<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perjalanan Bisnis Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo</title><description>Pemilik bisnis kecantikan Mustika Ratu BRA Mooryati Soedibyo meninggal dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/24/455/2999816/perjalanan-bisnis-pendiri-mustika-ratu-mooryati-soedibyo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/24/455/2999816/perjalanan-bisnis-pendiri-mustika-ratu-mooryati-soedibyo"/><item><title>Perjalanan Bisnis Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/24/455/2999816/perjalanan-bisnis-pendiri-mustika-ratu-mooryati-soedibyo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/24/455/2999816/perjalanan-bisnis-pendiri-mustika-ratu-mooryati-soedibyo</guid><pubDate>Rabu 24 April 2024 07:28 WIB</pubDate><dc:creator>Kristalensi Bunga Nauli Sihite</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/24/455/2999816/perjalanan-bisnis-pendiri-mustika-ratu-mooryati-soedibyo-L8cEjLxbUr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mooryati Soedibyo pendiri mustika ratu meninggal dunia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/24/455/2999816/perjalanan-bisnis-pendiri-mustika-ratu-mooryati-soedibyo-L8cEjLxbUr.jpg</image><title>Mooryati Soedibyo pendiri mustika ratu meninggal dunia (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Pemilik bisnis kecantikan Mustika Ratu BRA Mooryati Soedibyo meninggal dunia. Mooryati Soedibyo yang gemar meracik jamu dan kosmetika tradisional dikenal sebagai pemilik brand kecantikan Mustika Ratu.

BACA JUGA:
Jenazah Mooryati Soedibyo, Pendiri Mustika Ratu Disemayamkan di Rumah Duka Menteng

Dilansir dari laman resmi PT Mustika Ratu, Rabu (24/4/2024), perusahaan ini berdiri sejak 1975. Brand ini juga menjadi pembimbing dalam kontes kecantikan Puteri Indonesia. Pada tahun 1995, Mustika Ratu go public dengan melakukan Initial Public Offering (IPO), dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Dari tahun 2000, Mustika Ratu mulai memperluas sayap bisnisnya dan menawarkan peluang waralaba spa ke negara-negara Asia Tenggara hingga ke belahan dunia lainya.

BACA JUGA:
Kabar Duka, Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo Meninggal Dunia

&amp;ldquo;Eyang Sri Susuhunan Pakubuwono ke-10 di Keraton Surakarta Hadiningrat mengajarkan saya untuk melestarikan kebudayaan Jawa dengan nilai-nilai luhurnya,&amp;rdquo; tulis Mooryati dalam sebuah pesan di laman Mustika Ratu.
Dia mengutip sebuah petuah dalam bahasa Jawa, &amp;ldquo;Kusumo Rembesing Madu, Turning Sinatryo Tedak Ing Wong Amoro Topo, Mustikaning Ratu&amp;rdquo;, yang artinya adalah perjuangan kekesatriaan melalui keprihatinan. Kemudian terciptalah suatu yang bernilai, menjadi semangat dan filosofi yang dibawa oleh Mustika Ratu.&amp;ldquo;Ke depannya, kami berharap bahwa Mustika Ratu akan selalu  beradaptasi terhadap perkembangan zaman untuk menjawab kebutuhan  kecantikan dan perawatan yang dapat diterima secara universal, dengan  senantiasa menghadirkan produk dan jasa yang berbasis budaya, alami dan  modern,&amp;rdquo; tulisnya.
Mooryati Soedibyo lahir pada 5 Januari 1928. Dia adalah Wakil Ketua  II Majelis Permusyawaratan Rakyat Periode 2004-2009, Presiden Direktur  Mustika Ratu, dan salah satu pencetus ide kontes pemilihan Puteri  Indonesia yang digelar setiap tahun.
Soedibyo tercatat oleh MURI sebagai peraih gelar doktor tertua di  Indonesia dan sebagai &quot;Empu Jamu&quot;. Ia juga masuk sebagai urutan nomor 7  dalam daftar 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia 2007 versi  majalah Globe Asia.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Pemilik bisnis kecantikan Mustika Ratu BRA Mooryati Soedibyo meninggal dunia. Mooryati Soedibyo yang gemar meracik jamu dan kosmetika tradisional dikenal sebagai pemilik brand kecantikan Mustika Ratu.

BACA JUGA:
Jenazah Mooryati Soedibyo, Pendiri Mustika Ratu Disemayamkan di Rumah Duka Menteng

Dilansir dari laman resmi PT Mustika Ratu, Rabu (24/4/2024), perusahaan ini berdiri sejak 1975. Brand ini juga menjadi pembimbing dalam kontes kecantikan Puteri Indonesia. Pada tahun 1995, Mustika Ratu go public dengan melakukan Initial Public Offering (IPO), dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Dari tahun 2000, Mustika Ratu mulai memperluas sayap bisnisnya dan menawarkan peluang waralaba spa ke negara-negara Asia Tenggara hingga ke belahan dunia lainya.

BACA JUGA:
Kabar Duka, Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo Meninggal Dunia

&amp;ldquo;Eyang Sri Susuhunan Pakubuwono ke-10 di Keraton Surakarta Hadiningrat mengajarkan saya untuk melestarikan kebudayaan Jawa dengan nilai-nilai luhurnya,&amp;rdquo; tulis Mooryati dalam sebuah pesan di laman Mustika Ratu.
Dia mengutip sebuah petuah dalam bahasa Jawa, &amp;ldquo;Kusumo Rembesing Madu, Turning Sinatryo Tedak Ing Wong Amoro Topo, Mustikaning Ratu&amp;rdquo;, yang artinya adalah perjuangan kekesatriaan melalui keprihatinan. Kemudian terciptalah suatu yang bernilai, menjadi semangat dan filosofi yang dibawa oleh Mustika Ratu.&amp;ldquo;Ke depannya, kami berharap bahwa Mustika Ratu akan selalu  beradaptasi terhadap perkembangan zaman untuk menjawab kebutuhan  kecantikan dan perawatan yang dapat diterima secara universal, dengan  senantiasa menghadirkan produk dan jasa yang berbasis budaya, alami dan  modern,&amp;rdquo; tulisnya.
Mooryati Soedibyo lahir pada 5 Januari 1928. Dia adalah Wakil Ketua  II Majelis Permusyawaratan Rakyat Periode 2004-2009, Presiden Direktur  Mustika Ratu, dan salah satu pencetus ide kontes pemilihan Puteri  Indonesia yang digelar setiap tahun.
Soedibyo tercatat oleh MURI sebagai peraih gelar doktor tertua di  Indonesia dan sebagai &quot;Empu Jamu&quot;. Ia juga masuk sebagai urutan nomor 7  dalam daftar 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia 2007 versi  majalah Globe Asia.</content:encoded></item></channel></rss>
