek IKN, Mulai dari Jalan Tol hingga Gedung Kemenko</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/03/470/2991921/waskita-kebut-7-proyek-ikn-mulai-dari-jalan-tol-hingga-gedung-kemenko</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/03/470/2991921/waskita-kebut-7-proyek-ikn-mulai-dari-jalan-tol-hingga-gedung-kemenko</guid><pubDate>Rabu 03 April 2024 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/03/470/2991921/waskita-kebut-7-proyek-ikn-mulai-dari-jalan-tol-hingga-gedung-kemenko-K2H8nIpuEt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waskita kebut proyek IKN (Foto: Waskita)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/03/470/2991921/waskita-kebut-7-proyek-ikn-mulai-dari-jalan-tol-hingga-gedung-kemenko-K2H8nIpuEt.jpg</image><title>Waskita kebut proyek IKN (Foto: Waskita)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xOC8xLzE3ODQ2MS81L3g4dXMxZHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengebut pembangunan mega proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Saat ini Perseroan mengerjakan 12 proyek IKN dengan total nilai kontrak mencapai Rp13,6 triliun.
Sementara itu untuk porsi Waskita sendiri sebesar Rp7,5 triliun di antaranya yaitu, Jalan Akses Lingkar Sepaku Seksi 4, Jalan Tol IKN Segmen 5A, Gedung Sekretariat Negara, Gedung Kemenko 3, Gedung Kemenko 4, IPAL 1,2,3 IKN, Jalan Feeder kawasan KIPP IKN, Rumah Susun ASN, Jalan Nasional IKN Seksi 6C-1 dan MultiUtility Tunnel-01 (MUT), Jalan Tol Segmen 3B-2 dan Jalan Akses Bandara VVIP IKN yang baru saja dilakukan tandatangan kontrak Januari lalu.

BACA JUGA:
Menteri Basuki Sebut Prabowo Akan Dilantik Jadi Presiden di IKN 


SVP Corporate Secretary Perseroan, Ermy Puspa Yunita mengatakan, Waskita memastikan dari total 12 proyek yang dikerjakan, 7 proyek di antaranya telah mencapai proyek yang signifikan dan akan selesai pada Semester I 2024.
&amp;ldquo;Waskita berkomitmen dengan percepatan pembangunan proyek ini akan selesai sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan,&amp;rdquo; katanya, Rabu (3/4/2024).

BACA JUGA:
Anggaran Pembangunan IKN 2024 Capai Rp35,45 Triliun


Dalam Rapat Koordinasi Nasional IKN di Jakarta, Ketua Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR Danis Sumadilaga mengatakan progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Tahap 1 saat ini sudah mencapai 77 persen.
&amp;ldquo;Fokus pembangunan IKN saat ini adalah menyiapkan ekosistem utama agar siap digunakan pada upacara HUT Kemerdekaan RI ke-79 pada 17 Agustus 2024, seperti Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), termasuk Istana Presiden dan lapangan upacara dapat berfungsi pada Juni 2024,&amp;rdquo; ucap Danis.
Per April 2024, progres 7 proyek IKN garapan Waskita mengalami  percepatan dari Januari lalu. Dengan rincian, Saluran Utilitas Terpadu  (MUT) &amp;ndash; 01 mencapai 100%, Jalan Logistik Lingkar Sepaku Segmen 4  mencapai 98,96%, Jalan Tol IKN Segmen 5A mencapai 80,48%, Sekretariat  Presiden dan bangunan pendukung mencapai 75,61%, Kementerian Koordinator  4 mencapai 60,80%, Kementerian Koordinator 3 mencapai 60,45% dan IPAL  123 mencapai 26,67%.
&amp;ldquo;Dengan amanah yang diberikan kepada Waskita dari Pemerintah sebagai  pemberi tugas, Perseroan berkomitmen dan fokus untuk menyelesaikan  pembangunan infrastruktur yang berada di KIPP IKN,&amp;rdquo; tambah Ermy.
Waskita Karya berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan  infrastruktur di Indonesia. Melalui pembangunan proyek IKN, Waskita  turut mendukung pemerintah dalam menarik lebih banyak investasi baik  dari pemerintah itu sendiri dan juga swasta dengan melengkapi sarana dan  prasarana di IKN. Sektor infrastruktur masih berpotensi mengalami  pertumbuhan seiring dengan kebutuhan infrastruktur yang masih tinggi di  Indonesia dan untuk mendukung pembangunan serta pertumbuhan ekonomi  nasional.
&amp;ldquo;Perseroan berharap dengan pembangunan infrastruktur yang kami bangun  itu bukan sekedar pembangunan fisik saja, namun juga berdampak terhadap  ekonomi. Seperti contoh peran jalan tol sebagai konektivitas dapat  terhubung ke kawasan pariwisata, kawasan industri dan semua kawasan yang  secara ekonomi memiliki dampaknya. Selain itu juga dapat memicu  berkembangnya kawasankawasan ekonomi baru dengan adanya pembangunan  infrastruktur,&amp;rdquo; ungkap Ermy.
Untuk tahun 2024 ini Perseroan masih terus ikut partisipasi pada  proyek IKN. Dengan kondisi saat ini, tentunya Perseroan masih selektif  dalam memilih proyek terutama dalam hal kepastian pembayaran, terdapat  uang muka dan skema pembayaran monthly payment serta telah melalui  Komite Manajemen Risiko Konstruksi. Hal ini bertujuan agar proyek-proyek  yang didapatkan oleh Waskita dapat berjalan dengan lancar dan selesai  tepat waktu serta memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan  (profitable oriented).</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xOC8xLzE3ODQ2MS81L3g4dXMxZHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengebut pembangunan mega proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Saat ini Perseroan mengerjakan 12 proyek IKN dengan total nilai kontrak mencapai Rp13,6 triliun.
Sementara itu untuk porsi Waskita sendiri sebesar Rp7,5 triliun di antaranya yaitu, Jalan Akses Lingkar Sepaku Seksi 4, Jalan Tol IKN Segmen 5A, Gedung Sekretariat Negara, Gedung Kemenko 3, Gedung Kemenko 4, IPAL 1,2,3 IKN, Jalan Feeder kawasan KIPP IKN, Rumah Susun ASN, Jalan Nasional IKN Seksi 6C-1 dan MultiUtility Tunnel-01 (MUT), Jalan Tol Segmen 3B-2 dan Jalan Akses Bandara VVIP IKN yang baru saja dilakukan tandatangan kontrak Januari lalu.

