<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Minta Para Ibu Jangan Ciptakan Generasi Sandwich</title><description>OJK mengajak perempuan Indonesia, terutama perempuan pelaku usaha mikro  kecil dan menengah (UMKM) untuk meraih kesejahteraan finansial.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/24/320/2999910/ojk-minta-para-ibu-jangan-ciptakan-generasi-sandwich</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/24/320/2999910/ojk-minta-para-ibu-jangan-ciptakan-generasi-sandwich"/><item><title>OJK Minta Para Ibu Jangan Ciptakan Generasi Sandwich</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/24/320/2999910/ojk-minta-para-ibu-jangan-ciptakan-generasi-sandwich</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/24/320/2999910/ojk-minta-para-ibu-jangan-ciptakan-generasi-sandwich</guid><pubDate>Rabu 24 April 2024 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/24/320/2999910/ojk-minta-para-ibu-jangan-ciptakan-generasi-sandwich-rZ9tdulWdQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK ajak perempuan tak ciptakan generasi sandwich (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/24/320/2999910/ojk-minta-para-ibu-jangan-ciptakan-generasi-sandwich-rZ9tdulWdQ.jpg</image><title>OJK ajak perempuan tak ciptakan generasi sandwich (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC8xLzE3NTMzNy81L3g4cXFxb28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak perempuan Indonesia, terutama perempuan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk meraih kesejahteraan finansial. Kesejahteraan finansial dapat dicapai secara bertahap dimulai dari pemenuhan aspek literasi dan inklusi keuangan terlebih dahulu.
&quot;Menuju piramida kesejahteraan finansial, yang pertama ibu-ibu harus terliterasi dulu. Kemudian terinklusi, gunakan produk jasa keuangan untuk memudahkan hidup ibu-ibu,&quot; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dilansir dari Antara, Rabu (24/4/2024).

BACA JUGA:
OJK Awasi Ketat Bank di RI, Tak Ingin Ada Gagal Berdampak Sistemik


Kemudian tahapan selanjutnya, jelas Friderica, yaitu pemberdayaan secara finansial dengan memanfaatkan produk atau layanan keuangan untuk mempermudah bisnis atau economic opportunities.
Kepada para peserta kegiatan edukasi keuangan, dia mewanti-wanti agar jangan sampai perempuan pelaku UMKM mengakses pembiayaan di tempat yang salah seperti melalui rentenir.

BACA JUGA:
Perbankan RI Terjaga, OJK Minta Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Konflik Global


Friderica mengingatkan bahwa pemerintah dan lembaga jasa keuangan telah membuka akses-akses pembiayaan resmi dan tepercaya salah satunya seperti pembiayaan PNM Mekaar.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga memiliki program kredit/pembiayaan melawan rentenir (K/PMR). Program tersebut, menurut Friderica, banyak dimanfaatkan oleh ibu-ibu di seluruh Indonesia.
Setelah literasi dan inklusi keuangan serta pemberdayaan secara  finansial terpenuhi, perempuan pelaku UMKM dapat mencapai tahapan  tertinggi dalam piramida keuangan, yaitu kesejahteraan finansial yang  berkesinambungan.
Pada kesempatan yang sama, Friderica juga mengajak para perempuan  untuk merayakan Hari Kartini yang diperingati pada 21 April lalu dengan  memaknai pemikiran-pemikiran mengenai kemajuan perempuan di Indonesia,  terutama pemikiran mengenai kemandirian ekonomi.
Friderica pun berpesan kepada para ibu untuk tidak menciptakan  generasi sandwich berikutnya. Dia berharap, para ibu di masa kini bisa  berdaya menyiapkan masa pensiun dan masa depan menjadi lebih lebih baik.
&quot;Kita harus menyiapkan masa pensiun dan jangan sampai pola hidup kita  turun. Kalau tidak punya bakat bisnis, tidak apa-apa. Bisa investasi di  emas, reksadana, dan sebagainya, itu silakan belajar. Yuk, mumpung  masih kuat dan berjiwa muda, mudah-mudahan kita bisa menyiapkan masa  depan lebih baik,&quot; kata Friderica.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC8xLzE3NTMzNy81L3g4cXFxb28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak perempuan Indonesia, terutama perempuan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk meraih kesejahteraan finansial. Kesejahteraan finansial dapat dicapai secara bertahap dimulai dari pemenuhan aspek literasi dan inklusi keuangan terlebih dahulu.
&quot;Menuju piramida kesejahteraan finansial, yang pertama ibu-ibu harus terliterasi dulu. Kemudian terinklusi, gunakan produk jasa keuangan untuk memudahkan hidup ibu-ibu,&quot; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dilansir dari Antara, Rabu (24/4/2024).

BACA JUGA:
OJK Awasi Ketat Bank di RI, Tak Ingin Ada Gagal Berdampak Sistemik


Kemudian tahapan selanjutnya, jelas Friderica, yaitu pemberdayaan secara finansial dengan memanfaatkan produk atau layanan keuangan untuk mempermudah bisnis atau economic opportunities.
Kepada para peserta kegiatan edukasi keuangan, dia mewanti-wanti agar jangan sampai perempuan pelaku UMKM mengakses pembiayaan di tempat yang salah seperti melalui rentenir.

BACA JUGA:
Perbankan RI Terjaga, OJK Minta Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Konflik Global


Friderica mengingatkan bahwa pemerintah dan lembaga jasa keuangan telah membuka akses-akses pembiayaan resmi dan tepercaya salah satunya seperti pembiayaan PNM Mekaar.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga memiliki program kredit/pembiayaan melawan rentenir (K/PMR). Program tersebut, menurut Friderica, banyak dimanfaatkan oleh ibu-ibu di seluruh Indonesia.
Setelah literasi dan inklusi keuangan serta pemberdayaan secara  finansial terpenuhi, perempuan pelaku UMKM dapat mencapai tahapan  tertinggi dalam piramida keuangan, yaitu kesejahteraan finansial yang  berkesinambungan.
Pada kesempatan yang sama, Friderica juga mengajak para perempuan  untuk merayakan Hari Kartini yang diperingati pada 21 April lalu dengan  memaknai pemikiran-pemikiran mengenai kemajuan perempuan di Indonesia,  terutama pemikiran mengenai kemandirian ekonomi.
Friderica pun berpesan kepada para ibu untuk tidak menciptakan  generasi sandwich berikutnya. Dia berharap, para ibu di masa kini bisa  berdaya menyiapkan masa pensiun dan masa depan menjadi lebih lebih baik.
&quot;Kita harus menyiapkan masa pensiun dan jangan sampai pola hidup kita  turun. Kalau tidak punya bakat bisnis, tidak apa-apa. Bisa investasi di  emas, reksadana, dan sebagainya, itu silakan belajar. Yuk, mumpung  masih kuat dan berjiwa muda, mudah-mudahan kita bisa menyiapkan masa  depan lebih baik,&quot; kata Friderica.</content:encoded></item></channel></rss>
