<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLTU Suralaya Sumbang Penurunan Karbon Terbesar   </title><description>PLN Indonesia Power (PLN IP) menargetkan penjualan dua kali lipat perdagangan karbon</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/25/320/3000681/pltu-suralaya-sumbang-penurunan-karbon-terbesar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/25/320/3000681/pltu-suralaya-sumbang-penurunan-karbon-terbesar"/><item><title>PLTU Suralaya Sumbang Penurunan Karbon Terbesar   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/25/320/3000681/pltu-suralaya-sumbang-penurunan-karbon-terbesar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/25/320/3000681/pltu-suralaya-sumbang-penurunan-karbon-terbesar</guid><pubDate>Kamis 25 April 2024 19:33 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/25/320/3000681/pltu-suralaya-sumbang-penurunan-karbon-terbesar-m7WR03RMmX.jfif" expression="full" type="image/jpeg">PLN Tingkatkan Perdagangan Karbon Dua Kali Lipat. (Foto: Okezone.com/PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/25/320/3000681/pltu-suralaya-sumbang-penurunan-karbon-terbesar-m7WR03RMmX.jfif</image><title>PLN Tingkatkan Perdagangan Karbon Dua Kali Lipat. (Foto: Okezone.com/PLN)</title></images><description>JAKARTA - PLN Indonesia Power (PLN IP) menargetkan penjualan dua kali lipat perdagangan karbon sebagai berkomitmen mendukung penurunan emisi dan mengakselerasi transisi energi.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, carbon trading merupakan inovasi bisnis PLN yang dapat mendukung pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
PLN Indonesia Power telah menerapkannya, ditandai dengan diperolehnya verifikasi nilai emisi Gas Rumah Kaca dari Lembaga Validasi dan Verifikasi Gas Rumah Kaca (GRK) independent terakreditasi Sucofindo di sejumlah Unit Pembangkit PLN IP.

BACA JUGA:
Penerapan Green Material di Pembangunan IKN Kurangi Emisi Karbon

&quot;Carbon trading menjadi pengembangan bisnis beyond KWh yang juga dapat menekan emisi karbon,&quot; kata Edwin, Kamis (25/4/2024).
Sepanjang 2023, carbon trading PLN Indonesia Power telah mencapai 2.428.203  ton CO2 dan akan meningkat dua kali lipat pada tahun-tahun selanjutnya.
&quot;Target carbon trading pada tahun-tahun yang akan datang yaitu dua kali lipat dari tahun 2023,&quot; ucap Edwin.

BACA JUGA:
Transaksi di Bursa Karbon Tembus Rp35 Miliar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Adapun unit pembangkit PLN Indonesia Power yang berkontribusi pada carbon trading tahun 2023 ada 10 Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Di antaranya PLTU Suralaya, PLTU Banten 1 Suralaya, PLTU Adipala, PLTU Ombilin, PLTU Labuan, PLTU Pangkalan Susu, PLTU Lontar, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Labuan Angin dan PLTU Teluk Sirih.
&quot;PLTU Suralaya menjadi penyumbang penurunan karbon terbesar yaitu sekitar 1,5 juta ton CO2,&quot;  ujarnya.Menurut Edwin, capaian dan target carbon trading PLN IP ini untuk membantu Pemerintah dalam mencapai Target Kontribusi Nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC) pada tahun 2030 dan Net Zero Emissions 2060.&amp;nbsp;
&quot;Dengan dilaksanakannya carbon trading oleh PLN Indonesia Power maka kami berkontribusi dalam menekan laju perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, hal ini juga selaras dengan berbagai upaya pemerintah,&quot; tutup Edwin.
PLN Indonesia Power juga berupaya untuk terus meningkatkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) secara nasional melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan membuka kesempatan kerjasama dalam perdagangan karbon.</description><content:encoded>JAKARTA - PLN Indonesia Power (PLN IP) menargetkan penjualan dua kali lipat perdagangan karbon sebagai berkomitmen mendukung penurunan emisi dan mengakselerasi transisi energi.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, carbon trading merupakan inovasi bisnis PLN yang dapat mendukung pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
PLN Indonesia Power telah menerapkannya, ditandai dengan diperolehnya verifikasi nilai emisi Gas Rumah Kaca dari Lembaga Validasi dan Verifikasi Gas Rumah Kaca (GRK) independent terakreditasi Sucofindo di sejumlah Unit Pembangkit PLN IP.

BACA JUGA:
Penerapan Green Material di Pembangunan IKN Kurangi Emisi Karbon

&quot;Carbon trading menjadi pengembangan bisnis beyond KWh yang juga dapat menekan emisi karbon,&quot; kata Edwin, Kamis (25/4/2024).
Sepanjang 2023, carbon trading PLN Indonesia Power telah mencapai 2.428.203  ton CO2 dan akan meningkat dua kali lipat pada tahun-tahun selanjutnya.
&quot;Target carbon trading pada tahun-tahun yang akan datang yaitu dua kali lipat dari tahun 2023,&quot; ucap Edwin.

BACA JUGA:
Transaksi di Bursa Karbon Tembus Rp35 Miliar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Adapun unit pembangkit PLN Indonesia Power yang berkontribusi pada carbon trading tahun 2023 ada 10 Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Di antaranya PLTU Suralaya, PLTU Banten 1 Suralaya, PLTU Adipala, PLTU Ombilin, PLTU Labuan, PLTU Pangkalan Susu, PLTU Lontar, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Labuan Angin dan PLTU Teluk Sirih.
&quot;PLTU Suralaya menjadi penyumbang penurunan karbon terbesar yaitu sekitar 1,5 juta ton CO2,&quot;  ujarnya.Menurut Edwin, capaian dan target carbon trading PLN IP ini untuk membantu Pemerintah dalam mencapai Target Kontribusi Nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC) pada tahun 2030 dan Net Zero Emissions 2060.&amp;nbsp;
&quot;Dengan dilaksanakannya carbon trading oleh PLN Indonesia Power maka kami berkontribusi dalam menekan laju perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, hal ini juga selaras dengan berbagai upaya pemerintah,&quot; tutup Edwin.
PLN Indonesia Power juga berupaya untuk terus meningkatkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) secara nasional melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan membuka kesempatan kerjasama dalam perdagangan karbon.</content:encoded></item></channel></rss>
