<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makin Tertekan, Rupiah Tembus Level Rp16.214/USD</title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tertekan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/16/320/2996450/makin-tertekan-rupiah-tembus-level-rp16-214-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/16/320/2996450/makin-tertekan-rupiah-tembus-level-rp16-214-usd"/><item><title>Makin Tertekan, Rupiah Tembus Level Rp16.214/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/16/320/2996450/makin-tertekan-rupiah-tembus-level-rp16-214-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/16/320/2996450/makin-tertekan-rupiah-tembus-level-rp16-214-usd</guid><pubDate>Selasa 16 April 2024 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/16/320/2996450/makin-tertekan-rupiah-tembus-level-rp16-214-usd-7vHNsexo0S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai tukar rupiah melemah hari ini (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/16/320/2996450/makin-tertekan-rupiah-tembus-level-rp16-214-usd-7vHNsexo0S.jpg</image><title>Nilai tukar rupiah melemah hari ini (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xNC8xLzE3OTU5OS81L3g4d3Nhank=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tertekan. Rupiah hari ini dibuka melemah pada level Rp16.214 setelah libur Lebaran 2024, Selasa (16/4/2024).

BACA JUGA:
Rupiah Diprediksi Tembus Level Rp17.000 per USD Efek Perang Iran vs Israel


Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka melemah hingga 2% dan bergerak di kisaran Rp16.150 - Rp16.200. Sementara itu, indeks dolar AS sempat menguat pada posisi 106,35.
Sebelumnya, Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah ini terjadi di pasar internasional dan cukup wajar.

BACA JUGA:
Dampak Perang Iran-Israel, Lonjakan Harga Minyak hingga Rupiah Rp17.000


Lemahnya rupiah berkaitan erat dengan data eksternal seperti inflasi di Amerika Serikat juga tensi geopolitik akibat konflik di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina.
&amp;ldquo;Ini mengacaukan perekonomian global sehingga banyak masyarakat yang  beralih ke dolar, sehingga dolarnya mengalami penguatan cukup tajam dan  orang beralih berinvestasi di dolar meninggalkan mata uang yang melawan  dolar, salah satunya rupiah, jadi sangat wajar kalau rupiah turun,&amp;rdquo; kata  Ibrahim baru-baru ini.
Dolar AS hari ini kompak menguat terhadap mata uang lainnya. Seperti pada Dolar Australia yang menguat 2,51%.
Kemudian terhadap Euro menguat 2,11%. Lalu pada Poundsterling menguat  1,69%. Adapun terhadap Yuan menguat 0,2% dan terhadap Yen menguat  1,79%.
Selanjutnya terhadap Dolar Singapura menguat 1,31%.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xNC8xLzE3OTU5OS81L3g4d3Nhank=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tertekan. Rupiah hari ini dibuka melemah pada level Rp16.214 setelah libur Lebaran 2024, Selasa (16/4/2024).

BACA JUGA:
Rupiah Diprediksi Tembus Level Rp17.000 per USD Efek Perang Iran vs Israel


Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka melemah hingga 2% dan bergerak di kisaran Rp16.150 - Rp16.200. Sementara itu, indeks dolar AS sempat menguat pada posisi 106,35.
Sebelumnya, Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah ini terjadi di pasar internasional dan cukup wajar.

BACA JUGA:
Dampak Perang Iran-Israel, Lonjakan Harga Minyak hingga Rupiah Rp17.000


Lemahnya rupiah berkaitan erat dengan data eksternal seperti inflasi di Amerika Serikat juga tensi geopolitik akibat konflik di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina.
&amp;ldquo;Ini mengacaukan perekonomian global sehingga banyak masyarakat yang  beralih ke dolar, sehingga dolarnya mengalami penguatan cukup tajam dan  orang beralih berinvestasi di dolar meninggalkan mata uang yang melawan  dolar, salah satunya rupiah, jadi sangat wajar kalau rupiah turun,&amp;rdquo; kata  Ibrahim baru-baru ini.
Dolar AS hari ini kompak menguat terhadap mata uang lainnya. Seperti pada Dolar Australia yang menguat 2,51%.
Kemudian terhadap Euro menguat 2,11%. Lalu pada Poundsterling menguat  1,69%. Adapun terhadap Yuan menguat 0,2% dan terhadap Yen menguat  1,79%.
Selanjutnya terhadap Dolar Singapura menguat 1,31%.</content:encoded></item></channel></rss>
