<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Diproyeksi Tembus 2% pada Bulan Ramadhan 2024</title><description>Citi Indonesia memproyeksi inflasi Indonesia mencapai level 2% pada bulan Ramadhan 2024.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/08/320/2993975/inflasi-diproyeksi-tembus-2-pada-bulan-ramadhan-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/08/320/2993975/inflasi-diproyeksi-tembus-2-pada-bulan-ramadhan-2024"/><item><title>Inflasi Diproyeksi Tembus 2% pada Bulan Ramadhan 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/08/320/2993975/inflasi-diproyeksi-tembus-2-pada-bulan-ramadhan-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/08/320/2993975/inflasi-diproyeksi-tembus-2-pada-bulan-ramadhan-2024</guid><pubDate>Senin 08 April 2024 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/08/320/2993975/inflasi-diproyeksi-tembus-2-pada-bulan-ramadhan-2024-Eh9svImUBH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi Ramadhan diproyeksi tembus 2% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/08/320/2993975/inflasi-diproyeksi-tembus-2-pada-bulan-ramadhan-2024-Eh9svImUBH.jpg</image><title>Inflasi Ramadhan diproyeksi tembus 2% (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yOC8xLzE3ODkwMy81L3g4dnhkN2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Citi Indonesia memproyeksi inflasi Indonesia mencapai level 2% pada bulan Ramadhan 2024. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan di bulan puasa menjelang Lebaran.
Chief Economist Citi Indonesia Helmi Arman menyebut inflasi saat ini sedang dalam tren naik. Hal tersebut didorong oleh berbagai faktor, seperti harga beras dan mundurnya musim panen akibat Elnino.

BACA JUGA:
Inflasi Meroket, Ini Penyebab Harga Emas Perhiasan Naik

&quot;Inflasi memang dalam beberapa bulan terakhir ini dalam tren naik didorong harga beras dan mundurnya musim panen setelah dampak Elnino tahun lalu. Juga dampak musiman lainnya, yakni  meningkatnya permintaan di bulan Ramadhan,&quot; kata Helmi, ditulis Senin (8/4/2024).

BACA JUGA:
Biang Kerok Utama Inflasi Maret 2024: Harga Telur dan Daging Ayam

Namun, dia melanjutkan, jika dilihat saat ini inflasi inti masih berada di bawah level 2%. Selain itu, harga komoditas yang mulai terkendali juga diduga akan membuat inflasi bergerak turun ke bawah level 3% pasca lebaran.&quot;Kalau kita melihat inflasi inti, inflasi inti masih ada di level sekitar di bawah 2%. Dan harga-harga komoditas impor juga masih relatif terkendali sehingga kami memperkirakan bahwa setelah puncak panen selama satu atau dua bulan ke depan juga setelah usainya lebaran, inflasi bergerak turun lagi ke bawah level 3%,&quot; paparnya.
Sementara itu, dari sisi makro ekonomi, secara umum proyeksi Citi Indonesia masih positif terkait outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini seiring dengan selesainya pemilu dalam satu putaran yang membuat stimulus dari belanja kampanye berakhir lebih cepat dibandingkan dengan dijalankan dalam dua putaran.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yOC8xLzE3ODkwMy81L3g4dnhkN2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Citi Indonesia memproyeksi inflasi Indonesia mencapai level 2% pada bulan Ramadhan 2024. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan di bulan puasa menjelang Lebaran.
Chief Economist Citi Indonesia Helmi Arman menyebut inflasi saat ini sedang dalam tren naik. Hal tersebut didorong oleh berbagai faktor, seperti harga beras dan mundurnya musim panen akibat Elnino.

BACA JUGA:
Inflasi Meroket, Ini Penyebab Harga Emas Perhiasan Naik

&quot;Inflasi memang dalam beberapa bulan terakhir ini dalam tren naik didorong harga beras dan mundurnya musim panen setelah dampak Elnino tahun lalu. Juga dampak musiman lainnya, yakni  meningkatnya permintaan di bulan Ramadhan,&quot; kata Helmi, ditulis Senin (8/4/2024).

BACA JUGA:
Biang Kerok Utama Inflasi Maret 2024: Harga Telur dan Daging Ayam

Namun, dia melanjutkan, jika dilihat saat ini inflasi inti masih berada di bawah level 2%. Selain itu, harga komoditas yang mulai terkendali juga diduga akan membuat inflasi bergerak turun ke bawah level 3% pasca lebaran.&quot;Kalau kita melihat inflasi inti, inflasi inti masih ada di level sekitar di bawah 2%. Dan harga-harga komoditas impor juga masih relatif terkendali sehingga kami memperkirakan bahwa setelah puncak panen selama satu atau dua bulan ke depan juga setelah usainya lebaran, inflasi bergerak turun lagi ke bawah level 3%,&quot; paparnya.
Sementara itu, dari sisi makro ekonomi, secara umum proyeksi Citi Indonesia masih positif terkait outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini seiring dengan selesainya pemilu dalam satu putaran yang membuat stimulus dari belanja kampanye berakhir lebih cepat dibandingkan dengan dijalankan dalam dua putaran.</content:encoded></item></channel></rss>
