<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Masih Rp16.000/USD, Masih Lebih Baik Dibanding Yuan dan Ringgit</title><description>Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/18/320/2997600/rupiah-masih-rp16-000-usd-masih-lebih-baik-dibanding-yuan-dan-ringgit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/18/320/2997600/rupiah-masih-rp16-000-usd-masih-lebih-baik-dibanding-yuan-dan-ringgit"/><item><title>Rupiah Masih Rp16.000/USD, Masih Lebih Baik Dibanding Yuan dan Ringgit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/18/320/2997600/rupiah-masih-rp16-000-usd-masih-lebih-baik-dibanding-yuan-dan-ringgit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/18/320/2997600/rupiah-masih-rp16-000-usd-masih-lebih-baik-dibanding-yuan-dan-ringgit</guid><pubDate>Kamis 18 April 2024 18:15 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/18/320/2997600/rupiah-masih-rp16-000-usd-masih-lebih-baik-dibanding-yuan-dan-ringgit-e450yrEUJt.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah hari ini. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/18/320/2997600/rupiah-masih-rp16-000-usd-masih-lebih-baik-dibanding-yuan-dan-ringgit-e450yrEUJt.jpeg</image><title>Rupiah hari ini. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xOC8xLzE3OTczNy81L3g4d3pkanc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami Indonesia. Namun juga dialami hampir seluruh mata uang di dunia. Hal itu lantaran dolar Amerika Serikat (AS) yang begitu perkasa saat ini.
&quot;Kita lihat tekanan global terhadap nilai tukar, kita lihat Indonesia yang merah kemudian Malaysia kuning, Thailand hijau dari Amerika Serikat biru. Kita lihat kenaikan kuat itu Amerika kuat sendirian, kita lihat berbagai negara turun termasuk Indonesia,&quot; jelas Airlangga dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (18/4/2024).

BACA JUGA:
Erick Thohir Minta BUMN Borong Dolar AS, Menko Airlangga: Tak Bijaksana

Meskipun mengalami penurunan, namun Airlangga mengklaim nilai tukar Indonesia itu masih lebih baik dibanding mata uang negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, hingga China.

BACA JUGA:
Harga Beras Naik Gegara Rupiah Melemah ke Rp16.000 per USD?

&quot;Namun turunnya Indonesia tidak sedalam yang lain, walaupun kita turun kita diatas China, Thailand, maupun Malaysia. Kalau dibandingkan peer country indeks dollar kita lebih aman,&quot; tegasnya.Sebagai informasi, nilai tukar rupiah ditutup pada level Rp16.179 per dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan rupiah ini sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan. Dimana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah menguat lebih dari 1% di hari ini.
Kemudian, peso Filipina terlihat menguat 0,3%. Disusul, ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang menguat, masing-masing 0,3% dan 0,1%.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xOC8xLzE3OTczNy81L3g4d3pkanc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami Indonesia. Namun juga dialami hampir seluruh mata uang di dunia. Hal itu lantaran dolar Amerika Serikat (AS) yang begitu perkasa saat ini.
&quot;Kita lihat tekanan global terhadap nilai tukar, kita lihat Indonesia yang merah kemudian Malaysia kuning, Thailand hijau dari Amerika Serikat biru. Kita lihat kenaikan kuat itu Amerika kuat sendirian, kita lihat berbagai negara turun termasuk Indonesia,&quot; jelas Airlangga dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (18/4/2024).

BACA JUGA:
Erick Thohir Minta BUMN Borong Dolar AS, Menko Airlangga: Tak Bijaksana

Meskipun mengalami penurunan, namun Airlangga mengklaim nilai tukar Indonesia itu masih lebih baik dibanding mata uang negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, hingga China.

BACA JUGA:
Harga Beras Naik Gegara Rupiah Melemah ke Rp16.000 per USD?

&quot;Namun turunnya Indonesia tidak sedalam yang lain, walaupun kita turun kita diatas China, Thailand, maupun Malaysia. Kalau dibandingkan peer country indeks dollar kita lebih aman,&quot; tegasnya.Sebagai informasi, nilai tukar rupiah ditutup pada level Rp16.179 per dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan rupiah ini sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan. Dimana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah menguat lebih dari 1% di hari ini.
Kemudian, peso Filipina terlihat menguat 0,3%. Disusul, ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang menguat, masing-masing 0,3% dan 0,1%.</content:encoded></item></channel></rss>
