<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PTPP Ungkap Progres Penggabungan dengan WIKA</title><description>PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menjelaskan soal rencana peleburan BUMN karya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/24/278/3000200/ptpp-ungkap-progres-penggabungan-dengan-wika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/24/278/3000200/ptpp-ungkap-progres-penggabungan-dengan-wika"/><item><title>PTPP Ungkap Progres Penggabungan dengan WIKA</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/24/278/3000200/ptpp-ungkap-progres-penggabungan-dengan-wika</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/24/278/3000200/ptpp-ungkap-progres-penggabungan-dengan-wika</guid><pubDate>Rabu 24 April 2024 19:46 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/24/278/3000200/ptpp-ungkap-progres-penggabungan-dengan-wika-X97hNaOhOa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PTPP Ungkap Rencana Merger dengan WIKA. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/24/278/3000200/ptpp-ungkap-progres-penggabungan-dengan-wika-X97hNaOhOa.jpg</image><title>PTPP Ungkap Rencana Merger dengan WIKA. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menjelaskan soal rencana peleburan BUMN karya. Kementerian BUMN berencana menggabungkan tujuh perusahaan menjadi tiga perusahaan.
Di mana PT PP (Persero) Tbk (PTPP) akan digabungkan dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Kemudian, PT Hutama Karya (Persero) digabungkan dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), serta PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana digabungkan dengan PT Nindya Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero).

BACA JUGA:
Erick Thohir Rombak Direksi dan Komisaris PTPP, Berikut Susunan Terbarunya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menyampaikan, terkait proses rencana peleburan tersebut tengah dalam evaluasi antara perseroan dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menyebut, terdapat data yang sedang dalam proses evaluasi.
&amp;ldquo;Cukup banyak jumlahnya, dari situ baru bisa kita ketahui konsepnya akan seperti apa, merger atau holding subholding,&amp;rdquo; kata Novel dalam konferensi pers di Plaza PP Jakarta pada Rabu (24/4/2024).

BACA JUGA:
PTPP Bakal Jual Tol Semarang-Demak dan Depok-Antasari

Novel mengatakan, perseroan akan menunggu keputusan Kementerian BUMN terkait mekanisme peleburan keduanya. Ia memastikan saat peleburan tersebut terjadi perseroan dalam kondisi sehat.
&amp;ldquo;Sehingga saat digabung, keduanya bisa memberikan kontribusi yang lebih baik,&amp;rdquo; imbuh Novel.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya juga telah menyampaikan bahwa perseroan siap dengan rencana pemerintah tersebut, dan akan mendukung mekanisme penggabungan yang ditetapkan nantinya.&amp;ldquo;Kami ikut saja apa yang menjadi arahan Kementerian BUMN. Mereka sudah melakukan perencanaan, kami tinggal ikut arahan dan mendukung apapun itu,&amp;rdquo; kata Mahendra kepada media di Jakarta pada Selasa (2/4/2024).
Mahendra meyakini bahwa rencana penggabungan perusahaan-perusahaan BUMN karya bertujuan mendorong kinerja perusahaan untuk menjadi lebih baik. Namun hingga saat ini, ia menyebut bahwa perseroan belum mendapat arahan resmi bagaimana skema rencana penggabungan tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menjelaskan soal rencana peleburan BUMN karya. Kementerian BUMN berencana menggabungkan tujuh perusahaan menjadi tiga perusahaan.
Di mana PT PP (Persero) Tbk (PTPP) akan digabungkan dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Kemudian, PT Hutama Karya (Persero) digabungkan dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), serta PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana digabungkan dengan PT Nindya Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero).

BACA JUGA:
Erick Thohir Rombak Direksi dan Komisaris PTPP, Berikut Susunan Terbarunya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menyampaikan, terkait proses rencana peleburan tersebut tengah dalam evaluasi antara perseroan dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menyebut, terdapat data yang sedang dalam proses evaluasi.
&amp;ldquo;Cukup banyak jumlahnya, dari situ baru bisa kita ketahui konsepnya akan seperti apa, merger atau holding subholding,&amp;rdquo; kata Novel dalam konferensi pers di Plaza PP Jakarta pada Rabu (24/4/2024).

BACA JUGA:
PTPP Bakal Jual Tol Semarang-Demak dan Depok-Antasari

Novel mengatakan, perseroan akan menunggu keputusan Kementerian BUMN terkait mekanisme peleburan keduanya. Ia memastikan saat peleburan tersebut terjadi perseroan dalam kondisi sehat.
&amp;ldquo;Sehingga saat digabung, keduanya bisa memberikan kontribusi yang lebih baik,&amp;rdquo; imbuh Novel.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya juga telah menyampaikan bahwa perseroan siap dengan rencana pemerintah tersebut, dan akan mendukung mekanisme penggabungan yang ditetapkan nantinya.&amp;ldquo;Kami ikut saja apa yang menjadi arahan Kementerian BUMN. Mereka sudah melakukan perencanaan, kami tinggal ikut arahan dan mendukung apapun itu,&amp;rdquo; kata Mahendra kepada media di Jakarta pada Selasa (2/4/2024).
Mahendra meyakini bahwa rencana penggabungan perusahaan-perusahaan BUMN karya bertujuan mendorong kinerja perusahaan untuk menjadi lebih baik. Namun hingga saat ini, ia menyebut bahwa perseroan belum mendapat arahan resmi bagaimana skema rencana penggabungan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
