<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Masih Dibanjiri Produk Impor dari China, Ini Buktinya</title><description>Indonesia masih dibanjiri produk impor dari China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2999013/indonesia-masih-dibanjiri-produk-impor-dari-china-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2999013/indonesia-masih-dibanjiri-produk-impor-dari-china-ini-buktinya"/><item><title>Indonesia Masih Dibanjiri Produk Impor dari China, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2999013/indonesia-masih-dibanjiri-produk-impor-dari-china-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2999013/indonesia-masih-dibanjiri-produk-impor-dari-china-ini-buktinya</guid><pubDate>Senin 22 April 2024 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/22/320/2999013/indonesia-masih-dibanjiri-produk-impor-dari-china-ini-buktinya-a4CRaXLkHL.png" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia Masih Dibanjiri Produk Impor dari China (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/22/320/2999013/indonesia-masih-dibanjiri-produk-impor-dari-china-ini-buktinya-a4CRaXLkHL.png</image><title>Indonesia Masih Dibanjiri Produk Impor dari China (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia masih dibanjiri produk impor dari China. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2024, China masih menjadi negara utama asal impor non migas Indonesia dengan kontribusi 31,25% terhadap total impor non migas.

BACA JUGA:BPS Catat Nilai Impor RI Jadi USD17,96 Miliar, Turun 2,60%&amp;nbsp;


Plt. Kepala BPS Amalia A Widyasari mengatakan, di tempat kedua dan ketiga adalah Jepang dengan 7,23% dan Korea Selatan dengan 6,53%. Kemudian ASEAN dengan 18,86%, Uni Eropa 5,93% dan lainnya dengan 30,21%.

&quot;Impor non migas dari Tiongkok (China) mencapai USD4,57 miliar atau turun dibandingkan Februari 2024 tetapi jika dibandingkan Maret tahun lalu mengalami peningkatan,&quot; kata Amalia dalam Rilis BPS Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Maret 2024, Senin (22/4/2024).

BACA JUGA:Neraca Perdagangan RI Surplus USD4,47 Miliar pada Maret 2024&amp;nbsp;


Sementara itu, impor non migas dari Jepang dan Korea Selatan masing-masing mencapai USD1,06 miliar dan USD0,96 miliar.

Selanjutnya, perkembangan impor non migas dari ASEAN mencapai USD2,76 miliar, Uni Eropa USD0,87 miliar dan lainnya USD4,42 miliar.

Secara kumulatif hingga Maret 2024, total impor Indonesia mencapai USD54,90 miliar atau menurun 0,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia masih dibanjiri produk impor dari China. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2024, China masih menjadi negara utama asal impor non migas Indonesia dengan kontribusi 31,25% terhadap total impor non migas.

BACA JUGA:BPS Catat Nilai Impor RI Jadi USD17,96 Miliar, Turun 2,60%&amp;nbsp;


Plt. Kepala BPS Amalia A Widyasari mengatakan, di tempat kedua dan ketiga adalah Jepang dengan 7,23% dan Korea Selatan dengan 6,53%. Kemudian ASEAN dengan 18,86%, Uni Eropa 5,93% dan lainnya dengan 30,21%.

&quot;Impor non migas dari Tiongkok (China) mencapai USD4,57 miliar atau turun dibandingkan Februari 2024 tetapi jika dibandingkan Maret tahun lalu mengalami peningkatan,&quot; kata Amalia dalam Rilis BPS Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Maret 2024, Senin (22/4/2024).

BACA JUGA:Neraca Perdagangan RI Surplus USD4,47 Miliar pada Maret 2024&amp;nbsp;


Sementara itu, impor non migas dari Jepang dan Korea Selatan masing-masing mencapai USD1,06 miliar dan USD0,96 miliar.

Selanjutnya, perkembangan impor non migas dari ASEAN mencapai USD2,76 miliar, Uni Eropa USD0,87 miliar dan lainnya USD4,42 miliar.

Secara kumulatif hingga Maret 2024, total impor Indonesia mencapai USD54,90 miliar atau menurun 0,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
