<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Catat Uang Beredar Rp8.888,4 Triliun di Maret 2024</title><description>BI melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2024 tumbuh lebih tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/25/320/3000407/bi-catat-uang-beredar-rp8-888-4-triliun-di-maret-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/25/320/3000407/bi-catat-uang-beredar-rp8-888-4-triliun-di-maret-2024"/><item><title>BI Catat Uang Beredar Rp8.888,4 Triliun di Maret 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/25/320/3000407/bi-catat-uang-beredar-rp8-888-4-triliun-di-maret-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/25/320/3000407/bi-catat-uang-beredar-rp8-888-4-triliun-di-maret-2024</guid><pubDate>Kamis 25 April 2024 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/25/320/3000407/bi-catat-uang-beredar-rp8-888-4-triliun-di-maret-2024-7pqIjwz6PK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Beredar di Indonesia (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/25/320/3000407/bi-catat-uang-beredar-rp8-888-4-triliun-di-maret-2024-7pqIjwz6PK.jpeg</image><title>Uang Beredar di Indonesia (Foto: BI)</title></images><description>


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2024 tumbuh lebih tinggi.
Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, posisi M2 pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp8.888,4 triliun atau tumbuh sebesar  7,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 5,3% (yoy).

BACA JUGA:
Wadirut BRI Ungkap Rahasia Raih Laba Rp15,9 Triliun pada Kuartal I-2024

&quot;Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 7,9% (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,2% (yoy),&quot; kata Erwin dalam keterangan resmi, Kamis (25/4/2024).
Perkembangan M2 pada Maret 2024 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat.

BACA JUGA:
Kisah Jay Y Lee, Bos Samsung Jadi Orang Terkaya di Korsel yang Pernah Dipenjara

Penyaluran kredit pada Maret 2024 tumbuh sebesar 11,8% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,0% (yoy).Penyaluran kredit yang dimaksud adalah yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker's Acceptances), dan Tagihan Repo.
Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di Luar Negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan Bukan Penduduk.
Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh sebesar 18,0% (yoy), setelah terkontraksi sebesar 1,0% (yoy) pada Februari 2024.
Sementara itu, aktiva luar negeri bersih terkontraksi sebesar 1,1% (yoy), setelah tumbuh sebesar 2,3% (yoy) pada bulan sebelumnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2024 tumbuh lebih tinggi.
Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, posisi M2 pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp8.888,4 triliun atau tumbuh sebesar  7,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 5,3% (yoy).

BACA JUGA:
Wadirut BRI Ungkap Rahasia Raih Laba Rp15,9 Triliun pada Kuartal I-2024

&quot;Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 7,9% (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,2% (yoy),&quot; kata Erwin dalam keterangan resmi, Kamis (25/4/2024).
Perkembangan M2 pada Maret 2024 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat.

BACA JUGA:
Kisah Jay Y Lee, Bos Samsung Jadi Orang Terkaya di Korsel yang Pernah Dipenjara

Penyaluran kredit pada Maret 2024 tumbuh sebesar 11,8% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,0% (yoy).Penyaluran kredit yang dimaksud adalah yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker's Acceptances), dan Tagihan Repo.
Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di Luar Negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan Bukan Penduduk.
Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh sebesar 18,0% (yoy), setelah terkontraksi sebesar 1,0% (yoy) pada Februari 2024.
Sementara itu, aktiva luar negeri bersih terkontraksi sebesar 1,1% (yoy), setelah tumbuh sebesar 2,3% (yoy) pada bulan sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
