<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Melemah, Pengusaha Bicara Dampak Serangan Iran ke Israel</title><description>Pengusaha mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dan mengkaji betul dampak serangan Iran ke Israel.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/17/320/2997132/rupiah-melemah-pengusaha-bicara-dampak-serangan-iran-ke-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/17/320/2997132/rupiah-melemah-pengusaha-bicara-dampak-serangan-iran-ke-israel"/><item><title>Rupiah Melemah, Pengusaha Bicara Dampak Serangan Iran ke Israel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/17/320/2997132/rupiah-melemah-pengusaha-bicara-dampak-serangan-iran-ke-israel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/17/320/2997132/rupiah-melemah-pengusaha-bicara-dampak-serangan-iran-ke-israel</guid><pubDate>Rabu 17 April 2024 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/17/320/2997132/rupiah-melemah-pengusaha-bicara-dampak-serangan-iran-ke-israel-6TGJd6z7Sl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha ingatkan dampak perang Iran-Israel ke ekonomi Indonesia (Foto: Hipmi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/17/320/2997132/rupiah-melemah-pengusaha-bicara-dampak-serangan-iran-ke-israel-6TGJd6z7Sl.jpg</image><title>Pengusaha ingatkan dampak perang Iran-Israel ke ekonomi Indonesia (Foto: Hipmi)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xNC8xLzE3OTU5OS81L3g4d3Nhank=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengusaha mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dan mengkaji betul dampak serangan Iran ke Israel. Apalagi kini nilai tukar rupiah semakin melemah.
&quot;Tentu ini bukan soal perangnya, tetapi lebih kepada dampak terhadap perekonomian dalam negeri. Karena menurut saya, dampaknya sangat luar biasa,&quot; kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari di Jakarta, Rabu (17/4/2024).

BACA JUGA:
Timur Tengah Memanas karena Iran vs Israel, OJK: Sektor Jasa Keuangan RI Masih Stabil

Pengamatan Akbar, aksi balas dendam Iran ke Israel membuat ketidakpastian ekonomi semakin berlanjut. Imbas yang paling nyata tentu melemahnya rupiah terhadap dolar AS yang tembus Rp16 ribu.
Pelemahan mata uang garuda memiliki efek domino. Seperti melonjaknya harga minyak mentah yang berpotensi membuat subsidi energi membengkak. Kenaikan harga BBM yang membuat inflasi, dan menekan daya beli masyarakat.

BACA JUGA:
Alasan Presiden Amerika Serikat Joe Biden Ogah Bantu Israel Lawan Balik Iran

Khusus dunia usaha, Akbar menyebut kejadian ini membuat investasi keluar (capital outflow). Sebab, investor akan memilih aset yang lebih aman, seperti emas atau dolar AS.
Begitu juga dengan kinerja ekspor. Menurut Akbar, perdagangan luar negeri dengan negara-negara di Timur Tengah dan sekitarnya akan menurun. Bahkan bisa sampai ke Afrika dan sejumlah negara di Eropa.&quot;Rantai pasok global juga akan terganggu. Sehingga, kondisi ini harus benar-benar diperhatikan Pemerintah. Begitu juga pengusaha, tentu ini menjadi ujian, dan momentum mencari pasar-pasar nontradisional,&quot; pesan Akbar.
Meski begitu, ia meminta Pemerintah dan pelaku ekonomi tetap optimis untuk bisa melewati kondisi ini. Sinergi antara Pemerintah dan dunia usaha juga harus lebih baik lagi.
&quot;Kita harus yakin, mampu melewati kondisi ini. Dengan sinergi seluruh elemen bangsa, saya yakin Indonesia mampu mempertahankan perekonomian nasional. Terbukti saat pandemi Covid-19 melanda, kita mampu melewatinya dengan baik,&quot; pungkas Akbar.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xNC8xLzE3OTU5OS81L3g4d3Nhank=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengusaha mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dan mengkaji betul dampak serangan Iran ke Israel. Apalagi kini nilai tukar rupiah semakin melemah.
&quot;Tentu ini bukan soal perangnya, tetapi lebih kepada dampak terhadap perekonomian dalam negeri. Karena menurut saya, dampaknya sangat luar biasa,&quot; kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari di Jakarta, Rabu (17/4/2024).

BACA JUGA:
Timur Tengah Memanas karena Iran vs Israel, OJK: Sektor Jasa Keuangan RI Masih Stabil

Pengamatan Akbar, aksi balas dendam Iran ke Israel membuat ketidakpastian ekonomi semakin berlanjut. Imbas yang paling nyata tentu melemahnya rupiah terhadap dolar AS yang tembus Rp16 ribu.
Pelemahan mata uang garuda memiliki efek domino. Seperti melonjaknya harga minyak mentah yang berpotensi membuat subsidi energi membengkak. Kenaikan harga BBM yang membuat inflasi, dan menekan daya beli masyarakat.

BACA JUGA:
Alasan Presiden Amerika Serikat Joe Biden Ogah Bantu Israel Lawan Balik Iran

Khusus dunia usaha, Akbar menyebut kejadian ini membuat investasi keluar (capital outflow). Sebab, investor akan memilih aset yang lebih aman, seperti emas atau dolar AS.
Begitu juga dengan kinerja ekspor. Menurut Akbar, perdagangan luar negeri dengan negara-negara di Timur Tengah dan sekitarnya akan menurun. Bahkan bisa sampai ke Afrika dan sejumlah negara di Eropa.&quot;Rantai pasok global juga akan terganggu. Sehingga, kondisi ini harus benar-benar diperhatikan Pemerintah. Begitu juga pengusaha, tentu ini menjadi ujian, dan momentum mencari pasar-pasar nontradisional,&quot; pesan Akbar.
Meski begitu, ia meminta Pemerintah dan pelaku ekonomi tetap optimis untuk bisa melewati kondisi ini. Sinergi antara Pemerintah dan dunia usaha juga harus lebih baik lagi.
&quot;Kita harus yakin, mampu melewati kondisi ini. Dengan sinergi seluruh elemen bangsa, saya yakin Indonesia mampu mempertahankan perekonomian nasional. Terbukti saat pandemi Covid-19 melanda, kita mampu melewatinya dengan baik,&quot; pungkas Akbar.</content:encoded></item></channel></rss>
