<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transisi Energi, Proyek PLTS 500 MW Dikebut</title><description>Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 1.055 MW</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/05/320/2992987/transisi-energi-proyek-plts-500-mw-dikebut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/05/320/2992987/transisi-energi-proyek-plts-500-mw-dikebut"/><item><title>Transisi Energi, Proyek PLTS 500 MW Dikebut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/05/320/2992987/transisi-energi-proyek-plts-500-mw-dikebut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/05/320/2992987/transisi-energi-proyek-plts-500-mw-dikebut</guid><pubDate>Jum'at 05 April 2024 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/05/320/2992987/transisi-energi-proyek-plts-500-mw-dikebut-qjxb8jaRS7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PLN Kebut Proyek Hijaunesia. (Foto: Okezone.com/PLN Indonesia Power)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/05/320/2992987/transisi-energi-proyek-plts-500-mw-dikebut-qjxb8jaRS7.jpg</image><title>PLN Kebut Proyek Hijaunesia. (Foto: Okezone.com/PLN Indonesia Power)</title></images><description>JAKARTA - Proyek Hijaunesia yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 1.055 MW dikebut. Proyek tersebut sebagai upaya transisi energi dan mendukung capaian target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, proyek Hijaunesia 2023 melalui skema Strategic Partnership.
&quot;Melalui inisiatif ini kita genjot pengembangan EBT yang telah tercantum dalam RUPTL 2021 &amp;ndash; 2030, dengan kapasitas total mencapai 1.055 MW,&quot; kata Edwin, Jumat (5/4/2024).

BACA JUGA:
Keren! ITS Luncurkan Purwarupa PLTS Apung Laut Pertama di Indonesia

PLN IP akan mengakselerasi pembangunan PLTS yang ada di 5 lokasi dengan total kapasistas 500 MW, dengan target proses pembangunan hingga Commercial Operation Date (COD) lebih cepat dari yang pernah dilakukan.
&quot;Pembangunan pembangkit tersebut dengan proses paralel antara lain pra-seleksi mitra termasuk kontraktor EPC, pemilihan lender, dan proses perizinan,&quot; tutur Edwin.
Pembangunan PLTS pun diminati oleh para calon mitra dan kontraktor EPC dari berbagai negara, saat ini total ada 33 Peserta (bidder) yang lulus tahap Request for Quotation (RFQ). Saat ini proses telah memasuki tahapan evaluasi sampul 1.

BACA JUGA:
Bangun PLTS, Nusa Penida Jadi Tempat Transisi Energi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Para calon mitra yang berminat atas pengembangan proyek PLTS 500 MW ini berasal dari dalam negeri hingga Eropa, ini menandakan proyek EBT kami menarik,&quot; ujar Edwin.
Menurut Edwin, meski calon mitra tersebut berasal dari dalam negeri, PLN IP tetap menitikberatkan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai regulasi yang berlaku, dengan begitu proyek yang dilaksanakan PLN dapat menciptakan multiplier effect bagi industri dalam negeri.
&quot;Hijaunesia 2023 sebagai demand creation untuk membuka pasar investasi manufaktur solar PV dalam rangka unlock isu TKDN 60 persen,&quot; ungkapnya.Edwin mengungkapkan, proyek Hijaunesia 2023 juga sekaligus bentuk komitmen dan implementasi PLN melalui PLN Indonesia Power dalam aspek Environmental, Social and Governance (ESG).
Seperti diketahui, hingga 2028 PLN Indonesia Power menargetkan pengembangan pembangkit EBT hingga 2,78 GW yang berkontribusi pada pengurangan emisi CO2 sebesar 2 juta ton.</description><content:encoded>JAKARTA - Proyek Hijaunesia yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 1.055 MW dikebut. Proyek tersebut sebagai upaya transisi energi dan mendukung capaian target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, proyek Hijaunesia 2023 melalui skema Strategic Partnership.
&quot;Melalui inisiatif ini kita genjot pengembangan EBT yang telah tercantum dalam RUPTL 2021 &amp;ndash; 2030, dengan kapasitas total mencapai 1.055 MW,&quot; kata Edwin, Jumat (5/4/2024).

BACA JUGA:
Keren! ITS Luncurkan Purwarupa PLTS Apung Laut Pertama di Indonesia

PLN IP akan mengakselerasi pembangunan PLTS yang ada di 5 lokasi dengan total kapasistas 500 MW, dengan target proses pembangunan hingga Commercial Operation Date (COD) lebih cepat dari yang pernah dilakukan.
&quot;Pembangunan pembangkit tersebut dengan proses paralel antara lain pra-seleksi mitra termasuk kontraktor EPC, pemilihan lender, dan proses perizinan,&quot; tutur Edwin.
Pembangunan PLTS pun diminati oleh para calon mitra dan kontraktor EPC dari berbagai negara, saat ini total ada 33 Peserta (bidder) yang lulus tahap Request for Quotation (RFQ). Saat ini proses telah memasuki tahapan evaluasi sampul 1.

BACA JUGA:
Bangun PLTS, Nusa Penida Jadi Tempat Transisi Energi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Para calon mitra yang berminat atas pengembangan proyek PLTS 500 MW ini berasal dari dalam negeri hingga Eropa, ini menandakan proyek EBT kami menarik,&quot; ujar Edwin.
Menurut Edwin, meski calon mitra tersebut berasal dari dalam negeri, PLN IP tetap menitikberatkan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai regulasi yang berlaku, dengan begitu proyek yang dilaksanakan PLN dapat menciptakan multiplier effect bagi industri dalam negeri.
&quot;Hijaunesia 2023 sebagai demand creation untuk membuka pasar investasi manufaktur solar PV dalam rangka unlock isu TKDN 60 persen,&quot; ungkapnya.Edwin mengungkapkan, proyek Hijaunesia 2023 juga sekaligus bentuk komitmen dan implementasi PLN melalui PLN Indonesia Power dalam aspek Environmental, Social and Governance (ESG).
Seperti diketahui, hingga 2028 PLN Indonesia Power menargetkan pengembangan pembangkit EBT hingga 2,78 GW yang berkontribusi pada pengurangan emisi CO2 sebesar 2 juta ton.</content:encoded></item></channel></rss>
