<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stafsus: Tak Ada Perintah Erick Thohir Minta BUMN Borong Dolar AS</title><description>Arya Mahendra Sinulingga buka suara terkait Menteri BUMN Erick Thohir meminta perseroan memborong dolar AS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/19/320/2997978/stafsus-tak-ada-perintah-erick-thohir-minta-bumn-borong-dolar-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/19/320/2997978/stafsus-tak-ada-perintah-erick-thohir-minta-bumn-borong-dolar-as"/><item><title>Stafsus: Tak Ada Perintah Erick Thohir Minta BUMN Borong Dolar AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/19/320/2997978/stafsus-tak-ada-perintah-erick-thohir-minta-bumn-borong-dolar-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/19/320/2997978/stafsus-tak-ada-perintah-erick-thohir-minta-bumn-borong-dolar-as</guid><pubDate>Jum'at 19 April 2024 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/19/320/2997978/stafsus-tak-ada-perintah-erick-thohir-minta-bumn-borong-dolar-as-1OkyBabefn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir soal Borong Dolar AS. (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/19/320/2997978/stafsus-tak-ada-perintah-erick-thohir-minta-bumn-borong-dolar-as-1OkyBabefn.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir soal Borong Dolar AS. (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xOS8xLzE3OTc4MS81L3g4eDI2N3c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Mahendra Sinulingga buka suara terkait Menteri BUMN Erick Thohir meminta perseroan memborong dolar AS. Hal tersebut menyusul meningkatnya gejolak geopolitik dan ekonomi global.
&quot;Saya bingung dengan adanya berita yang mengatakan Pak Erick menyuruh BUMN-BUMN borong dolar,&quot; ujar Arya kepada wartawan Jakarta, Jumat (19/4/2024).

BACA JUGA:
Gubernur BI Siap Intervensi jika Rupiah Terus Melemah

Dia memastikan, Erick tidak menginstruksikan kepada BUMN untuk memborong dolar AS, namun Erick justru meminta BUMN melakukan langkah antisipatif dalam memonitor situasi perekonomian dunia ke depan.
&quot;Tidak pernah ada Pak Erick ngomong seperti itu. Pak Erick tidak pernah menyuruh BUMN memborong dolar,&quot; paparnya.

BACA JUGA:
Ini Alasan Erick Thohir Minta Pertamina Cs Borong Dolar AS

BUMN, lanjut Arya, mendukung langkah pemerintah untuk meredam dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Di antaranya dengan instrumen dalam bentuk devisa hasil ekspor.&quot;Pak Erick setuju dengan yang disampaikan Pak Airlangga (Menko Perekonomian) dan Pak Suahasil (Wamenkeu) dari Kemenkeu. Jadi tidak benar Pak Erick mendorong BUMN-BUMN borong dolar,&quot; lanjut Arya.
Sebelumnya, Erick meminta BUMN perbankan menjaga secara proporsional porsi kredit yang terdampak volatilitas rupiah, suku bunga, dan harga minyak.
Erick bahkan menyebut BUMN yang terdampak pada bahan baku impor dan BUMN dengan porsi utang luar negeri (dalam doalr AS) yang besar seperti PT Pertamina, PLN, BUMN Farmasi, MIND ID, agar mengoptimalkan pembelian dolar AS dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat.
&quot;Serta melakukan kajian sensitivitas terhadap pembayaran pokok dan atau bunga utang dalam dolar yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat,&quot; jelas Erick.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xOS8xLzE3OTc4MS81L3g4eDI2N3c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Mahendra Sinulingga buka suara terkait Menteri BUMN Erick Thohir meminta perseroan memborong dolar AS. Hal tersebut menyusul meningkatnya gejolak geopolitik dan ekonomi global.
&quot;Saya bingung dengan adanya berita yang mengatakan Pak Erick menyuruh BUMN-BUMN borong dolar,&quot; ujar Arya kepada wartawan Jakarta, Jumat (19/4/2024).

BACA JUGA:
Gubernur BI Siap Intervensi jika Rupiah Terus Melemah

Dia memastikan, Erick tidak menginstruksikan kepada BUMN untuk memborong dolar AS, namun Erick justru meminta BUMN melakukan langkah antisipatif dalam memonitor situasi perekonomian dunia ke depan.
&quot;Tidak pernah ada Pak Erick ngomong seperti itu. Pak Erick tidak pernah menyuruh BUMN memborong dolar,&quot; paparnya.

BACA JUGA:
Ini Alasan Erick Thohir Minta Pertamina Cs Borong Dolar AS

BUMN, lanjut Arya, mendukung langkah pemerintah untuk meredam dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Di antaranya dengan instrumen dalam bentuk devisa hasil ekspor.&quot;Pak Erick setuju dengan yang disampaikan Pak Airlangga (Menko Perekonomian) dan Pak Suahasil (Wamenkeu) dari Kemenkeu. Jadi tidak benar Pak Erick mendorong BUMN-BUMN borong dolar,&quot; lanjut Arya.
Sebelumnya, Erick meminta BUMN perbankan menjaga secara proporsional porsi kredit yang terdampak volatilitas rupiah, suku bunga, dan harga minyak.
Erick bahkan menyebut BUMN yang terdampak pada bahan baku impor dan BUMN dengan porsi utang luar negeri (dalam doalr AS) yang besar seperti PT Pertamina, PLN, BUMN Farmasi, MIND ID, agar mengoptimalkan pembelian dolar AS dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat.
&quot;Serta melakukan kajian sensitivitas terhadap pembayaran pokok dan atau bunga utang dalam dolar yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat,&quot; jelas Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
