<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Singgung Selat Hormuz, ESDM dan Pertamina Bikin Simulasi Kenaikan Harga Minyak Dunia</title><description>ESDM bersama PT Pertamina (Persero) melakukan simulasi untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/16/320/2996540/singgung-selat-hormuz-esdm-dan-pertamina-bikin-simulasi-kenaikan-harga-minyak-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/16/320/2996540/singgung-selat-hormuz-esdm-dan-pertamina-bikin-simulasi-kenaikan-harga-minyak-dunia"/><item><title>Singgung Selat Hormuz, ESDM dan Pertamina Bikin Simulasi Kenaikan Harga Minyak Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/16/320/2996540/singgung-selat-hormuz-esdm-dan-pertamina-bikin-simulasi-kenaikan-harga-minyak-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/16/320/2996540/singgung-selat-hormuz-esdm-dan-pertamina-bikin-simulasi-kenaikan-harga-minyak-dunia</guid><pubDate>Selasa 16 April 2024 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/16/320/2996540/singgung-selat-hormuz-esdm-dan-pertamina-bikin-simulasi-kenaikan-harga-minyak-dunia-CQJN6cBQ5d.png" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen Migas Kementerian ESDM Bahas Selat Hormuz (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/16/320/2996540/singgung-selat-hormuz-esdm-dan-pertamina-bikin-simulasi-kenaikan-harga-minyak-dunia-CQJN6cBQ5d.png</image><title>Dirjen Migas Kementerian ESDM Bahas Selat Hormuz (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) melakukan simulasi untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia imbas serangan Iran ke Israel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengakui hasil simulasi memang tidak bisa dipublikasikan lantaran akan dikaji lagi bersama dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif.

BACA JUGA:Subsidi BBM Bisa Bengkak Jadi Rp250 Triliun Imbas Konflik Iran-Israel&amp;nbsp;


Dikatakan Tutuka, pada intinya peran Selat Hormuz yang menjadi titik penghubung utama antara Iran dan Oman dan merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia sangat penting sekali.

Hal itu lantaran selat Hormuz dapat dikelola atau dipegang oleh Iran, dan itu sangat menentukan bagaimana Pertamina menyikapi hal itu termasuk pemenuhan pasokan-pasokan.

&quot;Tadi saya bilang, itu kalau pasokan sudah ada kontrak cukup aman tapi untuk lebih aman kan harus mana lagi yang bisa kita support lagi,&quot; urai Tutuka ketika ditemui usai Halal Bihalal di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (16/4/2024).

BACA JUGA:Jokowi Gerak Cepat Selamatkan Ekonomi RI Imbas Konflik Iran-Israel&amp;nbsp;


Tutuka merincikan, secara kualitatif pasokan minyak yang didistribusikan melalui Selat Hormuz itu memang signifikan.

&quot;Kalau saya bilang secara kualitatif itu signifikan jumlahnya, kan yang lewat sana itu lebih dari 20.000 ribu vessel,  totalnya jadi puluhan juta,&quot; ungkap Tutuka.

Namun demikian diakui Tutuka, hingga saat ini belum ada permasalahan soal pasokan minyak yang didistribusikan melalui Selat Hormuz tersebut.



&quot;Belum ada permasalahan, tapi kalau terjadi permasalahan kita antisipasi,&quot; imbuhnya.



Tutuka juga menambahkan belum ada rencana dengan pihak lain untuk mendapatkan tambahan pasokan minyak Pertamina.



&quot;Kalau kita melihat potensi, melihat cadangan di tempat lain dan produksi minyak di tempat lain itu perlu kiraa-kira untuk melihat di mana market yang masih bisa supply kita. Kalau tempat lain mungkin sekarang belum kita kerjasamakan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) melakukan simulasi untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia imbas serangan Iran ke Israel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengakui hasil simulasi memang tidak bisa dipublikasikan lantaran akan dikaji lagi bersama dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif.

BACA JUGA:Subsidi BBM Bisa Bengkak Jadi Rp250 Triliun Imbas Konflik Iran-Israel&amp;nbsp;


Dikatakan Tutuka, pada intinya peran Selat Hormuz yang menjadi titik penghubung utama antara Iran dan Oman dan merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia sangat penting sekali.

Hal itu lantaran selat Hormuz dapat dikelola atau dipegang oleh Iran, dan itu sangat menentukan bagaimana Pertamina menyikapi hal itu termasuk pemenuhan pasokan-pasokan.

&quot;Tadi saya bilang, itu kalau pasokan sudah ada kontrak cukup aman tapi untuk lebih aman kan harus mana lagi yang bisa kita support lagi,&quot; urai Tutuka ketika ditemui usai Halal Bihalal di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (16/4/2024).

BACA JUGA:Jokowi Gerak Cepat Selamatkan Ekonomi RI Imbas Konflik Iran-Israel&amp;nbsp;


Tutuka merincikan, secara kualitatif pasokan minyak yang didistribusikan melalui Selat Hormuz itu memang signifikan.

&quot;Kalau saya bilang secara kualitatif itu signifikan jumlahnya, kan yang lewat sana itu lebih dari 20.000 ribu vessel,  totalnya jadi puluhan juta,&quot; ungkap Tutuka.

Namun demikian diakui Tutuka, hingga saat ini belum ada permasalahan soal pasokan minyak yang didistribusikan melalui Selat Hormuz tersebut.



&quot;Belum ada permasalahan, tapi kalau terjadi permasalahan kita antisipasi,&quot; imbuhnya.



Tutuka juga menambahkan belum ada rencana dengan pihak lain untuk mendapatkan tambahan pasokan minyak Pertamina.



&quot;Kalau kita melihat potensi, melihat cadangan di tempat lain dan produksi minyak di tempat lain itu perlu kiraa-kira untuk melihat di mana market yang masih bisa supply kita. Kalau tempat lain mungkin sekarang belum kita kerjasamakan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
