<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Melemah Rp16.200 per USD, Bagaimana dengan Harga Barang Elektronik?</title><description>Harga barang elektronik masih stabil di tengah konflik Iran - Israel. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komoditi Elektronik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2998955/rupiah-melemah-rp16-200-per-usd-bagaimana-dengan-harga-barang-elektronik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2998955/rupiah-melemah-rp16-200-per-usd-bagaimana-dengan-harga-barang-elektronik"/><item><title>Rupiah Melemah Rp16.200 per USD, Bagaimana dengan Harga Barang Elektronik?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2998955/rupiah-melemah-rp16-200-per-usd-bagaimana-dengan-harga-barang-elektronik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2998955/rupiah-melemah-rp16-200-per-usd-bagaimana-dengan-harga-barang-elektronik</guid><pubDate>Senin 22 April 2024 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/22/320/2998955/rupiah-melemah-rp16-200-per-usd-bagaimana-dengan-harga-barang-elektronik-juEuhAMGQs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Barang Elektronik (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/22/320/2998955/rupiah-melemah-rp16-200-per-usd-bagaimana-dengan-harga-barang-elektronik-juEuhAMGQs.jpg</image><title>Harga Barang Elektronik (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xOC8xLzE3OTc1Mi81L3g4d3pnOGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga barang elektronik masih stabil di tengah konflik Iran-Israel. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komoditi Elektronik (Apkonik), Deni Irawan.
Deni menyebut di sektor elektronik, harga masih terbilang stabil dan aman. Tak hanya itu, konflik yang mengakibatkan pelemahan rupiah juga tak membuat daya beli masyarakat atas barang elektronik menurun.

BACA JUGA:
Tak Main-Main! Ini Dampak Mengerikan Perang Iran-Israel ke Ekonomi RI

&quot;Dalam dunia elektronik sendiri masih terbilang aman. Daya beli juga masih stabil,&quot; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia pada Senin (22/4/2024).
Namun begitu, Deni mengatakan para pegiat usaha elektronik perlu melihat dan bisa beradaptasi untuk mengantisipasi kenaikan harga serta penurunan daya beli karena konflik Iran Israel. Pasalnya, menurutnya, lonjakan harga elektronik tentu tetap bisa terjadi.

BACA JUGA:
Erick Thohir Minta Bahan Baku Pupuk Diamankan di Tengah Konflik Iran-Israel

Ia juga menyampaikan bahwa situasi ekonomi dan keuangan global serta tensi geopolitik yang sangat tinggi dapat membuat kemacetan ekspor, karena bisa memperburuk kekurangan bahan semikonduktor.Dijelaskan Deni, semikonduktor sendiri bukan hanya prosesor melainkan semua rangkaian komponen elektronik seperti transistor dan lainnya yang pasti dijumpai di semua perangkat elektronik. Di mana kemacetan ekspor semi konduktor dapat mendorong harga barang elektronik.
&quot;Dapat dipastikan, nantinya pasokan ekspor barang dan pangan tersebut akan terhambat dan membuat waktu indent barang seperti mobil, barang-barang elektronik, dan furnitur menjadi lebih lama serta harganya ikut meningkat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xOC8xLzE3OTc1Mi81L3g4d3pnOGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga barang elektronik masih stabil di tengah konflik Iran-Israel. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komoditi Elektronik (Apkonik), Deni Irawan.
Deni menyebut di sektor elektronik, harga masih terbilang stabil dan aman. Tak hanya itu, konflik yang mengakibatkan pelemahan rupiah juga tak membuat daya beli masyarakat atas barang elektronik menurun.

BACA JUGA:
Tak Main-Main! Ini Dampak Mengerikan Perang Iran-Israel ke Ekonomi RI

&quot;Dalam dunia elektronik sendiri masih terbilang aman. Daya beli juga masih stabil,&quot; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia pada Senin (22/4/2024).
Namun begitu, Deni mengatakan para pegiat usaha elektronik perlu melihat dan bisa beradaptasi untuk mengantisipasi kenaikan harga serta penurunan daya beli karena konflik Iran Israel. Pasalnya, menurutnya, lonjakan harga elektronik tentu tetap bisa terjadi.

BACA JUGA:
Erick Thohir Minta Bahan Baku Pupuk Diamankan di Tengah Konflik Iran-Israel

Ia juga menyampaikan bahwa situasi ekonomi dan keuangan global serta tensi geopolitik yang sangat tinggi dapat membuat kemacetan ekspor, karena bisa memperburuk kekurangan bahan semikonduktor.Dijelaskan Deni, semikonduktor sendiri bukan hanya prosesor melainkan semua rangkaian komponen elektronik seperti transistor dan lainnya yang pasti dijumpai di semua perangkat elektronik. Di mana kemacetan ekspor semi konduktor dapat mendorong harga barang elektronik.
&quot;Dapat dipastikan, nantinya pasokan ekspor barang dan pangan tersebut akan terhambat dan membuat waktu indent barang seperti mobil, barang-barang elektronik, dan furnitur menjadi lebih lama serta harganya ikut meningkat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
