<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos BCA Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp16.200, Bukan Cuma Perang Timur Tengah</title><description>Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengungkapkan penyebab pelemahan Rupiah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2999193/bos-bca-ungkap-penyebab-rupiah-melemah-ke-rp16-200-bukan-cuma-perang-timur-tengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2999193/bos-bca-ungkap-penyebab-rupiah-melemah-ke-rp16-200-bukan-cuma-perang-timur-tengah"/><item><title>Bos BCA Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp16.200, Bukan Cuma Perang Timur Tengah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2999193/bos-bca-ungkap-penyebab-rupiah-melemah-ke-rp16-200-bukan-cuma-perang-timur-tengah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/22/320/2999193/bos-bca-ungkap-penyebab-rupiah-melemah-ke-rp16-200-bukan-cuma-perang-timur-tengah</guid><pubDate>Senin 22 April 2024 18:20 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/22/320/2999193/bos-bca-ungkap-penyebab-rupiah-melemah-ke-rp16-200-bukan-cuma-perang-timur-tengah-cIUKUEixUk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos BCA Jahja Setiaatmadja Ungkap Penyebab Rupiah Melemah. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/22/320/2999193/bos-bca-ungkap-penyebab-rupiah-melemah-ke-rp16-200-bukan-cuma-perang-timur-tengah-cIUKUEixUk.jpg</image><title>Bos BCA Jahja Setiaatmadja Ungkap Penyebab Rupiah Melemah. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengungkapkan penyebab pelemahan Rupiah. Tidak hanya konflik Timur Tengah.
Menurut Jahja, melemahnya Rupiah dalam rentang Rp16.200-Rp16.300 lebih ke beberapa faktor.
&quot;Tapi saya kurang setuju jika dikatakan itu masalah di Timur Tengah sebenarnya melemahnya rupiah capai Rp16.200-Rp16.300 lebih karena beberapa faktor. Salah satunya di awal tahun untuk menghadapi hari raya Idul Fitri,&quot; kata Jahja dalam konferensi pers BCA Kuartal I 2024, Senin (22/4/2024).

BACA JUGA:
Rupiah Menguat ke Rp16.237/USD Usai Sidang Putusan MK&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Jahja menilai, para pengusaha siap membeli bahan-bahan impor juga dari raw material yang harus disiapkan untuk produksi.
&quot;Biasanya itu masa-masa Idul Fitri peningkatan akan lebih daripada normal jadi ada kebutuhan impor meningkat,&quot; ujarnya.
Di samping itu, Jahja melihat beberapa waktu lalu ada juga dampak dari investor luar negeri ke saham dan obligasi RI, sehingga itu berdampak kepada mereka yang menarik dolar keluar.

BACA JUGA:
Harga Tanah Meroket Gegara Rupiah Anjlok, AHY Buka Suara

&quot;Di samping itu kita juga mengingat Kuartal pertama ini banyak perusahaan-perusahaan yang besar membagikan dividen dan dividen itu ada sebagian yang mengalir pula karena kita tahu juga investor dari perusahaan-perusahaan terutama perusahaan-perusahaan besar banyak pemiliknya dari asing jadi ada masalah supply dan demand,&quot; jelasnya.Jahja juga setuju bahwa tidak adanya intervensi dari Bank Indonesia. Dia mengibaratkan membuang garam ke laut, artinya jika nanti kebutuhan dolar sudah agak melemah maka suplainya masih tetap normal.
&quot;Demand-nya menurun mungkin Bank Indonesia bisa menstabilisasi kembali dolar apakah di bawah Rp16 ribu atau tidak itu tergantung situasi dan kondisi,&quot; kata Jahja.
Selain itu, Jahja juga melihat dari masyarakat sekarang ini tidak gampang untuk menjual dan membeli uang asing terutama dolar AS.
&quot;Untuk untuk amount kecil mungkin iya, tapi kalau amount untuk jumlah besar yang mempengaruhi market saya rasa utk individual player saya rasa hampir tidak ada atau sedikit sekali,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengungkapkan penyebab pelemahan Rupiah. Tidak hanya konflik Timur Tengah.
Menurut Jahja, melemahnya Rupiah dalam rentang Rp16.200-Rp16.300 lebih ke beberapa faktor.
&quot;Tapi saya kurang setuju jika dikatakan itu masalah di Timur Tengah sebenarnya melemahnya rupiah capai Rp16.200-Rp16.300 lebih karena beberapa faktor. Salah satunya di awal tahun untuk menghadapi hari raya Idul Fitri,&quot; kata Jahja dalam konferensi pers BCA Kuartal I 2024, Senin (22/4/2024).

BACA JUGA:
Rupiah Menguat ke Rp16.237/USD Usai Sidang Putusan MK&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Jahja menilai, para pengusaha siap membeli bahan-bahan impor juga dari raw material yang harus disiapkan untuk produksi.
&quot;Biasanya itu masa-masa Idul Fitri peningkatan akan lebih daripada normal jadi ada kebutuhan impor meningkat,&quot; ujarnya.
Di samping itu, Jahja melihat beberapa waktu lalu ada juga dampak dari investor luar negeri ke saham dan obligasi RI, sehingga itu berdampak kepada mereka yang menarik dolar keluar.

BACA JUGA:
Harga Tanah Meroket Gegara Rupiah Anjlok, AHY Buka Suara

&quot;Di samping itu kita juga mengingat Kuartal pertama ini banyak perusahaan-perusahaan yang besar membagikan dividen dan dividen itu ada sebagian yang mengalir pula karena kita tahu juga investor dari perusahaan-perusahaan terutama perusahaan-perusahaan besar banyak pemiliknya dari asing jadi ada masalah supply dan demand,&quot; jelasnya.Jahja juga setuju bahwa tidak adanya intervensi dari Bank Indonesia. Dia mengibaratkan membuang garam ke laut, artinya jika nanti kebutuhan dolar sudah agak melemah maka suplainya masih tetap normal.
&quot;Demand-nya menurun mungkin Bank Indonesia bisa menstabilisasi kembali dolar apakah di bawah Rp16 ribu atau tidak itu tergantung situasi dan kondisi,&quot; kata Jahja.
Selain itu, Jahja juga melihat dari masyarakat sekarang ini tidak gampang untuk menjual dan membeli uang asing terutama dolar AS.
&quot;Untuk untuk amount kecil mungkin iya, tapi kalau amount untuk jumlah besar yang mempengaruhi market saya rasa utk individual player saya rasa hampir tidak ada atau sedikit sekali,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
