<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Persiapan Arus Balik, Ini Hal Penting jika Berhenti Darurat di Jalan Tol   </title><description>Hal penting untuk diketahui terkait berhenti darurat di jalan tol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/11/320/2994819/persiapan-arus-balik-ini-hal-penting-jika-berhenti-darurat-di-jalan-tol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/11/320/2994819/persiapan-arus-balik-ini-hal-penting-jika-berhenti-darurat-di-jalan-tol"/><item><title>Persiapan Arus Balik, Ini Hal Penting jika Berhenti Darurat di Jalan Tol   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/11/320/2994819/persiapan-arus-balik-ini-hal-penting-jika-berhenti-darurat-di-jalan-tol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/11/320/2994819/persiapan-arus-balik-ini-hal-penting-jika-berhenti-darurat-di-jalan-tol</guid><pubDate>Kamis 11 April 2024 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/11/320/2994819/persiapan-arus-balik-ini-hal-penting-jika-berhenti-darurat-di-jalan-tol-kXvamBkXsc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Persiapan Arus Balik Lebaran 2024. (Foto: Okezone.com/Jasa Marga) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/11/320/2994819/persiapan-arus-balik-ini-hal-penting-jika-berhenti-darurat-di-jalan-tol-kXvamBkXsc.jpg</image><title>Persiapan Arus Balik Lebaran 2024. (Foto: Okezone.com/Jasa Marga) </title></images><description>JAKARTA - Arus mudik Lebaran telah dilalui. Kini arus balik mesti disiapkan.
Ada hal-hal penting yang harus dipahami utamanya bagi pemudik yang balik naik kendaraan sendiri seperti mobil. Hal penting untuk diketahui terkait berhenti darurat di jalan tol.

BACA JUGA:
Mudik Lebaran 2024, 572.598 Kendaraan Tinggalkan Jakarta via GT Cikampek Utama

Mengutip instagram PUPR_BPJT, disampaikan terkait rambu-rambu yang harus dipatuhi para pemudik di perjalanan. Jika lelah maka jangan beristirahat di bahu jalan, karena bahu jalan hanya khusus digunakan dalam kondisi darurat.
&quot;Berhentilah di rest area terdekat atau ke luar jalan toll terlebih dahulu. Nantinya kamu bisa masuk kembali ke jalan tol tanpa dikenakan total tarif tol tambahan, kok! &amp;#128522;,&quot; tulis Instagram BPJT.
Namun jika dalam kondisi darurat harus berhenti di jalan tol, ada tiga hal yang harus diketahui. Pertama, jika memungkinkan posisikan mobil di atas rumput atau setengah badan mobil di rumputu dan setengah di badan bahu jalan.

BACA JUGA:
301 Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan Kemarin, Polri: 26 Orang Meninggal Dunia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kedua, nyalakan lampu isyarat peringatan bahaya (lampu hazard). Terakhir pasang segitiga pengamat di belakang mobil. '
Sebelumnya, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero), Subakti Syukur, menyebutkan pihaknya memprediksi masih ada terdapat 33 persen masyarakat belum melakukan perjalanan mudik hingga H-2 Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriyah atau Senin (8/4/2024).&amp;ldquo;Hingga H-2 Hari Raya Idulfitri 1445H atau 8 April 2024, sekitar 628 ribu kendaraan belum melaksanakan melakukan perjalanan mudik. Jumlah ini merupakan 33% dari total prediksi Jasa Marga terhadap kendaraan yang melewati empat gerbang tol utama. Jumlah kendaraan ini diprediksi akan tersebar hingga H2 Hari Raya Idul Fitri atau pada Kamis, 11 April 2024,&amp;rdquo; kata Subakti dalam keterangannya, Selasa (9/4/2024).
Subakti menjelaskan, puncak volume lalu lintas mudik melalui empat gerbang tol utama tersebut telah terjadi pada Sabtu (06/04), yaitu sebesar 255.634 kendaraan. Jumlah itu naik 65% terhadap normal dan lebih rendah -1,3% terhadap puncak mudik Lebaran 2023.</description><content:encoded>JAKARTA - Arus mudik Lebaran telah dilalui. Kini arus balik mesti disiapkan.
Ada hal-hal penting yang harus dipahami utamanya bagi pemudik yang balik naik kendaraan sendiri seperti mobil. Hal penting untuk diketahui terkait berhenti darurat di jalan tol.

BACA JUGA:
Mudik Lebaran 2024, 572.598 Kendaraan Tinggalkan Jakarta via GT Cikampek Utama

Mengutip instagram PUPR_BPJT, disampaikan terkait rambu-rambu yang harus dipatuhi para pemudik di perjalanan. Jika lelah maka jangan beristirahat di bahu jalan, karena bahu jalan hanya khusus digunakan dalam kondisi darurat.
&quot;Berhentilah di rest area terdekat atau ke luar jalan toll terlebih dahulu. Nantinya kamu bisa masuk kembali ke jalan tol tanpa dikenakan total tarif tol tambahan, kok! &amp;#128522;,&quot; tulis Instagram BPJT.
Namun jika dalam kondisi darurat harus berhenti di jalan tol, ada tiga hal yang harus diketahui. Pertama, jika memungkinkan posisikan mobil di atas rumput atau setengah badan mobil di rumputu dan setengah di badan bahu jalan.

BACA JUGA:
301 Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan Kemarin, Polri: 26 Orang Meninggal Dunia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kedua, nyalakan lampu isyarat peringatan bahaya (lampu hazard). Terakhir pasang segitiga pengamat di belakang mobil. '
Sebelumnya, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero), Subakti Syukur, menyebutkan pihaknya memprediksi masih ada terdapat 33 persen masyarakat belum melakukan perjalanan mudik hingga H-2 Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriyah atau Senin (8/4/2024).&amp;ldquo;Hingga H-2 Hari Raya Idulfitri 1445H atau 8 April 2024, sekitar 628 ribu kendaraan belum melaksanakan melakukan perjalanan mudik. Jumlah ini merupakan 33% dari total prediksi Jasa Marga terhadap kendaraan yang melewati empat gerbang tol utama. Jumlah kendaraan ini diprediksi akan tersebar hingga H2 Hari Raya Idul Fitri atau pada Kamis, 11 April 2024,&amp;rdquo; kata Subakti dalam keterangannya, Selasa (9/4/2024).
Subakti menjelaskan, puncak volume lalu lintas mudik melalui empat gerbang tol utama tersebut telah terjadi pada Sabtu (06/04), yaitu sebesar 255.634 kendaraan. Jumlah itu naik 65% terhadap normal dan lebih rendah -1,3% terhadap puncak mudik Lebaran 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
