<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Beras Naik Gegara Rupiah Melemah ke Rp16.000 per USD?</title><description>Kenaikan harga beras efek pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang kini di level Rp16.100 per USD.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/18/320/2997596/harga-beras-naik-gegara-rupiah-melemah-ke-rp16-000-per-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/18/320/2997596/harga-beras-naik-gegara-rupiah-melemah-ke-rp16-000-per-usd"/><item><title>Harga Beras Naik Gegara Rupiah Melemah ke Rp16.000 per USD?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/18/320/2997596/harga-beras-naik-gegara-rupiah-melemah-ke-rp16-000-per-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/18/320/2997596/harga-beras-naik-gegara-rupiah-melemah-ke-rp16-000-per-usd</guid><pubDate>Kamis 18 April 2024 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/18/320/2997596/harga-beras-naik-gegara-rupiah-melemah-ke-rp16-000-per-usd-P7LkWm6evx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Beras Naik Gegara Rupiah Melemah? (Foto: Bulog)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/18/320/2997596/harga-beras-naik-gegara-rupiah-melemah-ke-rp16-000-per-usd-P7LkWm6evx.jpg</image><title>Harga Beras Naik Gegara Rupiah Melemah? (Foto: Bulog)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi buka suara soal kenaikan harga beras efek pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang kini di level Rp16.100 per USD.

Arief menyebut pelemahan Rupiah sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pasar di dalam negeri terutama pada harga bahan pokok. Namun, menurutnya hal itu akan mampu diantisipasi oleh Pemerintah dengan cara menjaga cadangan pangan Pemerintah.

&quot;Kalau selama ini harga naik itu kurang lebih, satu karena pasokan, kedua kalau impor itu karena currency, atau ketersediaan, enggak ada yang lain,&quot; ujarnya usai halal bihalal di Kantor Bapanas, Jakarta, Kamis (18/4/2024).

BACA JUGA:Tak Mungkin Orang Indonesia Tidak Makan Nasi, Harga Beras Naik Berapapun Tetap Dibeli&amp;nbsp;


Dia menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam melakukan stabilisasi harga pangan seperti beras di pasar dengan cara menjaga cadangan pangan.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan antisipasi yang bisa dilakukan pemerintah untuk meredam dampak pelemahan rupiah terhadap gejolak harga pangan adanya dengan menjaga ketersediaan. Caranya melakukan penyerapan yang optimal di tingkat petani ketika memasuki panen raya.

&quot;(Antisipasi Pemerintah) cadangan pangan Pemerintah disiapkan. Tidak ada yang menyangka bahwa Iran menyerang pakai drone, betul enggak? Tidak ada yang menyangka bahwa Rusia dengan Ukraina (konfliknya) seperti itu panjang waktunya. Tidak ada yang menyangka currency sampai Rp16.200,&quot; kata Arief.

BACA JUGA:Harga Beras Masih Mahal, Kepala Badan Pangan: Jika Turun Kasihan Petani!&amp;nbsp;


&quot;Solusinya adalah kita perlu cadangan pangan pemerintah. Solusinya kita perlu menyiapkan pasca panen,&quot; sambungnya.

Arief menjelaskan salah satu strategi Pemerintah mengamankan cadangan beras dengan Pemerintah dengan menugaskan Bulog membeli langsung ke petani. Sebab ketika masuk panen raya BUMN pangan kerap berebut mengamankan stok dengan sektor swasta.



&quot;Karena kemarin di beberapa tempat, rebutan sama private. Jadi kalau private belum kenyang, Bulog kemudian masuk maka harganya akan tinggi lagi. Jadi ini awal-awal mengisi lumbung-lumbung penggiling padi,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi buka suara soal kenaikan harga beras efek pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang kini di level Rp16.100 per USD.

Arief menyebut pelemahan Rupiah sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pasar di dalam negeri terutama pada harga bahan pokok. Namun, menurutnya hal itu akan mampu diantisipasi oleh Pemerintah dengan cara menjaga cadangan pangan Pemerintah.

&quot;Kalau selama ini harga naik itu kurang lebih, satu karena pasokan, kedua kalau impor itu karena currency, atau ketersediaan, enggak ada yang lain,&quot; ujarnya usai halal bihalal di Kantor Bapanas, Jakarta, Kamis (18/4/2024).

BACA JUGA:Tak Mungkin Orang Indonesia Tidak Makan Nasi, Harga Beras Naik Berapapun Tetap Dibeli&amp;nbsp;


Dia menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam melakukan stabilisasi harga pangan seperti beras di pasar dengan cara menjaga cadangan pangan.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan antisipasi yang bisa dilakukan pemerintah untuk meredam dampak pelemahan rupiah terhadap gejolak harga pangan adanya dengan menjaga ketersediaan. Caranya melakukan penyerapan yang optimal di tingkat petani ketika memasuki panen raya.

&quot;(Antisipasi Pemerintah) cadangan pangan Pemerintah disiapkan. Tidak ada yang menyangka bahwa Iran menyerang pakai drone, betul enggak? Tidak ada yang menyangka bahwa Rusia dengan Ukraina (konfliknya) seperti itu panjang waktunya. Tidak ada yang menyangka currency sampai Rp16.200,&quot; kata Arief.

BACA JUGA:Harga Beras Masih Mahal, Kepala Badan Pangan: Jika Turun Kasihan Petani!&amp;nbsp;


&quot;Solusinya adalah kita perlu cadangan pangan pemerintah. Solusinya kita perlu menyiapkan pasca panen,&quot; sambungnya.

Arief menjelaskan salah satu strategi Pemerintah mengamankan cadangan beras dengan Pemerintah dengan menugaskan Bulog membeli langsung ke petani. Sebab ketika masuk panen raya BUMN pangan kerap berebut mengamankan stok dengan sektor swasta.



&quot;Karena kemarin di beberapa tempat, rebutan sama private. Jadi kalau private belum kenyang, Bulog kemudian masuk maka harganya akan tinggi lagi. Jadi ini awal-awal mengisi lumbung-lumbung penggiling padi,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
