<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Negara Merosot 4,1%, Sri Mulyani: Hati-Hati!</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) surplus sebesar Rp8,1 triliun per Maret 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/26/320/3000926/pendapatan-negara-merosot-4-1-sri-mulyani-hati-hati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/04/26/320/3000926/pendapatan-negara-merosot-4-1-sri-mulyani-hati-hati"/><item><title>Pendapatan Negara Merosot 4,1%, Sri Mulyani: Hati-Hati!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/04/26/320/3000926/pendapatan-negara-merosot-4-1-sri-mulyani-hati-hati</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/04/26/320/3000926/pendapatan-negara-merosot-4-1-sri-mulyani-hati-hati</guid><pubDate>Jum'at 26 April 2024 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/26/320/3000926/pendapatan-negara-merosot-4-1-sri-mulyani-hati-hati-zMbLjhG93z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani soal pendapatan negara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/26/320/3000926/pendapatan-negara-merosot-4-1-sri-mulyani-hati-hati-zMbLjhG93z.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani soal pendapatan negara (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xOC8xLzE3OTc1Mi81L3g4d3pnOGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) surplus sebesar Rp8,1 triliun per Maret 2024. Posisi surplus APBN ini setara 0,04% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Sri Mulyani menjelaskan, surplus APBN ini ditopang oleh penerimaan negara yang masih lebih tinggi dibandingkan belanja negara. Dia mencatat, pendapatan negara mencapai Rp620,01 triliun atau 22,1 persen dari target.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Geopolitik Memanas hingga Ketidakpastian Ekonomi Bikin Rupiah Cs Terguncang

Meski demikian, pendapatan negara tersebut turun 4,1% dari periode sama tahun lalu, atau year on year (yoy). Penurunan ini karena adanya pertumbuhan penerimaan negara yang cukup tinggi pada periode sama tahun 2022 dan 2023.
&amp;ldquo;Diketahui bahwa tahun 2022 dan 2023 gerak dari penerimaan negara itu sangat tinggi. Kita harus hati-hati,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
MRT Balaraja-Cikarang Dibangun Pakai Utang Asing

Kemudian, dari sisi belanja mencapai Rp611,9 triliun atau sudah dibelanjakan sekitar 18,4% dari pagu APBN. Kinerja belanja negara ini membukukan pertumbuhan sebesar 18 persen secara tahunan.Kemudian, dari sisi belanja mencapai Rp611,9 triliun atau sudah dibelanjakan sekitar 18,4% dari pagu APBN. Kinerja belanja negara ini membukukan pertumbuhan sebesar 18 persen secara tahunan.
&quot;Ini berarti memang ada belanja-belanja yang cukup pro-growth, seperti penyelenggaraan Pemilu,&quot; bebernya.
Dengan capaian ini, untuk keseimbangan primer mengalami surplus mencapai Rp122,1 triliun.
Diketahui, keseimbangan primer merupakan total pendapatan negara dikurangi pengeluaran (belanja) negara, di luar pembayaran bunga utang. &quot;Jadi, dari sisi keseimbangan primer mencatatkan Rp122,1 triliun,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xOC8xLzE3OTc1Mi81L3g4d3pnOGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) surplus sebesar Rp8,1 triliun per Maret 2024. Posisi surplus APBN ini setara 0,04% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Sri Mulyani menjelaskan, surplus APBN ini ditopang oleh penerimaan negara yang masih lebih tinggi dibandingkan belanja negara. Dia mencatat, pendapatan negara mencapai Rp620,01 triliun atau 22,1 persen dari target.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Geopolitik Memanas hingga Ketidakpastian Ekonomi Bikin Rupiah Cs Terguncang

Meski demikian, pendapatan negara tersebut turun 4,1% dari periode sama tahun lalu, atau year on year (yoy). Penurunan ini karena adanya pertumbuhan penerimaan negara yang cukup tinggi pada periode sama tahun 2022 dan 2023.
&amp;ldquo;Diketahui bahwa tahun 2022 dan 2023 gerak dari penerimaan negara itu sangat tinggi. Kita harus hati-hati,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
MRT Balaraja-Cikarang Dibangun Pakai Utang Asing

Kemudian, dari sisi belanja mencapai Rp611,9 triliun atau sudah dibelanjakan sekitar 18,4% dari pagu APBN. Kinerja belanja negara ini membukukan pertumbuhan sebesar 18 persen secara tahunan.Kemudian, dari sisi belanja mencapai Rp611,9 triliun atau sudah dibelanjakan sekitar 18,4% dari pagu APBN. Kinerja belanja negara ini membukukan pertumbuhan sebesar 18 persen secara tahunan.
&quot;Ini berarti memang ada belanja-belanja yang cukup pro-growth, seperti penyelenggaraan Pemilu,&quot; bebernya.
Dengan capaian ini, untuk keseimbangan primer mengalami surplus mencapai Rp122,1 triliun.
Diketahui, keseimbangan primer merupakan total pendapatan negara dikurangi pengeluaran (belanja) negara, di luar pembayaran bunga utang. &quot;Jadi, dari sisi keseimbangan primer mencatatkan Rp122,1 triliun,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