BACA JUGA:
Menteri Basuki Sebut Prabowo Akan Dilantik Jadi Presiden di IKN 


SVP Corporate Secretary Perseroan, Ermy Puspa Yunita mengatakan, Waskita memastikan dari total 12 proyek yang dikerjakan, 7 proyek di antaranya telah mencapai proyek yang signifikan dan akan selesai pada Semester I 2024.
&amp;ldquo;Waskita berkomitmen dengan percepatan pembangunan proyek ini akan selesai sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan,&amp;rdquo; katanya, Rabu (3/4/2024).

BACA JUGA:
Anggaran Pembangunan IKN 2024 Capai Rp35,45 Triliun


Dalam Rapat Koordinasi Nasional IKN di Jakarta, Ketua Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR Danis Sumadilaga mengatakan progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Tahap 1 saat ini sudah mencapai 77 persen.
&amp;ldquo;Fokus pembangunan IKN saat ini adalah menyiapkan ekosistem utama agar siap digunakan pada upacara HUT Kemerdekaan RI ke-79 pada 17 Agustus 2024, seperti Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), termasuk Istana Presiden dan lapangan upacara dapat berfungsi pada Juni 2024,&amp;rdquo; ucap Danis.
Per April 2024, progres 7 proyek IKN garapan Waskita mengalami  percepatan dari Januari lalu. Dengan rincian, Saluran Utilitas Terpadu  (MUT) &amp;ndash; 01 mencapai 100%, Jalan Logistik Lingkar Sepaku Segmen 4  mencapai 98,96%, Jalan Tol IKN Segmen 5A mencapai 80,48%, Sekretariat  Presiden dan bangunan pendukung mencapai 75,61%, Kementerian Koordinator  4 mencapai 60,80%, Kementerian Koordinator 3 mencapai 60,45% dan IPAL  123 mencapai 26,67%.
&amp;ldquo;Dengan amanah yang diberikan kepada Waskita dari Pemerintah sebagai  pemberi tugas, Perseroan berkomitmen dan fokus untuk menyelesaikan  pembangunan infrastruktur yang berada di KIPP IKN,&amp;rdquo; tambah Ermy.
Waskita Karya berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan  infrastruktur di Indonesia. Melalui pembangunan proyek IKN, Waskita  turut mendukung pemerintah dalam menarik lebih banyak investasi baik  dari pemerintah itu sendiri dan juga swasta dengan melengkapi sarana dan  prasarana di IKN. Sektor infrastruktur masih berpotensi mengalami  pertumbuhan seiring dengan kebutuhan infrastruktur yang masih tinggi di  Indonesia dan untuk mendukung pembangunan serta pertumbuhan ekonomi  nasional.
&amp;ldquo;Perseroan berharap dengan pembangunan infrastruktur yang kami bangun  itu bukan sekedar pembangunan fisik saja, namun juga berdampak terhadap  ekonomi. Seperti contoh peran jalan tol sebagai konektivitas dapat  terhubung ke kawasan pariwisata, kawasan industri dan semua kawasan yang  secara ekonomi memiliki dampaknya. Selain itu juga dapat memicu  berkembangnya kawasankawasan ekonomi baru dengan adanya pembangunan  infrastruktur,&amp;rdquo; ungkap Ermy.
Untuk tahun 2024 ini Perseroan masih terus ikut partisipasi pada  proyek IKN. Dengan kondisi saat ini, tentunya Perseroan masih selektif  dalam memilih proyek terutama dalam hal kepastian pembayaran, terdapat  uang muka dan skema pembayaran monthly payment serta telah melalui  Komite Manajemen Risiko Konstruksi. Hal ini bertujuan agar proyek-proyek  yang didapatkan oleh Waskita dapat berjalan dengan lancar dan selesai  tepat waktu serta memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan  (profitable oriented).</content:encoded></item></channel></rss>
