<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Lupa! Sisakan 50% THR untuk Kebutuhan Pasca Lebaran</title><description>Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi pendapatan tambahan selama Lebaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/14/622/2995754/jangan-lupa-sisakan-50-thr-untuk-kebutuhan-pasca-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/14/622/2995754/jangan-lupa-sisakan-50-thr-untuk-kebutuhan-pasca-lebaran"/><item><title>Jangan Lupa! Sisakan 50% THR untuk Kebutuhan Pasca Lebaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/14/622/2995754/jangan-lupa-sisakan-50-thr-untuk-kebutuhan-pasca-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/14/622/2995754/jangan-lupa-sisakan-50-thr-untuk-kebutuhan-pasca-lebaran</guid><pubDate>Minggu 14 April 2024 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/14/622/2995754/jangan-lupa-sisakan-50-thr-untuk-kebutuhan-pasca-lebaran-WgXHRlPlIM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengelola THR. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/14/622/2995754/jangan-lupa-sisakan-50-thr-untuk-kebutuhan-pasca-lebaran-WgXHRlPlIM.jpg</image><title>Tips Mengelola THR. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi pendapatan tambahan selama Lebaran. Namun perlu pengaturan keuangan yang baik agar pengeluaran tetap terkontrol usai hari raya nanti.
Dalam hal ini, masyarakat perlu menyisakan 50% dari jumlah penghasilan dan THR. Pasalnya, dengan cara tersebut dapat membuat masyarakat masih memiliki uang untuk kebutuhan lain setelah hari raya.

BACA JUGA:
Perusahaan Harus Jujur jika Tak Mampu Bayar THR Lebaran

&amp;ldquo;Kalau yang disebut dengan &amp;lsquo;masih pegang uang&amp;rsquo; itu adalah untuk kebutuhan sehari-hari dan pembayaran kewajiban-kewajiban bulanan, maka jumlahnya sekitar 50% dari penghasilan dan THR,&amp;rdquo; kata Perencana Keuangan Andy Nugroho saat dihubungi Okezone.
Andy menyebutkan agar pengeluaran tetap terkontrol, maka pengeluaran yang bersifat variabel perlu dialokasikan dengan menggunakan pos sejak awal. Hal ini akan mempermudah pengaturan uang.

BACA JUGA:
THR Belum Dibayar, Kadin: Perusahaan Perlu Transparansi dan Bicara Langsung dengan Pekerja

&amp;ldquo;Semisal untuk angpao THR, kita bisa dari awal estimasikan siapa saja yang akan diberi dan berapa nominalnya,&amp;rdquo; imbuh dia.Lalu untuk oleh-oleh juga masyarakat bisa membuat estimasi siapa saja yang akan dibelikan. Dari tiap &amp;ndash; tiap pos pengeluaran variabel tersebut dapat juga ditulis berapa rupiah nominal yang perlu dibelanjakan.
&amp;ldquo;Kita harus disiplin menjaga agar tidak melebihi budget yang kita bikin sendiri tersebut,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi pendapatan tambahan selama Lebaran. Namun perlu pengaturan keuangan yang baik agar pengeluaran tetap terkontrol usai hari raya nanti.
Dalam hal ini, masyarakat perlu menyisakan 50% dari jumlah penghasilan dan THR. Pasalnya, dengan cara tersebut dapat membuat masyarakat masih memiliki uang untuk kebutuhan lain setelah hari raya.

BACA JUGA:
Perusahaan Harus Jujur jika Tak Mampu Bayar THR Lebaran

&amp;ldquo;Kalau yang disebut dengan &amp;lsquo;masih pegang uang&amp;rsquo; itu adalah untuk kebutuhan sehari-hari dan pembayaran kewajiban-kewajiban bulanan, maka jumlahnya sekitar 50% dari penghasilan dan THR,&amp;rdquo; kata Perencana Keuangan Andy Nugroho saat dihubungi Okezone.
Andy menyebutkan agar pengeluaran tetap terkontrol, maka pengeluaran yang bersifat variabel perlu dialokasikan dengan menggunakan pos sejak awal. Hal ini akan mempermudah pengaturan uang.

BACA JUGA:
THR Belum Dibayar, Kadin: Perusahaan Perlu Transparansi dan Bicara Langsung dengan Pekerja

&amp;ldquo;Semisal untuk angpao THR, kita bisa dari awal estimasikan siapa saja yang akan diberi dan berapa nominalnya,&amp;rdquo; imbuh dia.Lalu untuk oleh-oleh juga masyarakat bisa membuat estimasi siapa saja yang akan dibelikan. Dari tiap &amp;ndash; tiap pos pengeluaran variabel tersebut dapat juga ditulis berapa rupiah nominal yang perlu dibelanjakan.
&amp;ldquo;Kita harus disiplin menjaga agar tidak melebihi budget yang kita bikin sendiri tersebut,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
