<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukan Borong, Erick Thohir: Arahan Saya ke BUMN Beli Dolar AS Terukur Sesuai Kebutuhan</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir buka suara soal arahan kepada BUMN mengenai kebutuhan dolar AS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/19/320/2998004/bukan-borong-erick-thohir-arahan-saya-ke-bumn-beli-dolar-as-terukur-sesuai-kebutuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/19/320/2998004/bukan-borong-erick-thohir-arahan-saya-ke-bumn-beli-dolar-as-terukur-sesuai-kebutuhan"/><item><title>Bukan Borong, Erick Thohir: Arahan Saya ke BUMN Beli Dolar AS Terukur Sesuai Kebutuhan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/19/320/2998004/bukan-borong-erick-thohir-arahan-saya-ke-bumn-beli-dolar-as-terukur-sesuai-kebutuhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/19/320/2998004/bukan-borong-erick-thohir-arahan-saya-ke-bumn-beli-dolar-as-terukur-sesuai-kebutuhan</guid><pubDate>Jum'at 19 April 2024 15:38 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/19/320/2998004/bukan-borong-erick-thohir-arahan-saya-ke-bumn-beli-dolar-as-terukur-sesuai-kebutuhan-rEOdzHbbp8.png" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir soal Arahan BUMN Mengenai Dolar AS (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/19/320/2998004/bukan-borong-erick-thohir-arahan-saya-ke-bumn-beli-dolar-as-terukur-sesuai-kebutuhan-rEOdzHbbp8.png</image><title>Erick Thohir soal Arahan BUMN Mengenai Dolar AS (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir buka suara soal arahan kepada BUMN mengenai kebutuhan dolar AS di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah akibat kondisi gejolak ekonomi dan situasi geopolitik dunia.

BACA JUGA:Stafsus: Tak Ada Perintah Erick Thohir Minta BUMN Borong Dolar AS&amp;nbsp;


Erick menyebut BUMN yang terdampak pada bahan baku impor dan BUMN dengan porsi utang luar negeri (dalam dolar AS) yang besar seperti Pertamina, PLN, BUMN Farmasi, MIND ID, agar melakukan pembelian dolar dengan tepat guna, bijaksana dan sesuai prioritas dalam memenuhi kebutuhannya.
&quot;Arahan saya kepada BUMN adalah untuk mengoptimalkan pembelian dolar, artinya adalah terukur dan sesuai dengan kebutuhan, Bukan memborong, intinya adalah jangan sampai berlebihan, kita harus bijaksana dalam menyikapi kenaikan dolar saat ini,&quot; kata Erick di Jakarta, Jumat (19/4/2024).

BACA JUGA:Erick Thohir Minta BUMN Borong Dolar AS, Menko Airlangga: Tak Bijaksana&amp;nbsp;


Erick menambahkan, hal ini juga sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam mengantisipasi dampak lanjutan dari gejolak geopolitik dan ekonomi global.Di mana Pemerintah telah memiliki instrumen dalam bentuk devisa hasil ekspor yang ingin ditempatkan di dalam negeri, selain itu Pemerintah menginginkan impor konsumtif dapat ditahan dulu dalam situasi saat ini.
&quot;Untuk itu pengendalian belanja dan import BUMN harus dengan prioritas dan sesuai dengan kebutuhan yang paling mendesak,&quot; katanya.
Utamanya untuk BUMN-BUMN yang memiliki eksposur impor dan memiliki utang dalam denominasi dolar AS, dirinya justru untuk mengingatkan para direksi BUMN agar lebih awas dan tidak membeli dolar secara berlebihan dan menumpuk.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir buka suara soal arahan kepada BUMN mengenai kebutuhan dolar AS di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah akibat kondisi gejolak ekonomi dan situasi geopolitik dunia.

BACA JUGA:Stafsus: Tak Ada Perintah Erick Thohir Minta BUMN Borong Dolar AS&amp;nbsp;


Erick menyebut BUMN yang terdampak pada bahan baku impor dan BUMN dengan porsi utang luar negeri (dalam dolar AS) yang besar seperti Pertamina, PLN, BUMN Farmasi, MIND ID, agar melakukan pembelian dolar dengan tepat guna, bijaksana dan sesuai prioritas dalam memenuhi kebutuhannya.
&quot;Arahan saya kepada BUMN adalah untuk mengoptimalkan pembelian dolar, artinya adalah terukur dan sesuai dengan kebutuhan, Bukan memborong, intinya adalah jangan sampai berlebihan, kita harus bijaksana dalam menyikapi kenaikan dolar saat ini,&quot; kata Erick di Jakarta, Jumat (19/4/2024).

BACA JUGA:Erick Thohir Minta BUMN Borong Dolar AS, Menko Airlangga: Tak Bijaksana&amp;nbsp;


Erick menambahkan, hal ini juga sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam mengantisipasi dampak lanjutan dari gejolak geopolitik dan ekonomi global.Di mana Pemerintah telah memiliki instrumen dalam bentuk devisa hasil ekspor yang ingin ditempatkan di dalam negeri, selain itu Pemerintah menginginkan impor konsumtif dapat ditahan dulu dalam situasi saat ini.
&quot;Untuk itu pengendalian belanja dan import BUMN harus dengan prioritas dan sesuai dengan kebutuhan yang paling mendesak,&quot; katanya.
Utamanya untuk BUMN-BUMN yang memiliki eksposur impor dan memiliki utang dalam denominasi dolar AS, dirinya justru untuk mengingatkan para direksi BUMN agar lebih awas dan tidak membeli dolar secara berlebihan dan menumpuk.</content:encoded></item></channel></rss>
