<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Ini Penyebab Peminat Travel Gelap Masih Tinggi</title><description>Peminat travel gelap pada mudik 2024 masih tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/21/320/2998634/ternyata-ini-penyebab-peminat-travel-gelap-masih-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/21/320/2998634/ternyata-ini-penyebab-peminat-travel-gelap-masih-tinggi"/><item><title>Ternyata Ini Penyebab Peminat Travel Gelap Masih Tinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/21/320/2998634/ternyata-ini-penyebab-peminat-travel-gelap-masih-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/21/320/2998634/ternyata-ini-penyebab-peminat-travel-gelap-masih-tinggi</guid><pubDate>Minggu 21 April 2024 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/21/320/2998634/ternyata-ini-penyebab-peminat-travel-gelap-masih-tinggi-VMDhhRzRth.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyebab travel gelap masih diminati (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/21/320/2998634/ternyata-ini-penyebab-peminat-travel-gelap-masih-tinggi-VMDhhRzRth.jpg</image><title>Penyebab travel gelap masih diminati (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xOC8xLzE3OTc0My81L3g4d3o4ZzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Peminat travel gelap pada mudik 2024 masih tinggi. Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengatakan travel gelap masih menjadi moda angkutan yang banyak dipilih oleh masyarakat.
Hal itu dikarenakan layanan travel ini bisa mengakses hingga masuk ke desa. Djoko mengatakan saat ini belum ada transportasi umum yang bisa mengantarkan penumpang hingga masuk ke sebuah desa, sebab angkutan umum di daerah hanya berjalan diatas jalan Provinsi atau Kabupaten saja.

BACA JUGA:
Viral Pemudik Ini Lupa Ninggalin Kunci Rumah di Kampung Halaman, Padahal Perjalanan PP Butuh 36 Jam

&quot;Ketegasan pemerintah dibutuhkan agar kecelakaan angkutan gelap yang menelan korban jiwa tidak terjadi lagi. Menyediakan layanan angkutan umum hingga pedesaan, kemudian angkutan tidak berizin baru diberantas,&quot; ujar Djoko dalam keterangan resmi kepada MNC Portal, Minggu (21/4/2024).
Lebih lanjut, Djoko melihat saat ini pun angkutan umum seperti bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) tidak bisa berhenti di semua terminal, terutama terminal tipe C. Padahal, pemberhentian bus AKAP ini menjadi faktor utama yang dinilai masyarakat sebelum memutuskan menggunakan transportasi umum.

BACA JUGA:
3.286 Kecelakaan Terjadi saat Mudik Lebaran 2024, Perhatikan Waktu Ideal Berkendara

&quot;Dari desa menuju terminal tipe C disediakan angkutan pedesaan. Bisa diantar atau sewa ojek karena jaraknya antara ibukota kecamatan dan desa sudah tidak jauh lagi,&quot; sambungnya.Lebih lanjut, Djoko menegaskan infrastruktur transportasi dibangun bukan hanya untuk mengakomodir musim lebaran, tapi untuk keseharian masyarakat dan menunjang aktifitas di desa juga.
Pembenahan dan pelaksanaan dapat dimulai setelah musim lebaran usai. Sehingga masyarakat akan menjadi terbiasa, dan saat musim lebaran tiba tidak mengagetkan. Hanya cukup menyesuaikan.
&quot;Sesungguhnya, akar masalah belum terintegrasi sistem transportasi di Indonesia adalah minimnya layanan angkutan pedesaan, angkutan perkotaan, angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan perintis,&quot; tutup Djoko.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xOC8xLzE3OTc0My81L3g4d3o4ZzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Peminat travel gelap pada mudik 2024 masih tinggi. Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengatakan travel gelap masih menjadi moda angkutan yang banyak dipilih oleh masyarakat.
Hal itu dikarenakan layanan travel ini bisa mengakses hingga masuk ke desa. Djoko mengatakan saat ini belum ada transportasi umum yang bisa mengantarkan penumpang hingga masuk ke sebuah desa, sebab angkutan umum di daerah hanya berjalan diatas jalan Provinsi atau Kabupaten saja.

BACA JUGA:
Viral Pemudik Ini Lupa Ninggalin Kunci Rumah di Kampung Halaman, Padahal Perjalanan PP Butuh 36 Jam

&quot;Ketegasan pemerintah dibutuhkan agar kecelakaan angkutan gelap yang menelan korban jiwa tidak terjadi lagi. Menyediakan layanan angkutan umum hingga pedesaan, kemudian angkutan tidak berizin baru diberantas,&quot; ujar Djoko dalam keterangan resmi kepada MNC Portal, Minggu (21/4/2024).
Lebih lanjut, Djoko melihat saat ini pun angkutan umum seperti bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) tidak bisa berhenti di semua terminal, terutama terminal tipe C. Padahal, pemberhentian bus AKAP ini menjadi faktor utama yang dinilai masyarakat sebelum memutuskan menggunakan transportasi umum.

BACA JUGA:
3.286 Kecelakaan Terjadi saat Mudik Lebaran 2024, Perhatikan Waktu Ideal Berkendara

&quot;Dari desa menuju terminal tipe C disediakan angkutan pedesaan. Bisa diantar atau sewa ojek karena jaraknya antara ibukota kecamatan dan desa sudah tidak jauh lagi,&quot; sambungnya.Lebih lanjut, Djoko menegaskan infrastruktur transportasi dibangun bukan hanya untuk mengakomodir musim lebaran, tapi untuk keseharian masyarakat dan menunjang aktifitas di desa juga.
Pembenahan dan pelaksanaan dapat dimulai setelah musim lebaran usai. Sehingga masyarakat akan menjadi terbiasa, dan saat musim lebaran tiba tidak mengagetkan. Hanya cukup menyesuaikan.
&quot;Sesungguhnya, akar masalah belum terintegrasi sistem transportasi di Indonesia adalah minimnya layanan angkutan pedesaan, angkutan perkotaan, angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan perintis,&quot; tutup Djoko.
</content:encoded></item></channel></rss>
