<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Kota Neom Rp8.131 Triliun, Arab Saudi Kekurangan Duit Butuh Dana Segar</title><description>Proyek Kota Neom di Arab Saudi sedang mencari sumber pendanaan baru</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/20/470/2997946/bangun-kota-neom-rp8-131-triliun-arab-saudi-kekurangan-duit-butuh-dana-segar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/20/470/2997946/bangun-kota-neom-rp8-131-triliun-arab-saudi-kekurangan-duit-butuh-dana-segar"/><item><title>Bangun Kota Neom Rp8.131 Triliun, Arab Saudi Kekurangan Duit Butuh Dana Segar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/20/470/2997946/bangun-kota-neom-rp8-131-triliun-arab-saudi-kekurangan-duit-butuh-dana-segar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/20/470/2997946/bangun-kota-neom-rp8-131-triliun-arab-saudi-kekurangan-duit-butuh-dana-segar</guid><pubDate>Sabtu 20 April 2024 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Farida Syifa Anandita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/19/470/2997946/bangun-kota-neom-rp8-131-triliun-arab-saudi-kekurangan-duit-butuh-dana-segar-quaDRikHaT.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Arab Saudi Butuh Dana Segara untuk Proyek Kota Neom. (Foto: Okezone.com/Dezeen)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/19/470/2997946/bangun-kota-neom-rp8-131-triliun-arab-saudi-kekurangan-duit-butuh-dana-segar-quaDRikHaT.jfif</image><title>Arab Saudi Butuh Dana Segara untuk Proyek Kota Neom. (Foto: Okezone.com/Dezeen)</title></images><description>JAKARTA - Proyek Kota Neom di Arab Saudi sedang mencari sumber pendanaan baru. Proyek kota futuristik gagasan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman ini memang membutuhkan biaya yang sangat fantastis.
Dari hasil penjualan obligasi syariah, proyek Kota Neom dapat mengumpulkan dana hingga USD1,3 miliar atau sekira Rp21,1 triliun. Adapun nilai kota besar di gurun pasir tersebut mencapai USD500 miliar atau sebesar Rp8.131 triliun.

BACA JUGA:
Putra Mahkota Arab Saudi Bertukar Ucapan Idul Fitri dengan Raja Bahrain dan Emir Kuwait, Saling Mendoakan

Penerbitan obligasi syariah yang berada di bawah naungan pengembang Kota Neom sendiri akan dilakukan akhir tahun.
Kota Neom merupakan esensi dari &amp;ldquo;Vision 2030&amp;rdquo; digagas Putra Mahkota Saudi, yakni Mohammed bin Salman. &amp;ldquo;Vision 2030&amp;rdquo;  ini adalah bentuk usaha untuk menciptakan diversifikasi perekonomian Arab Saudi. Dari yang semula bergantung dengan minyak, beralih ke sektor-sektor yang lain termasuk teknologi.

BACA JUGA:
Ridwan Kamil Ungkap Fakta Jakarta Terpaksa Jadi Ibu Kota Negara

Dana Kekayaan Negara atau Public Investment Fund (PIF), sudah menyediakan sebagian besar dana yang diperlukan untuk proyek akbar tersebut. Akan tetapi untuk anggaran Neom tahun 2024 belum disanggupi oleh PIF. Mengingat adanya kemungkinan melambungnya biaya.
Sedangkan realitas terkait skala dan biaya &amp;ldquo;Vision 2030&amp;rdquo; sudah membuat petinggi pemerintah Arab Saudi khawatir. Bahkan pada bulan Februari lalu Arab Saudi sudah mulai meminjam sejumlah dana untuk membiayai Kota Neom serta proyek lain dari program &amp;ldquo;Vision 2030&amp;rdquo;.Bahkan peneliti tamu di Arab Gulf Institute yang berbasis di Washington memperkirakan biaya yang perlu dikumpulkan oleh PIF untuk mewujudkan mimpinya menyentuh angka USD270 miliar lagi.
Selain Neom, &amp;ldquo;Vision 2030&amp;rdquo; juga memiliki proyek lain yang tidak kalah populer. Proyek ini tidak lain adalah The Line, kota yang memiliki keunikan yang berbeda. Bagaimana tidak unik, pasalnya kota ini digadang-gadang akan dibangun di dalam gedung pencakar langit kembar setinggi 1.640 kaki yang sejajar dengan jarak sekitar 656 kaki.
Pengembang Neom juga memiliki rencana untuk membangun fasilitas penunjang lainnya. Seperti pelabuhan di pantai Laut Merah, resor ski, serta pulau mewah bernama Sindalha.
</description><content:encoded>JAKARTA - Proyek Kota Neom di Arab Saudi sedang mencari sumber pendanaan baru. Proyek kota futuristik gagasan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman ini memang membutuhkan biaya yang sangat fantastis.
Dari hasil penjualan obligasi syariah, proyek Kota Neom dapat mengumpulkan dana hingga USD1,3 miliar atau sekira Rp21,1 triliun. Adapun nilai kota besar di gurun pasir tersebut mencapai USD500 miliar atau sebesar Rp8.131 triliun.

BACA JUGA:
Putra Mahkota Arab Saudi Bertukar Ucapan Idul Fitri dengan Raja Bahrain dan Emir Kuwait, Saling Mendoakan

Penerbitan obligasi syariah yang berada di bawah naungan pengembang Kota Neom sendiri akan dilakukan akhir tahun.
Kota Neom merupakan esensi dari &amp;ldquo;Vision 2030&amp;rdquo; digagas Putra Mahkota Saudi, yakni Mohammed bin Salman. &amp;ldquo;Vision 2030&amp;rdquo;  ini adalah bentuk usaha untuk menciptakan diversifikasi perekonomian Arab Saudi. Dari yang semula bergantung dengan minyak, beralih ke sektor-sektor yang lain termasuk teknologi.

BACA JUGA:
Ridwan Kamil Ungkap Fakta Jakarta Terpaksa Jadi Ibu Kota Negara

Dana Kekayaan Negara atau Public Investment Fund (PIF), sudah menyediakan sebagian besar dana yang diperlukan untuk proyek akbar tersebut. Akan tetapi untuk anggaran Neom tahun 2024 belum disanggupi oleh PIF. Mengingat adanya kemungkinan melambungnya biaya.
Sedangkan realitas terkait skala dan biaya &amp;ldquo;Vision 2030&amp;rdquo; sudah membuat petinggi pemerintah Arab Saudi khawatir. Bahkan pada bulan Februari lalu Arab Saudi sudah mulai meminjam sejumlah dana untuk membiayai Kota Neom serta proyek lain dari program &amp;ldquo;Vision 2030&amp;rdquo;.Bahkan peneliti tamu di Arab Gulf Institute yang berbasis di Washington memperkirakan biaya yang perlu dikumpulkan oleh PIF untuk mewujudkan mimpinya menyentuh angka USD270 miliar lagi.
Selain Neom, &amp;ldquo;Vision 2030&amp;rdquo; juga memiliki proyek lain yang tidak kalah populer. Proyek ini tidak lain adalah The Line, kota yang memiliki keunikan yang berbeda. Bagaimana tidak unik, pasalnya kota ini digadang-gadang akan dibangun di dalam gedung pencakar langit kembar setinggi 1.640 kaki yang sejajar dengan jarak sekitar 656 kaki.
Pengembang Neom juga memiliki rencana untuk membangun fasilitas penunjang lainnya. Seperti pelabuhan di pantai Laut Merah, resor ski, serta pulau mewah bernama Sindalha.
</content:encoded></item></channel></rss>
