<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS Sebut Iran-Israel Bukan Mitra Dagang Utama RI di Kawasan Timteng</title><description>BPS menyatakan bahwa nilai ekspor dan impor Iran-Israel tidak begitu signifikan dalam neraca perdagangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2999043/bps-sebut-iran-israel-bukan-mitra-dagang-utama-ri-di-kawasan-timteng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2999043/bps-sebut-iran-israel-bukan-mitra-dagang-utama-ri-di-kawasan-timteng"/><item><title>BPS Sebut Iran-Israel Bukan Mitra Dagang Utama RI di Kawasan Timteng</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2999043/bps-sebut-iran-israel-bukan-mitra-dagang-utama-ri-di-kawasan-timteng</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2999043/bps-sebut-iran-israel-bukan-mitra-dagang-utama-ri-di-kawasan-timteng</guid><pubDate>Senin 22 April 2024 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/22/320/2999043/bps-sebut-iran-israel-bukan-mitra-dagang-utama-ri-di-kawasan-timteng-iCkq0uv7VP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Plt Kepala BPS Amalia soal Dampak Perang Iran-Israel (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/22/320/2999043/bps-sebut-iran-israel-bukan-mitra-dagang-utama-ri-di-kawasan-timteng-iCkq0uv7VP.jpg</image><title>Plt Kepala BPS Amalia soal Dampak Perang Iran-Israel (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMi83LzE3OTg2NS81L3g4eDh0NHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa nilai ekspor dan impor Iran-Israel tidak begitu signifikan dalam neraca perdagangan Indonesia.
Plt Kepala BPS Amalia A. Widyasari mengatakan, sepanjang tahun 2023, nilai ekspor Indonesia ke Iran hanya mencapai 2,15% dan impor hanya 0,12%. Sedangkan, nilai ekspor Indonesia ke Israel hanya 1,83% dan impor hanya 0,22%.

BACA JUGA:
Resmikan Jalan Inpres di Gorontalo, Jokowi: Dulu Cuma Setapak

&quot;Namun yang ingin saya garis bawahi secara umum dapat disimpulkan nilai perdagangan Indonesia dengan Iran dan Israel relatif kecil, keduanya bukan mitra dagang utama Indonesia di kawasan Timur Tengah,&quot; ujar Amalia dalam Rilis BPS Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Maret 2024, Senin (22/4/2024).
Secara rinci, sepanjang 2023, nilai ekspor Indonesia ke Iran hanya USD195,13 juta atau kira-kira 2,15% terhadap total ekspor Indonesia ke Timur Tengah. Sementara itu, impor Indonesia ke Iran mencapai USD11,72 juta atau 0,12% terhadap total ekspor Indonesia ke Timur Tengah.

BACA JUGA:
Tolak Gugatan Pilpres Anies-Cak Imin, Segini Harta Kekayaan Ketua MK Suhartoyo

Dengan demikian Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan dengan Iran USD183,41 juta.Tiga komoditas utama yang diekspor Indonesia ke Iran antara lain buah-buahan, kendaraan dan bagiannya serta berbagai produk kimia. Sedangkan komoditas impor utama Iran ke Indonesia adalah buah-buahan, bahan bakar mineral dan bahan kimia organik.
Lebih lanjut, dengan Israel, nilai ekspor Indonesia mencapai USD165,77 juta pada 2023. Nilai ini mencakup 1,83% ekspor Indonesia ke Timur Tengah. Kemudian, impor Israel ke Indonesia mencapai USD21,93 juta atau 0,22% dari impor Indonesia asal Timur Tengah.
Dengan demikian, Indonesia surplus neraca perdagangan dengan Israel.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMi83LzE3OTg2NS81L3g4eDh0NHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa nilai ekspor dan impor Iran-Israel tidak begitu signifikan dalam neraca perdagangan Indonesia.
Plt Kepala BPS Amalia A. Widyasari mengatakan, sepanjang tahun 2023, nilai ekspor Indonesia ke Iran hanya mencapai 2,15% dan impor hanya 0,12%. Sedangkan, nilai ekspor Indonesia ke Israel hanya 1,83% dan impor hanya 0,22%.

BACA JUGA:
Resmikan Jalan Inpres di Gorontalo, Jokowi: Dulu Cuma Setapak

&quot;Namun yang ingin saya garis bawahi secara umum dapat disimpulkan nilai perdagangan Indonesia dengan Iran dan Israel relatif kecil, keduanya bukan mitra dagang utama Indonesia di kawasan Timur Tengah,&quot; ujar Amalia dalam Rilis BPS Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Maret 2024, Senin (22/4/2024).
Secara rinci, sepanjang 2023, nilai ekspor Indonesia ke Iran hanya USD195,13 juta atau kira-kira 2,15% terhadap total ekspor Indonesia ke Timur Tengah. Sementara itu, impor Indonesia ke Iran mencapai USD11,72 juta atau 0,12% terhadap total ekspor Indonesia ke Timur Tengah.

BACA JUGA:
Tolak Gugatan Pilpres Anies-Cak Imin, Segini Harta Kekayaan Ketua MK Suhartoyo

Dengan demikian Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan dengan Iran USD183,41 juta.Tiga komoditas utama yang diekspor Indonesia ke Iran antara lain buah-buahan, kendaraan dan bagiannya serta berbagai produk kimia. Sedangkan komoditas impor utama Iran ke Indonesia adalah buah-buahan, bahan bakar mineral dan bahan kimia organik.
Lebih lanjut, dengan Israel, nilai ekspor Indonesia mencapai USD165,77 juta pada 2023. Nilai ini mencakup 1,83% ekspor Indonesia ke Timur Tengah. Kemudian, impor Israel ke Indonesia mencapai USD21,93 juta atau 0,22% dari impor Indonesia asal Timur Tengah.
Dengan demikian, Indonesia surplus neraca perdagangan dengan Israel.</content:encoded></item></channel></rss>
